Cinta Tulus Dea

Cinta Tulus Dea
part 26


__ADS_3

"Sebenarnya Dea juga penasaran pa,Tapi Dea bingung mau cari tau kemana, Sementara Dea di panti asuhan sejak bayi lalu diangkat oleh Ayah Romi " jelas Dea dengan suara sendu.


"Sayang kamu jangan nyerah, mama sama papa akan membantu kamu" ucap mama dengan ceria agar Dea tidak sedih lagi.


"Maksud Mama apa?" Tanya Dea yang masih bingung dengan perkataan mama.


"Gini De,papa sama Mama mau bantuin kamu cari tahu tentang orang tua kamu" Papa Rudi menjelaskan agar Dea mengerti.


Dea menangis terharu dengan kebaikan kedua orang tua Arga.Sudah lama Dea ingin mencari tahu tentang orang tuanya,namun Karena tidak ada biaya yang cukup untuk mencari tahu .


"Termikasih ma,pa" Dea memeluk keduanya karena Dea menganggap mereka orang tua kandungnya sendiri.


"Dea,mama ingin kamu jujur sama kita" Mama Ratna bertanya saat mereka melepaskan pelukan hangat itu.


"jujur soal apa ma" Dea mencoba mengingat-ingat apa yang dia sembunyikan dari mamanya itu.


"Gini De, waktu kamu masuk rumah sakit, mama sama papa udah dengar penjelasan dari dokter" Mama Ratna menangis karena mengingat ucapan dokter waktu itu .


"Ma-maksud mama apa?" Dea gugup karena takut jika Mama memberi tahu Arga tentang penyakitnya.


"Kamu tenang aja sayang,mama nggak akan kasih tau sama Arga kok" mama Ratna tahu Dea khawatir Arga tahu tentang penyakitnya.


"Ma,Pa, Dea mohon jangan kasih tau Arga ,Dea nggak mau Arga khawatir dengan kondisi Dea" Mohon Dea dengan suara sendu.


"Kita nggak akan kasih tau nak, tapi apa kamu tega ngelakuin ini ke Arga?" Papa Rudi sendiri tidak tega melihat anaknya tidak tahu apa-apa tentang penyakit istrinya.

__ADS_1


"Dea nggak tega pa,tapi Dea nggak mau Arga khawatir" sahut Dea menunduk meneteskan air matanya .


"Udah sayang nggak apa-apa kok, gimana kalau sekarang kota itu ys335 ke panti asuhan tempat kamu dulu" Mama Ratna mengajak mereka untuk mulai pencarian dari panti asuhan.


"Boleh ma,Dea masih ingat tempatnya kok" sahut Dea riang sejenak Ia melupakan kesedihannya karena dia akan memulai mencari orang tuanya.


Setelah bersiap,mereka langsung berangkat ke kota dimana panti asuhan itu berada.Sebelum berangkat,Mereka bertiga sudah sarapan agar tidak kelaparan saat di perjalanan yang lumayan jauh itu.


Mobil mereka memasuki sebuah gang Dea masih ingat tempat itu karena dulu sewaktu kecil,Dia dan Tania sering ke panti asuhan itu untuk bermain dengan anak- anak panti.


Lalu mereka turun dari mobil dan masuk ke sebuah panti asuhan yang sudah tua,namun masih banyak anak-anak yang sedang asyik bermain bersama. Mereka masuk dengan membawa beberapa cemilan yang mereka beli dijalan tadi.Anak-anak melihat mereka dengan tatapan bingung, karena sudah lama tidak ada orang kaya yang datang ke sana.


Dea menyapa anak-anak itu dengan senyum hangat . Anak-anak itu membalas sapaan Dea dengan ceria,Dea membagi cemilan itu sama rata .


Setelah itu mereka masuk dan menemui ibu panti yang sudah tua dan beberapa anak panti yang sudah dewasa yang membantu ibu panti menjaga panti asuhan itu.


"Nama anaknya siapa ya Tuan kalau boleh tau" Ibu panti bertanya.


"Deandra Scarlett Johansson" Dea menyebut namanya dengan lantang.


"De-Deandra Scarlett Johansson?" Raut muka ibu panti terlihat aneh, Seperti ada sesuatu dibalik nama itu .


"Iya buk,ibu masih ingat?" mama Ratna ikut bertanya kepada ibu panti.


"Tapi kalau boleh tau, kalian ini siapanya beliau?"ibu panti terlihat ragu memberi informasi tentang Dea.

__ADS_1


"Bu,kita ini mertuanya Dea, Beberapa bulan yang lalu Dea menikah dengan anak saya,Ini Deandra buk,dia sedang hamil sekarang" Jelas mama Ratna sambil tersenyum karena ibu panti ragu dengan mereka.


"I-ini nak Dea?" Tunjuk ibu panti pada Dea seakan tidak percaya jika bayi yang diasuhnya dulu sudah tumbuh menjadi gadis cantik dan sedang mengandung.


"Buk,Dea kangen sama ibu" tangis Dea pecah setelah cukup susah menahan tangisnya saat melihat ibu panti tadi. Mereka berpelukan cukup lama saling melepas rindu.


"Jadi gini Dea,dulu kamu dibawa oleh seorang ibu yang tubuhnya penuh darah, kira-kira umur kamu baru 5 bulan.Ibu itu adalah mama kamu, beliau datang tengah malam dengan keadaan lemah.Dia menyerahkan sebuah surat untuk kamu nak, beliau juga memberitahu ibu nama kamu, lalu saat kami ingin membawanya ke rumah sakit, mama kamu meninggal karena kehilangan banyak darah"jelas ibu panti yang masih mengingat betul kejadian malam itu.


Dea menangis tersedu-sedu di pelukan mama Ratna yang juga ikut menangis.Ibu panti berdiri untuk mengambil surat yang dulu dititipkan untuk Dea. Dea menerima surat itu lalu membacanya teliti.


"Dea sayang, maafin mama dan papa yang udah ninggalin kamu sendiri.Maafin mama yang udah nitipin kamu di panti asuhan. Mama hanya ingin melindungi kamu nak,malam itu saat papa dan mama pulang dari acara keluarga mobil kita di hentikan oleh sekelompok preman yang membawa senjata tajam. Papa dan mama ditikam,mama berhasil melarikan diri dengan keadaan yang sekarat ,mama nulis surat ini agar jika kamu besar nanti kamu nggak membenci Papa dan Mama.Nak kalau kamu kesusahan kamu minta bantuan sama Om Rudi dan Tante Ratna ya,mereka bakal bantuin kamu, Arga kecil juga bakal jagain kamu sayang.Mama sayang Dea.


Adira Sanjaya


Dea menangis melihat surat itu,Dea tidak menyangka orang tuanya mati dengan cara seperti itu. Dea memang perutnya yang terasa nyeri.Dea mulai pucat, keringat mulai membasahi wajahnya,Dea berusaha untuk kuat.


"Sayang kamu yang sabar ya" mama Ratna mengusap punggung Dea untuk menenangkan ibu hamil itu.


Dea berusaha mengontrol dirinya agar tidak terlalu larut dalam kesedihan supaya kandungnya tidak bermasalah.


"Bu,makam ibu saya dimana?" Tanyanya ke ibu panti, karena hanya ibu panti yang tau makam ibunya.


"Mari ibu antar nak"ibu panti membimbing mereka ke makam ibu Adira.


Mereka berdiri di depan gundukan tanah yang sudah ditumbuhi rumput dan terdapat nisan yang terdapat nama"Adira Sanjaya" .

__ADS_1


Dea berlutut di samping makam ibunya.


"Bu,maafin Dea yang baru datang sekarang .Dea udah nikah Bu Dea juga udah hamil, Kapan-kapan Dea ajak mas Arga kesini ya Bu.Ibu sama bapak bahagia ya disana,Dea sayang kalian"Dea mengucapkan doa sambil menangis ternyata orang tua yang dicarinya sudah meninggal. Mama Ratna dan papa Rudi tidak bisa berkata-kata. Mereka terdiam karena melihat makam Adira.


__ADS_2