
"Ayah ,ibu,Kak, Dea balik duluh ya keburu sore" pamit Dea karena takut pulang kemalaman.
"Loh nggak nginap aja De?" Tanya Tania.
"Lain kali aja kak,Dea ada acara" jawab Dea.
"Ya udah lain kali kesini lagi ya nak,kamu hati-hati di jalan" ujar Ayah Romi pada Dea.
Dea dan Sindi pamit pulang, mereka pulang menggunakan taxi.Dea pulang ke rumah Sindi karena Arga akan menjemputnya disana.Meskipun Dea masih enggan bertemu dengan Arga,tapi dia berusaha untuk kuat.
"De Lo nggak apa-apa?" Tanya Sindi karena Dea murung lagi.
"Sin,salah nggak sih gue ngehindar dari Arga? Gue butuh waktu Sin, bagaimanapun Dia udah jahat sama aku" Tanya Dea lesu.
"Lo nggak salah De,wajar kali kalau Lo marah,udah jangan di pikirin, ingat anak Lo De" Sindi menggenggam tangan Dea untuk menenangkannya.
.....
"Permisi mas, kita boleh liat rekaman CCTV pada tanggal ini nggak" Tanya Adnan pada petugas keamanan hotel.
"Mas yang waktu itu kesini kan?" Tanya petugas itu menunjuk Adnan.
"Iya mas,waktu itu rekamannya kena virus jadi saya datang lagi sekarang " kata Adnan .
"Iya tapi maaf mas rekamannya udah nggak bisa dibuka jadi pihak hotel udah hapus" jelas petugas itu.
"Gitu ya mas,Kalau gitu makasih ya mas" Adnan dan Arga kembali ke mobil.
"Aneh nggak sih,kok bisa rekamannya hilang" Kata Adnan merasa ada yang janggal.
"Apa jangan-jangan rekamannya sengaja dihapus" Ujar Arga.
"Ini pasti kerjaan Keisha" kata Adnan yakin.
"Kurang ajar,gue nggak akan maafin Keisha" Geram Arga .
"Lo mau nginap sini Ga,gue balik duluan ya" Adnan masuk ke mobilnya , dengan kecepatan tinggi dia sudah berlalu dari hadapan Arga.
"Dasar anak setan" umpat Arga yang menyusul.
Setelah itu Arga menjemput Dea,Dea menurut tanpa melawan sedikit pun.Mereka pulang ke apartemen,di perjalanan tidak ada perbincangan antara mereka.Dea enggan buka mulut dan terus menatap ke luar dan Arga fokus menyetir sambil mencuri pandang ke arah Dea.
******
Keesokan harinya,Mama Ratna dan papa Rudi sudah rapi karena ingin mengunjungi Arga dan Dea sekalian memberi tahu kalau Mereka ingin berlibur menikmati masa tua mereka.
"Papii cepetan dong" Teriak mama Ratna dari bawah .
__ADS_1
"Sabar dong ma,ini papi udah siap kok" Sahut papa Rudi yang baru turun .
"Kita beli buah-buahan dulu ya Papi" Kata mama Ratna.
"Siap ma,ayo berangkat" Papa Rudi bersikap hormat.
Sedangkan Dea belum bangun dari tidurnya.Arga sudah selesai mandi dan menyiapkan sarapan untuk mereka .Arga membangunkan Dea tapi Dea tak kunjung bangun.Arga memegang tangan Dea,Arga membelalakkan matanya karena ternyata badan Dea panas.
"Sayang bangun,badan kamu Panas banget" kata Arga khawatir.
Dea mengerjapkan matanya beberapa kali,Dea membuka matanya melihat Arga sedang memegang tangannya.Dea melepaskan tangannya dari pegangan Arga.
"Aku nggak apa-apa" ketus Dea karena masih marah dengan Arga.
"Sayang udah dong,aku minta maaf ya" bujuk Arga .
"Aku mau mandi" Kata Dea lagi lalu beranjak dari kasur untuk mandi.
Dea menahan rasa sakit di tubuhnya,Dea berusaha terlihat biasa saja namun kenyataannya dia sedang menahan rasa sakit di pinggulnya dan kepalanya berdenyut.
"Tahan Dea kamu pasti bisa" batin Dea .
Beberapa saat kemudian,Papa dan mama sudah sampai di apartemen.Dea turun dengan senyum lebarnya yang mengundang dan merangkul mamanya penuh cinta dan kehangatan.
"sayang kamu sehat kan?" mama Ratna melihat Dea pucat.
"Kita baik kok sayang,ini mama bawa buah segar buat kamu sama buat calon cucu Oma" Mama Ratna menyerahkan kresek berisi buah-buahan yang mereka beli di jalan tadi.
"Aduh makasih ma udah repot-repot" Dea menerima kresek itu membawanya ke dapur Dea mencuci buah itu lalu memotongnya dan menatanya di piring untuk dihidangkan.
"Ayo makan buahnya " ajak Dea .
"Wah seger banget tuh" kata Papa Rudi.
"Gimana kalau kita makan diluar sekalian kita beli perlengkapan bayi kalian " kata mama Ratna tiba-tiba.
"Nah bener tuh kata mama kalian" tambah papa Rudi.
"Boleh ma,Aku juga mau beli perlengkapan bayi kan bentar lagi aku melahirkan" Jawab Dea .
#Dea POV
Hari ini aku akan berkumpul bersama lagi dengan keluarga ini. Sebentar lagi aku tidak akan melihat tawa mereka seperti ini.
Melihat suamiku makan dengan lahap membuat hatiku tenang.
Makan siang itu terasa menyenangkan, makanannya enak,dan bersamaan dimeja itu membuatku tersenyum.Aku bahagia bisa berada di tengah-tengah keluarga yang selalu tertawa bersama dan saling mencintai.
__ADS_1
Setelah makan siang,kami pergi ke sebuah mall dan langsung pergi ke bagian perlengkapan bayi.Aku mulai memilih beberapa baju , selimut,kaus kaki,kaus tangan, topi, gendongan,dan masih banyak lagi lainnya.
Sementara aku dan mama memilih baju ,Arga dan papa memilih ranjang bayi, roda,dan mainan bayi. Aku juga membeli beberapa keperluan rumah dan bahan masak yang sudah habis.
Saat melewati bagian jam pria,aku teringat untuk membeli hadiah untuk suamiku.Aku ingin meninggalkan kenangan untuknya agar dia bisa mengingat ku nanti.
#Dea POV off
Brukk
"Aduh maaf mbak,mbak nggak apa-apa kan?" Kata Dea yang tak sengaja menabrak seseorang.
"Aduh kalau jalan itu liat-liat dong,gimana sih" bentak orang itu.
"Iya maaf mbak saya nggak sengaja" Dea minta maaf dan memungut barang yang jatuh.
Dea berdiri menatap siapa sebenarnya orang yang ia tabrak karena dari suaranya sepertinya dia mengenalnya.
"Keisha" ucap Keisha kaget begitupun sebaliknya.
"oh jadi kamu yang nabrak aku?" kata Keisha sombong.
"Ada apa sayang" Tanya mama Ratna yang datang dari belakang.
"Eh ada Tante,apa kabar Tante?" sapa Keisha cari perhatian.
"Ngapain kamu disini?" Tanya mama Ratna dengan nada tak suka.
"Ini kan tempat umum Tante,lagian aku kesini lagi cari perlengkapan BAYI" jawab Keisha dengan menekankan kata Bayi .
"oh ,pasti bapaknya nggak jelas ya?" Sindir mama Ratna.
"Jelas dong Tante,jelas banget malah" Jawab Keisha tegas.
"Udah ma,kita pindah tempat aja" Dea meleraikan pertengkaran mereka.
Setelah membayar belanjaan di kasir,mereka pergi ke sebuah cafe untuk sekedar bersantai.
"Ga,Dea,mama sama papa mau liburan" kata mama Ratna spontan.
"Wah liburan kemana ma?" Tanya Dea antusias
"Nggak nunggu Dea lahiran dulu ma?" Tanya Arga.
"Dea kan lahiran masih 1 bulan lagi nak,jadi masih pas dong" jawab Mama Ratna.
"Kita butuh waktu berdua Ga, biar kayak anak muda gitu" kata papa Rudi yang membuat mereka semua tertawa.
__ADS_1