
"Jadi gimana Nan" Kata Arga yang melihat Adnan masuk dan belum sempat duduk.
"Ya elah Ga,gue duduk dulu kali,main nyosor aja lu" omel Adnan dengan muka cemberut.
"Duduk deh lu"
"Gitu dong,boleh mesen minum duluh nggak?"
"Nan jangan bikin emosi Napa sih" ujar Arga menahan kekesalan.
"ye galak amat Lo Ga, ya gitu Ga seperti yang gue bilang di telfon, Keisha itu duluh jadi simpanan om-om dan dia kerja di club malam gitu dan gue denger nih ya,dia itu lagi deket sama pemilik club itu dan Lo tau siapa orangnya?" Jelas Adnan serius.
"Siapa?"
"Riko ,teman SMP kita duluh" jawab Adnan antusias karena merasa mendapat informasi penting.
"Hah? yang bener Lo,tapi masa Riko mau ngancurin gue sih" pikir Arga karena duluh seingatnya dia tidak membuat masalah dengan Riko.
"Namanya manusia Arga ,emang Lo tau isi hatinya apa?"
"Ya nggak gitu Nan, thanks ya gue bakal selidikin lebih lanjut lagi ,bye" Arga pergi meninggalkan Adnan yang menahan emosi karena ditinggalkan begitu saja.
"Nah kan gue bilang juga apa,istri sama suami gak ada bedanya" umpat Adnan yang menyusul pulang.
******
Arga mencari sosok istrinya saat sampai di apartemen.Dia tidak menemukan Dea dimana-mana ,Bi Ida sudah pulang sejak ia tiba tadi.Arga naik ke kamar dan mendapatkan Dea yang sedang menggigil.
Arga memegang kening Dea yang terasa hangat.
"Sayang,kamu sakit?" Tanya Arga lembut.
"Honey kamu udah pulang,maaf yah aku nggak bukain pintu" ujar Dea lemah , bibirnya memucat.
"Sayang kita ke rumah sakit ya"
"Nggak honey aku baik-baik aja kok,kamu nggak mandi?" Tolak Dea karena tidak ingin Arga tahu penyakitnya.
"Kalau gitu kita panggil Adnan" kekeh Arga yang ingin Dea diperiksa karena khawatir.
"Honey ini udah malem kasian Adnan"
"Sstt kamu baring aja ya sayang"Arga menelpon Adnan.
"Halo,Nan kerumah gue sekarang.PENTING!" perintah Arga lalu menutup telfonnya bahkan Adnan belum sempat menyahut.
"Kampret si Arga,sialan Lo Ga" umpat Adnan yang kesal.
__ADS_1
"Kenapa sih ma" Tanya Sindi heran.
"Aku disuruh ke rumah Arga sekarang" jawab Adnan cemberut.
"Malem-malem gini?Apa jangan-jangan Dea..."
ujar Sindi terpotong
"Ayo buruan sayang" Adnan dan Sindi menjadi panik sendiri karena mereka berpikir Dea akan lahiran. Mereka terburu-buru ke rumah Arga.
"Dea" teriak mereka bersamaan saat didepan pintu kamar yang terbuka dan terlihat Arga yang sedang mengompres Dea.
"Dea,tenang ya jangan panik" ujar Sindi masuk dan duduk disamping Dea.
"Iya De,tarik napas buang" Adnan mengeluarkan peralatan medis untuk melahirkan.
"Eh Eh mau ngapain Lo?" Tanya Arga kebingungan dengan pasangan didepannya ini yang seperti orang stres.
"Ga,bukan waktunya Lo cemburu,gue cuma tanganin Dea duluh" Sahut Adnan yang masih dalam pemikirannya.
"Lo berdua kenapa sih, kesurupan?" Tanya Dea yang juga merasa aneh dengan keduanya.
"De, bisa-bisanya Lo becanda di keadaan begini" Omel Sindi.
"Keadaan apaan sih ,gue cuma demam" sahut Dea yang berhasil menghentikan hiruk pikuk keduanya.Mereka saling menatap lalu menggaruk tengkuk mereka ,wajah keduanya memerah karena malu.
"Makanya gue suruh Lo kesini,Lo periksa keadaan Dea ,gue khawatir banget sama keadaannya" Kata Arga .
"eh iya sini De gue periksa" Adnan mulai memeriksa keadaan Dea. Adnan mematung, tangannya gemetar, keringat mulai bercucuran,matanya melotot ke arah Dea .
Dea yang paham dengan ekspresi Adnan menggelengkan kepalanya pelan agar Adnan tak memberitahu Arga yang sebenarnya.
"Gimana Nan,malah bengong Lo" Tanya Arga .
"Eh itu Nan anu" Adnan menatap Dea lagi yang memohon kepada Adnan untuk tidak memberitahukan Arga .
"Anu apaan sih mas ,nggak jelas banget" Tambah Sindi yang tak sabar mendengar hasilnya.
"Dea cuman Demam biasa Nan, mungkin kecapean"bohong Adnan yang menahan air matanya.
"Tuh kan sayang dibilangin sih, sekarang kamu istirahat ya aku bikinin bubur buat kamu" Arga menuju ke dapur untuk membuat bubur untuk Dea.
"De,gue ke WC bentar ya , kebelet nih" Sindi berlari terbirit-birit karena sudah kebelet.
Tinggallah Dea dan Adnan di ruangan itu.Adnan menatap tajam ke arah Dea karena menyembunyikan penyakitnya.
"Jelasin De" katanya.
__ADS_1
"Nan,gue mohon jangan kasih tau Arga" Mohon Dea kepada Adnan.
"Lo gila? keadaan Lo udah memburuk dan Lo nggak mau Arga tau?" Adnan menumpahkan air matanya yang ia tahan sedari tadi.
"Nan gue bakal kasih tau Arga saat waktunya udah tepat" kata Dea.
"Kita bahas ini nanti" ujar Adnan sambil mengelap air matanya dan mengatur kembali peralatannya agar tak ada yang curiga.
Sindi pulang dari kamar mandi dan masuk ke kamar melihat dua orang itu saling diam.
"Wah tumben banget nih damai" kata Sindi namun tak dapat sahutan dari keduanya.
"Dih Lo berdua kesambet apaan, biasanya kayak orang kesetanan ,eh mas aku mau makan sate yang dijual di depan situ deh" kata Sindi lagi karena Sangat ingin memakan sate tersebut.
Adnan langsung berdiri untuk pergi membeli sate.Dia berpapasan dengan Arga namun Dia tidak menyapanya.Arga bingung jadinya karena Adnan tidak biasanya seperti itu.
"Itu Adnan kenapa?" Tanya Arga.
"Nggak tau tuh,pasti abis berantem nih sama Dea" jawab Sindi yang sedang menonton di kamar Arga dan Dea tanpa canggung.
"Sayang ada apa sih? Ini buburnya udah Mateng ,aku suapin yah" Arga menyuapi istrinya dengan lembut .
"Gue kayak nyamuk yah,gue kebawa duluh deh" Ujar Sindi yang akhirnya turun karena ingin menunggu suaminya.
"Sayang ini satenya masih hangat" Adnan menyerahkan kresek hitam berisi Sate.
"Hore makasih mas,aku ambilin nasi putih dulu deh"
"Dea Lo mau sate nggak?" Teriak Sindi dari bawah karena malas naik lagi ke atas.
"Ini bukan hutan kali ,Dea udah tidur Lo makan sendiri aja" sahut Arga yang turun membawa piring kotor.
"Bagus deh,gue lagi pengen makan sendiri" jawab Sindi berlalu membawa piring berisi nasi ,Arga menggelengkan kepalanya menatap ibu hamil itu.
Saat Arga memasuki ruang tamu dengan dua cangkir kopi ditangannya,dia terkejut melihat semua tusuk sate yang sudah dihabisi Sindi dan nasi putih yang diambilnya tadi sudah ludes sedangkan Sindi sudah tertidur karena kekenyangan.
"Hah?"
"Maklumin aja Ga,ini itu hormon kehamilan" ucap Adnan yang menahan tawa.
"Gila ya bini Lo,Lo nginap sini aja kasian istri Lo" ujar Arga.
"Lo mau suruh gue tidur di ranjang bayi?" Tanya Adnan malas.
"Hehehe ya udah Lo pulang deh" Cengir Arga.
Mereka berdua menghabiskan kopi dan berbincang-bincang tentang Keisha .Hingga akhirnya mereka mengantuk dan Adnan pulang bersama istrinya.
__ADS_1