
Setelah itu,Denis pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun,Dia malu menatap Keisha.
Begitupun dengan Keisha, dia malu jika berbicara dengan Denis lagi .
Denis melupakan tujuannya mendatangi Keisha.
Denis pulang ke hotelnya,saat membuka pintu dia terkejut melihat dua orang dihadapannya.
"Papa,mama" gumamnya.
"Dari mana kamu?" Tanya papanya dingin.
"Pa,udah jangan marah" mamanya tidak ingin terjadi keributan di keluarga mereka meskipun ia juga kecewa dengan perbuatan anaknya.
"Aku dari rumah teman pa" jawab Denis, bagaimanapun ia takut terhadap papanya karena perusahaan yang ia pimpin sekarang masih status milik papanya.
"Bagus,dari rumah teman pulang jam segini,jujur sama papa ,dari mana kamu?" Bentak papanya.
"Pa udah" mamanya terus menenangkan sang Suami.
"Kamu pulang tapi nggak kunjungin papa sama Mama!? Mau jadi apa kamu Denis"
"Dasar nggak tau malu, mulai sekarang papa ambil alih perusahaan"
Apa yang ditakuti oleh Denis kini terjadi.
"Pa jangan gini dong,masa karena Denis pulang jam segini papa ambil alih perusahaan sih"
"Karena ini kamu bilang?Papa nggak Sudi punya anak seorang pembunuh" bentak papanya lalu menarik istrinya yang menangis meninggalkan tempat itu.
Deg
Denis diam tak berkutik, bahkan selepas kepergian papa dan mamanya dia tetap tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya.
Dia berpikir bagaimana Papanya bisa tau kejadian itu,padahal hanya dia sendiri yang tahu kejadian itu.
Tiba-tiba dia teringat sesuatu.
Saat membunuh orang itu,Denis sengaja membuat video agar ia bisa melihatnya dan menunjukkannya kepada orang-orang yang berani main-main dengannya.
"Arggg Bodoh bodoh bodoh kamu Denis" Denis memukul semua benda yang ada didepannya.
"Tapi siapa yang udah ambil video itu,setahu aku nggak ada yang tahu dimana aku menyimpan video itu" pikirnya.
"Sekarang aku harus melarikan diri karena kemungkinan orang yang mempunyai video itu akan melaporkan aku ke polisi" Denis mengemas semua barang-barangnya. Dia meninggalkan tempat itu tanpa jejak,dia hanya mengambil barang-barang penting,dan beberapa pakaian, sedangkan yang lain sengaja ia tinggalkan agar tidak terlalu mencurigakan.
.
__ADS_1
Di kantor polisi,Riko dan anak buahnya yang lain menyerahkan diri karena Mereka sudah berhasil membuat Keisha dan Denis terjebak dalam masalah yang mereka ciptakan sendiri.
"Permisi pak,kami mau menyerahkan diri atas kasus penyekapan seorang wanita yang tengah hamil" Riko membuat laporan .
Polisi langsung mewawancarai mereka, karena mereka hanya kaki tangan,jadi hukuman mereka tidak terlalu berat.
Mereka hanya dipenjara beberapa bulan.
Riko lega karena akhirnya ia tidak perlu ikut campur dalam rencana gila Keisha. Meskipun ia tidak tega melihat Keisha dihukum namun dia tidak ingin Keisha melangkah lebih jauh di jalan yang salah.
Tidak bisa dipungkiri jika Riko masih menyimpan rasa untuk Keisha .
Tidak mudah baginya melupakan kisah indah mereka berdua.
Kini Riko hanya bisa duduk merenung di balik jeruji besi dan merasakan dinginnya lantai pada malam hari.
.
Arga yang baru bangun tidur, melihat seorang bayi mungil yang masih terlelap disampingnya.Jika dulu dia bangun melihat wajah Dea kini ia bangun melihat wajah putri mereka.
Arga tidak berhenti berharap agar Dea bisa bangun kembali.
Meskipun kecil kemungkinan Dea bisa bangun,Arga yakin masih ada kemungkinan untuk Dea bangun kembali.
Hari ini Arga tidak ke kantor karena hari Minggu,dia menyiapkan segala keperluan baby Zeana untuk mandi.
Arga membersihkan dirinya dahulu sembari menunggu baby Zeana mandi.
Setelah ia mandi,baby Zeana bangun dan menangis,dengan sigap Arga langsung menggendongnya .
"Uww putri papa bangun ya,Bobonya nyenyak banget ya sayang ya" Arga mengambil botol susu milik Baby Zeana dan membawa baby Zeana ke taman untuk berjemur.
Setiap hari Minggu,Arga selalu menghabiskan waktu untuk putri kecilnya dan untuk istrinya.
Setelah cukup lama berjemur ,Arga memandikan baby Zeana kemudian Mama Ratna mengajaknya jalan-jalan keluar.
Selepas kepergian mama Ratna dan Baby Zeana serta yang lainnya,Arga membersihkan tubuh Dea dengan mengelapnya menggunakan kain kecil dan air hangat.
Setelah itu Arga mengganti baju Dea .
Dia melakukan rutinitas itu setiap pagi.
Dia selalu membersihkan tubuh Dea sebelum berangkat kerja.
Wajah Dea yang biasanya imut dan cantik kini terlihat lebih kurus dan pucat,tangan yang dulunya hangat kini terasa sangat dingin.
"Sayang kamu kapan bangun sih" Arga Menggenggam tangan itu.
__ADS_1
"Kamu nggak mau liat baby Zeana?Dia butuh kasih sayang kamu ,dia butuh pelukan kamu sayang,bangun dong"
"Sayang baby Zeana sekarang makin gemuk loh, tadi aku gendong rasanya berat Banget,dia lagi jalan-jalan sama mama sama yang lainnya" Arga menangis hingga tertidur disitu .
Adnan yang berada di rumah niatnya ingin melihat keadaan Dea, tapi malah terdiam didepan pintu saat melihat Arga menangis hingga tertidur.
Adnan tahu bagaimana perasaan Arga.
Dia juga merasakan hal yang sama, bagaimanapun juga dia dan Dea sudah seperti saudara.
Adnan menyalakan dirinya karena harusnya ia memberitahu Arga jika Dea sakit bukannya mengikuti kemauan Dea untuk menyembunyikan penyakitnya.
"Dea gue mohon lo bangun". batin Adnan.
.
Keisha tersenyum sendiri mengingat kejadian semalam, hatinya bergetar jika mengingat kejadian itu.
Sepertinya Keisha menaruh hati kepada Denis.
Keisha adalah orang yang mudah jatuh cinta.
Dia mencoba menghubungi Denis namun nomornya tidak aktif.
Keisha mengganti bajunya dengan baju yang sangat Sexy ,dia juga merias wajahnya tidak seperti biasanya.
Dia membeli beberapa minuman dan cemilan di minimarket untuk diberikan ke Denis.
Tiba di depan pintu kamar Denis,dia langsung membukanya karena ia tahu kata sandinya.Keihsa langsung masuk dan mencari kesana kemari namun Denis tak ada.
"Denis kemana ya,apa dia lagi ada urusan,aku tunggu aja deh" Keisha menunggu hingga akhirnya tertidur dengan TV yang masih menyala.
Saat terbangun hari sudah gelap dan Denis belum pulang, Keisha mencoba menghubungi Denis,namun tetap sama , nomornya tidak aktif.
Tanpa menunggu lama lagi, Keisha pergi mencari Denis,dia mendatangi semua tempat yang biasa mereka datangi.Namun hasilnya nihil,Denis menghilang bagai ditelan bumi,persis seperti Dea yang menghilang dalam beberapa jam.
Keisha Curiga ini semua ulah Arga.
.
Sementara itu,Arga masih tertidur sambil memegang tangan Dea.Dia tersentak saat merasakan ada sesuatu yang bergerak di tangannya.
Dia bangun dan mengerjapkan matanya beberapa kali,Arga mengumpulkan nyawanya dan melihat Dea yang tengah menatapnya.
Arga mengucek matanya untuk memastikan apakah ia sedang berkhayal,dia juga mencubit tangannya karena takut ini hanya mimpi.
"Honey aku haus"ucap Dea dengan suara serak dan lemah.
__ADS_1