
"Eh,itu yah ,ayah datang ke alamat ini aja ****" kata Arga.
"Oh oke nak" Jawab Ayah Romi
Beberapa saat kemudian tibalah mereka di sebuah rumah mewah di komplek perumahan mewah.Ayah Romi dan ibu Dina terkagum -kagum dengan rumah yang ada dihadapan mereka,tak heran jika Arga mempunyai rumah sebagus itu.
"Ayah udah sampe? Kenapa nggak masuk aja yah?" Arga tadi sengaja kedepan karena ingin memastikan apakah Ayah dan ibu Dina tidak kesasar.
"Iya nak, Ayah sampe minder masuk rumah kamu" gurau Ayah Romi dan ibu Dina hanya tersenyum.
"Ayah bisa aja,ayo ayah kita masuk,Bu"
"Iya nak" jawab Ayah Romi dan ibu Dina bersamaan.
Kemudian Arga menceritakan semuanya pada kedua orang tua itu.
Kini mereka berada di kamar Dea,semua orang menjatuhkan air mata.
Baby Zeana juga ikut berbaring di samping mamanya dan dia terlihat tenang berada disana.
"Nak kenapa hidup kamu seperti ini? Hiks hiks" Tangis ibu Dina karena Dea tidak sempat mendapatkan kasih sayang yang sempurna.
"Nak maafkan Ayah karena tidak bisa menjadi orang tua yang baik untuk kamu" Ayah Romi ikut menangis.
Semua orang menangis karena tak sanggup melihat kondisi Dea yang sangat parah.
Saat semua orang sedang termenung terdengar sebuah teriakan keras dari bawah.
"Argaaaaa "
Arga tersentak,siapa yang memanggilnya begitu keras pikirnya.Arga turun dan melihat siapa yang datang.
"****** Lo" umpat Arga.
"Ya elah galak banget lu, gue kan kangen sama elu Ga" ujar Adnan manja kepada Arga.
"Lo tau nggak situasinya sekarang lagi nggak pas buat kangen-kangenan" kata Arga kesal .
"Emang kenapa sih,eh Lo abis nangis, kenapa Lo?" Tanya Adnan yang baru sadar jika mata Arga terlihat bengkak.
"Enggak gue abis berenang, mending Lo ke kamar Dea deh,ada bini Lo disana" Arga ingin mengerjai Adnan .
Tanpa menunggu lama, Adnan langsung melangkah ke kamar Dea .
"SAYANG!" teriaknya begitu didepan pintu.
Semua orang menoleh menatapnya dengan tatapan bingung.
"Psttt"Sindi memberikan isyarat untuk diam.
Adnan menutup mulutnya dengan kedua tangannya
"Sorry" cicitnya pelan
Ini ada apa ya kok rame banget pada nangis lagi,apa jangan-jangan.....
"DEA!!!!" teriaknya lebih kencang dari sebelumnya.
Adnan berlari ke kasur Dea,dia mengguncangkan tubuh Dea sambil menangis.
__ADS_1
kenapa lagi ni bocah. batin Sindi yang mempunyai firasat buruk
"Kenapa secepat ini sih De hiks hiks hiks " tangisnya.
Nah kan,udah gue duga ni anak bakal malu-maluin
plak
Arga menggeplak kepalanya
"Lo nyumpahin istri gue mati hah?" Omel Arga .
"N-nggak gitu Ga,maaf semuanya" Adnan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Dia malu setengah mati karena sudah menangis seperti orang gila.
Mati gue,dasar Arga kampret.
Semua orang tertawa terbahak-bahak melupakan kesedihannya karena tingkah Adnan yang aneh .
"Lo sengaja ya?" bisik Adnan ke Arga yang terus tersenyum puas.
"Kalau iya kenapa?" jawab Arga santai.
"Wah gila Lo,tunggu pembalasan gue" kesal Adnan.
Saat semua orang sedang serius berbincang-bincang, tiba-tiba
"Eh Ga gimana gebetan Lo yang baru di kantor?" ujar Adnan tiba-tiba dengan suara besar.
Arga membekap mulutnya rapat-rapat,
"Nggak gitu kok ma,ini anak udah nggak waras" jelas Arga pada mamanya yang melotot kepadanya.
Arga melepaskan tangan dari mulut Adnan dan Ia hanya Cengir tanpa rasa bersalah.
Arga menggeplak kepalanya sekali lagi ,dia menatap horor ke Arga.
"Apa Lo?"
"Awas Lo ya" ancam Adnan.
.
Keisha gelisah karena besok Denis akan datang.Keisha mulai mengepak barangnya karena barangkali besok dia kabur jadi tidak perlu lama-lama mengepak lagi pikirnya.
"Gue harus lakuin sesuatu,gue harus selidikin sendiri" Gumam Keisha.
Malam hari Keisha kembali ke Desa tempat mereka menyekap Dea,dia mendatangi puskemas yang ada di desa itu.
"Jadi waktu itu ada seorang ibu hamil yang ada disini sus?"
"Betul Bu,namun karena keadaannya memburuk dia dilarikan ke rumah sakit "
"Tapi saya cari di rumah sakit, katanya nggak ada sus"
"Saya kurang tahu mbak" Perawat meninggalkan Keisha yang tengah berpikir.
Keisha terus berpikir jika Dea memburuk tidak memungkinkan untuk melarikan diri dimalam hari dan hilang esoknya.
__ADS_1
"Brengsek,Arga pasti menyembunyikan Dea,nggak mungkin dia membiarkan anaknya terluka Argghhhh" Keisha meninggalkan tempat itu dan kembali ke apartemennya.
Di perjalanan pulang dia teringat sesuatu.
"Dea nggak mungkin bebas kalau tidak ada yang mengkhianati aku " Pikirnya.
Dia segera menelfon Riko untuk mengumpulkan semua anak buah yang ditugaskan untuk menjaga Dea saat disekap.
.
"Katakan,siapa yang bantu Dea melarikan diri!!!" Teriak Keisha.
Namun tak ada satupun dari mereka yang menjawab, mereka hanya menunduk ketakutan.
#Flashback
Malam hari saat semua orang tertidur,anak buah bernama Andre bangun dan mengecek apakah benar semuanya sudah terlelap.
Setelah memastikannya,Andre memasuki ruangan dimana Dea diikat disebuah kursi.
Andre membangunkan Dea yang lemah dengan menepuk pipinya lembut.
Dea tersentak dan ingin teriak namun mulutnya ditutup rapat-rapat dengan tangan Andre.
"Pssst"Andre memberikan isyarat untuk diam.
"Aku akan membawamu keluar dari tempat ini" bisik Andre.
Dea menatap wajah Andre yang berkeringat karena gugup,Dea mengangguk setuju , Andre melepaskan tangan dari mulut Dea.
"Tapi aku sangat lapar" Bisa-bisanya Dea minta makan Sebelum pergi.
Andre memaklumi jika Dea lapar karena dia tidak diberi makan hanya diberi air apalagi dia tengah hamil.
Andre mengambil beberapa makanan dan menaruhnya di dalam saku jaketnya yang akan diberikan kepada Dea agar ia tidak kedinginan.
"Terimakasih" ucap Dea sebelum berlari dengan tenaga yang masih tersisa.
Andre mengangguk dan melambaikan tangannya kepada Dea yang semakin menjauh , Dea yang tidak bodoh berlari ke arah puskemas,dia takut jikalau dia ingin melahirkan namun dia berada di hutan.
Dea masuk ke puskesmas yang kebetulan masih buka, beberapa perawat langsung menangani Dea,namun Dea pendarahan hebat hingga ia dilarikan ke rumah sakit.
#Flashback off
Andre tersenyum kecil mengingat aksinya menyelamatkan Dea.Dia tidak peduli jika Keisha ingin membunuhnya jika ketahuan.
Yang terpenting baginya menyelamatkan nyawa manusia yang tidak bersalah, Apalagi seorang bayi yang belum lahir ke dunia.
Keisha terus mengintrogasi mereka secara rinci bahkan Riko pun tak luput, karena ia juga ikut menjaga Dea tempo itu.
"Kamu Curiga sama aku? Kapan sih aku khianati kamu?" bantah Riko.
"Bukan nggak mungkin kalau kamu bantu Dea, sekarang semua bisa aja jadi pengkhianat" ujar Keisha dingin.
"Kurung mereka semua, karena aku yakin ada salah satu dari mereka yang berkhianat,jadi untuk menghindar hal yang menimbulkan masalah sebaiknya kita waspada" perintah Keisha.
Andre mengutuk Keisha dalam hati
"Dasar jalang,nggak tahu malu banget,awas aja kalau sampe gue bebas dari kurungan ini gue bakal laporin semuanya ke polisi" batinnya.
__ADS_1