
"Gudang?" gumam Riko saat melihat isi ruangan itu.
Riko meninggalkan ruangan itu dan menuju ke halaman belakang rumah sakit, namun disana tak ada siapa-siapa.
Dia kembali ke tempat awal dan memanggil salah satu perawat.
"Suster saya mau nanya, pada tanggal ini apakah ada pasien wanita yang melahirkan di rumah sakit ini?"Tanya Riko sambil menunjuk tanggal pada kalender yang menempel di dinding.
Suster itu mencoba ingat kembali
"Waktu itu sih ada pak, ibu-ibu muda yang hendak melahirkan namun setelah sampai di rumah sakit tidak ada yang tahu keberadaan dan kondisinya lagi"
"Suster yakin?" Tanya Riko
"Yakin pak"
"Kalau gitu dokter yang menanganinya waktu itu Yang mana sus?"
Perawat itu menatap dokter yang merawat Dea,Dokter itu menggeleng pelan.
",Saya kurang tau pak,saya hanya melihatnya sampai masuk IGD mungkin pasien melarikan diri setelah melahirkan, karena tak ada bukti administrasi juga pak".
"Arghhhh sialan, kemana perginya dia,dimana dia bersembunyi di desa kecil ini" Teriak Riko.
"Ayo kita pergi" Riko mengajak anak buahnya untuk pergi dari tempat itu.
Drttt Drttt
Hp Arga bergetar,dia mengambil hp dari sakunya dan ternyata dokter yang menelpon.
"Halo dok" ujar Arga
"Pak,gawat pak ada yang menemukan ruangan Dea,saya harus gimana pak"kata dokter khawatir.
"Tenang aja dok,istri saya ada bersama saya sekarang" jawab Arga santai.
"Ada sama bapak? maksudnya gimana pak?"tanya dokter bingung karena semalam Dea dan suaminya serta baby Zeana masih ada di rumah sakit itu.
#Flashback
Sepulang dari ruangan dokter,Arga menghubungi Adnan dan anak buahnya yang lain untuk menyiapkan mobil dan peralatan medis di rumah barunya, sedangkan Sindi ditugaskan untuk memindahkan barang-barang Dea dan Baby Zeana yang sudah disiapkan Dea dulu ke rumah baru dan menyiapkan kamar untuk baby Zeana.
Saat pagi-pagi buta, Adnan masuk lewat pintu belakang rumah sakit,Arga dan Adnan dibantu anak buah yang lain memindahkan Dea tanpa diketahui oleh siapapun.
Arga membungkus tubuh Baby Zeana dengan selimut tebal dan memeluknya hingga tiba di rumah.
__ADS_1
Adnan mengurus semuanya,dia mengecek keadaan Dea yang ternyata tidak terpengaruh karena pemindahan itu.
Mereka semua bernafas lega karena berhasil memindahkan Dea.
Di kamar Dea, terdapat beberapa lilin aromaterapi yang disiapkan Sindi dan beberapa bunga segar.
Sedangkan di kamar Baby Zeana terdapat banyak mainan dan stiker dinding yang lucu.
#Flashback off
Dokter bernafas lega karena ternyata Dea aman sekarang.Dokter itu masuk kembali ke dalam rumah sakit dan melanjutkan pekerjaannya.
*****
"Sayang,gimana hasilnya?" Tanya Keisha saat Riko kembali dari rumah sakit.
"Dea nggak ada,aku heran deh kok bisa gitu dia hilang dalam semalam" ujar Riko lesu.
"Brengsek,kita bisa mati tau nggak kalau ketauan Dea hilang" teriak Keisha.
"Kamu jangan diam aja dong,cari kek,apa kek , jangan berduaan mulu sama Arga,makan hati baru tau rasa" umpat Riko karena tak suka Keisha dekat dengan Arga lagi.
"Kamu pikir aku nggak bantu cari apa?Aku udah nyuruh anak buah aku buat cari,emang Deanya aja yang pinter sembunyi" balas Keisha dengan nada tak kalah Tinggi.
cari sana sendiri yang nimbulin masalah itu kamu" Riko meninggalkan Keisha dengan perasaan kesal.
"Pergi sana,gue nggak butuh kehadiran Lo" teriak Keisha yang merasa terganggu dengan kehadiran Riko, mungkin karena dia Sudah sering berduaan dengan Arga.
Keisha membersihkan dirinya dan ingin mengunjungi Arga di apartemennya.
Keisha membawa beberapa makanan ringan.
.
Beberapa menit kemudian dia sampai di apartemen Arga, Keisha menekan bel pintu namun tak ada sahutan.Keisha mencoba menghubungi Arga namun tak di angkat.
Tidak mungkin kerja di hari Minggu pikirnya.
Keisha coba ke kantor Arga namun disana juga tak ada , Keisha pasrah dan memilih untuk pergi berbelanja saja karena bosan di rumah apalagi dia habis ribut dengan Riko.
****
Di sebuah rumah besar, suara tangisan bayi membangunkan semua orang. Arga yang pertama kalinya mendengar suara tangisan Baby Zeana langsung terbangun dan menghampiri anaknya di kamar.
"Hay, morning baby, kamu udah bangun?Cup cup putri papa udah bangun" Arga mengangkat pelan tubuh Baby Zeana yang sudah tidak membutuhkan perawatan khusus kata Dokter yang semalam datang memeriksanya atas perintah Arga.
__ADS_1
Baby Zeana terus menangis, Arga mengecek popoknya ternyata baby Zeana pup .
"OOO dedek pup ya,cini papa bersihin"
Arga sudah diajarkan untuk mengganti popok bayi tempo hari,dia mencoba perlahan meskipun belum sempurna setidaknya dia bisa.
Arga menggendong baby Zeana sambil membuatkan susu . Dia tidak ingin meminta bantuan BI Ida karena masih pagi .
Bi Ida juga ikut pindahan ke rumah baru agar bisa menjaga baby Zeana dan Dea selagi Arga bekerja.
Arga memberikan susu ke baby Zeana,baby Zeana menyedot susu dengan lahap.Saar matahari mulai terbit Arga membawa baby Zeana ke taman belakang untuk berjemur. Arga juga membersihkan tubuh Baby Zeana dengan mengelap tubuhnya dengan kain lembut dan air hangat.
Arga menidurkan baby Zeana,lalu pergi ke kamar Dea.Arga mengganti bunga yang sudah layu dan membuka gorden dan jendela kamar agar udaranya lebih segar.
Arga mengerjakan semuanya sendiri karena dia sangat menikmatinya.
Arga membersihkan tubuh Dea dan mengganti pakaiannya, kemudian dia menyelimuti kembali tubuh Dea dengan selimut baru.
Sementara Arga sedang asyik dengan aktivitasnya, Hpnya bergetar.
Drrt Drttt Drttt
"Mama" gumam Arga membaca nama yang tertera di layar,Arga menggeser tombol hijau.
"Halo ma"
"Halo anak mama yang tampan,kamu makin tampan aja deh" teriak mama heboh.
"Siapa duluh papa nya" tambah papa Rudi.
"Mama bisa aja,mama kok lama banget sih nggak kabarin aku?" Tanya Arga karena mamanya sangat jarang menghubunginya.
"Iya nak,jadi sebenarnya mama sama papa itu tinggal di desa yang adem banget,tapi nggak ada signal,mama bisa nelfon kamu kalau lagi ke kota aja" Jelas mama Ratna yang selama ini memang menyukai suasana di desa yang adem dan damai.
"Sayang kasih hpnya ke Dea dong,mama kangen banget sama Dea" ujar mama lagi
"Eh itu ma,anu" Arga tidak tahu harus mulai darimana.
"Kenapa sayang,Dea baik-baik aja kan,kenapa setiap mama tanya kami selalu linglung"Mama Ratna merasa ada yang janggal.
"Gimana ya ma jelasinnya,jujur Arga merasa bersalah sih udah nutupin ini dari mama sama papa"kata Arga dengan nada lirih.
"Maksud kamu apa nak?" Tanya Mama Ratna
"Iya Ga, semuanya baik-baik aja kan?" Sambung Papa Rudi yang ikut khawatir
__ADS_1