
"Sayang kamu nggak apa-apa kan?Tadi kenapa bisa berantem gitu sih" khawatir Arga melihat Wajah Dea yang memerah karena tamparan Lisa.
"Kamu nggak marah?" Heran Dea karena Arga tidak marah padanya yang telah membuat kekacauan
"Marah kenapa sayang,Aku nggak mungkin marah istri aku" Ucap Arga mengelus pipi Dea lalu mengambil kompresan untuk mengompres pipi Dea.
"A-au" erang Dea karena merasa perih di pipinya.
"Tahan ya sayang ini udah mau selesai kok" Bujuk Arga agar Dea menahan rasa sakitnya sedikit lagi.
Setelah mengobati pipi Dea,Arga duduk disamping Dea menyenderkan kepalanya di bahu Dea.Tangannya mengelus perut Dea.
"Baby, kamu nggak apa-apa kan?Mama kamu tangguh banget loh" katanya pada calon bayinya.
"Sayang kamu sama mama papa tdi abis dari mana?" Tanyanya lagi .
" Nah tu kan aku jadi lupa cerita, gara-gara Karyawan sialan itu" umpat Dea.
"Hehehe emang mau cerita apa sayang" Arga duduk dengan benar karena ingin mendengar cerita istrinya.
"Jadi aku sama mama papa tadi ke panti asuhan tempat aku duluh honey" Ucap Dea dengan nada yang mulai sendu mengingat kejadian yang menimpa orangtuanya.
"Terus gimana sayang?"Penasaran Arga.
"Terus Kita ketemu ibu panti, ternyata ibu panti tahu siapa orang tua aku" Sahut Dea
"Mereka dimana sekarang sayang,biar kita kunjungin" Ucap Arga.
"Mereka udah meninggal hiks hiks" Dea langsung menangis di dada Arga.
"M-maafin aku sayang,aku nggak tau" Arga memeluk Dea untuk menenangkan wanita itu.
"Hiks hiks aku kangen mereka honey hiks" Tangis Dea .
"Kita ke makam mereka ya" Arga berusaha menghibur Dea.
"Aku udah pulang dari makam ibu tadi tapi makam ayah aku nggak tau " Ucap Dea
"Kamu yang sabar ya sayang" Ujar Arga
"Honey kandungan aku kan Udah 7 bulan , gimana kalau kita beli perlengkapan bayi" Ujar Dea memohon.
"Kita tanya mama duluh ya sayang boleh apa nggak" usul Arga.
"Oke honey" sahut Dea.
Setelah itu mereka pulang ke apartemen.Arga sebenarnya sudah membeli rumah untuk mereka, Namun dia ingin membuat kejutan untuk Dea.
Drrrttt Drttt Drttt
__ADS_1
Hp Arga bergetar karena ada yang menelpon.Arga mengambil handphonenya yang tergeletak di atas meja makan sedangkan Dea sedang membersihkan bekas makanan mereka tadi.
"Hallo Nan" ujar Arga mengangkat telepon dari Adnan.
"Kemana aja Lo Ga, perasaan semenjak menikah kita jarang ngobrol deh" cerocos Adnan seperti biasa.
"Lo yang kemana,Pulang bulan madu nggak ngabarin gue" Kesal Arga karena Adnan tidak mengabarinnya atau menemuinya saat pulang dari bulan madu bersama Sindi.
"Hehehe nggak gitu Ga, soalnya gue banyak kerjaan jadi lupa deh ngunjungin Lo sama Dea" Sahut Adnan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Serah Lo dah,mau ngapain Lo nelpon gue" Ucap Arga.
"Dih galak amat Lo Ga,Gue mau ke rumah elu,sama bini gue, katanya kangen sama Dea" jelas Adnan karena Sindi terus mendesak ingin berkunjung ke rumah Dea.
"Tapi ini udah malem nan,kasian bini Lo,besok aja gimana" Arga mencoba memberi pengertian kepada Adnan.
"Lu Sehat Ga?Gue nggak bilang mau kesana sekarang Maimunah,Gue mau ke apartemen lu weekend dulu" Sahut Adnan.
"Sialan lu,Ya udah terserah lu deh gue tutup dulu ya teleponnya" Kata Arga yang kesal .
Tuttt Tuttt Tuttt
"Wah gila si Arga, padahal gue belum selesai ngomong,sialan Lo Ga" umpat Adnan.
"Kenapa mas?" Tanya Sindi yang baru selesai mandi.
"Ini yank,Aku udah kabarin Arga Kalau kita mau berkunjung" jelas Adnan sambil menatap tubuh Sindi yang dibaluti piama tidur yang sexy.
Adnan meneguk ludahnya dengan susah payah.
"Sayang kamu mau godain aku ya hmm" Katanya sambil berjalan mendekati Sindi.
"Apaan sih mas" ujar Sindi malu-malu, Mukanya bersemu kemerahan.
Adnan tidak menjawabnya,Adnan mencium bibir Sindi dan mengangkat tubuhnya ke ranjang ,dan terjadilah adegan panas.
******
"Papii" panggil Mama Ratna.
"Iya ma, kenapa" sahut papa Rudi yang baru masuk ke kamar pulang dari ruang kerja.
"Papi udah cek berkas Hendra belum?" Tanya mama Ratna yang penasaran apa isi berkas Hendra.
"Belum ma,papi nggak berhak membuka berkas tersebut,Dea yang lebih berhak membukanya jadi kita tubggu Dea sendiri yang membukanya" Sahut papa Rudi .
"Iya sih Pi,terus kapan papi kasih berkasnya ke Dea" tanya Mama Ratna lagi.
"Nggak tau ma, Ma gimana kalau kita liburan?" Ujar papa Rudi yang ingin menghabiskan waktu bersama istrinya.
__ADS_1
"Liburan? Kemana Pi?" jawab Mama Ratna girang.
"Gimana kalau Singapura ma, kayaknya seru tuh" usul papa Rudi
"Bukannya kejauhan Pi" Mama Ratna ragu .
"Udah mama tenang aja,biar papi yang urus semuanya" kata papa Rudi meyakinkan istrinya.
"Sekarang kita tidur duluh Pi,biar liburannya besok kita pikirin lagi" Sahut mama Ratna lalu masuk ke dalam selimut lalu memejamkan matanya diikuti oleh papa Rudi.
*******
"Ayah gimana kalau kita nemuin Arga besok di kantornya" usul Tania yang sudah tidak sabar menjadi kaya.
"Emang kamu yakin, dia bakal mau bantuin kita?" Ayah Romi masih ragu jika Arga mau membantu mereka .
" Yakin banget Ayah,mama juga yakin kan? " Tanya Tania pada ibu Dina yang datang membawa nampan berisi cemilan.
"Yakin dong sayang,kita punya kartu untuk mengancam Arga" Kata ibu Dina tersenyum licik.
"Oke, besok kita temuin Arga" Ayah Romi bertekad akan menemui Arga di kantornya besok.
"Nggak sabar banget deh hidup bergelimang harta" Tania mulai menghayal untuk hidup penuh uang seperti biasa.
"Iya sayang,mama juga cape jualan keliling Mulu" timpal ibu Dina.
"Sayang kamu nggak kepikiran untuk nikah lagi?" Tanya Ayah Romi pada putrinya.
"Nggak deh ayah,Tania belum kepikiran untuk menikah lagi" Tania menjadi murung karena dihatinya masih ada nama Denis yang entah berada dimana sekarang.
"Kamu masih ingat Denis"Celetuk ibu Dina.
"Nggak ma,Aku cuma pengen cari yang terbaik aja" Tania tidak berani menatap orang tuanya.
"Kita nggak akan paksa kok sayang, terserah keputusan kamu aja" Ucap Ayah Romi lalu mereka bertiga berpelukkan.
******
Sementara Arga tidak tenang karena kedatangan Keisha di kantornya yang mengatakan dia hamil anaknya.
Arga tidak yakin jika Keisha hamil anaknya namun dia tidak punya bukti untuk membuktikan kebenarannya.
"Aku harus selidiki semuanya" batin Arga lalu mengambil handphonenya dengan perlahan Karena takut membangunkan Dea yang sudah terlelap dalam pelukannya.
"Selidiki Keisha Laura Basuki, ikutin kemanapun ia pergi, kegiatannya dari pagi sampe pagi, ingat jangan sampe ketahuan"
Setelah mengirim pesan itu ke anak buahnya,Ia menghapus pesan tersebut agar Dea tidak melihatnya.
.
__ADS_1
.
Mohon maaf guys Author baru up lagi.