
"Permisi Tuan" Dimas masuk ke ruangan Arga sambil bertanya-tanya di dalam hati kenapa bos memanggilnya.
"Kamu udah selesai selidiki Keisha kan?" Tanya Arga tanpa basa basi.
"Sudah Tuan, semuanya sudah saya kirim beberapa hari yang lalu,mungkin belum tuan cek" Jawab Dimas karena ia memang sudah mengirim semua informasi tentang Keisha secara rinci ke email Arga.
"Kamu boleh keluar sekarang"
Dimas meninggalkan tempat itu dengan perasaan lega, karena ternyata dia tidak membuat kesalahan.
Arga segera mengecek berkas yang dikirim Dimas,dan ternyata benar berkas itu sudah dikirim beberapa hari yang lalu.
Arga menemukan bukti bahwa Keisha memang menjalin hubungan dengan Riko,dia juga tidak bisa mengandung karena suatu alasan.Arga merasa marah karena dia dibodohi oleh Keisha.
Arga melihat ada beberapa foto yang menunjukkan Keisha dengan seorang lelaki.Arga melihat ternyata itu memang Riko,persis seperti yang ada di taman bersama Dea.
"Nah kan ,nyesel kan Lo?" kata Adnan marah.
"Nan Lo tau nggak Dea dimana?" tanya Arga kalang kabut.
"Mungkin nggak sih gue jauh-jauh kesini nyariin Dea kalau gue tau keberadaan Dea" jawab Adnan malas.
Arga tak merespon,dia langsung mengambil kunci mobilnya dan langsung menancapkan gas , tujuan utamanya sekarang adalah apartemen Keisha.
Arga mengetuk pintu dengan keras,namun tak ada yang membuka.Arga menelfon Keisha berkali-kali namun tak ada jawaban.Arga mencari ke club Riko namun mereka berdua hilang seakan di telan bumi.
Sementara itu Sindi dan Adnan juga sibuk mencari Dea.Mereka mulai mendatangi beberapa tempat yang sering dikunjungi oleh Dea.Adnan sangat khawatir karena ia tahu kondisi Dea memburuk.
Adnan memberitahu istrinya tentang Dea .Sindi menangis tersedu-sedu karena baru tahu ternyata sahabatnya sedang sakit.
*****
"Dimana dia?" Tanya Keisha yang baru sampai di tempat penyekapan Dea.
"Sayang kamu udah sampe?Tuh dia ada di dalem" sahut Riko yang menanti kedatangan Keisha.
Brukk
Keisha menendang pintu dengan kasar,ia menatap kursi kosong yang ada di ruangan itu. Keisha berteriak memanggil Riko dan penjaga lainnya.Dia menanyakannya keberadaan Dea namun mereka semua hanya diam karena mereka tidak tahu kemana perginya Dea. Mereka mulai mencari Dea ke sekitar atas perintah Keisha.
"Dasar nggak becus,ngurus satu perempuan aja nggak bisa" bentak Keisha.
"Sayang kamu tenang ya, kalaupun dia melarikan diri pasti belum jauh dari sini" Riko menenangkan Keisha.
"Gimana mau tenang sih, kalau sampe bos tau bisa habis kita" kata Keisha gemetar.
"Kalau gitu aku ikut cari Dea duluh ya"Riko menyusuri beberapa gang kecil di desa itu,yang lainnya mencari Dea ke hutan karena kemungkinan Dea berlari ke hutan.
__ADS_1
"Kemana perginya sih ,kok cepet banget hilangnya" gumam Riko.
****
"Arrrghh sial,kemana kamu Dea" Arga berteriak frustasi.
"Maafin aku De, harusnya aku jemput kamu malam itu"
"Aku harus cari kamu kemana sekarang De hiks hiks"Tangis Arga membayangkan betapa ketakutan Istrinya saat itu.
Arga tak henti-hentinya meneguk alkohol karena frustasi.Dia sudah menghabiskan belasan botol alkohol sendiri. Arga terus merutuki kebodohannya yang menyebabkan Dea hilang.
Arga mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari Keisha dan Riko serta mencari Dea.Arga membuka galeri di hpnya dan melihat foto di danau bersama Dea, tanpa sadar air matanya sudah mengalir di pipinya,dia sadar dia sangat merindukan sosok istri.
"Tuan,makan malamnya sudah siap" kata Bi Ida yang khawatir karena tuannya sudah minum sejak siang tadi.
"Hmm"
"Kalau begitu saya pamit pulang Tuan" Bi Ida melangkahkan kakinya meninggalkan kamar itu namun ia tidak pulang begitu saja,dia menghubungi Adnan dan mengatakan keadaan Arga.
Arga memeluk foto Dea sambil terisak . Dia berjalan ke arah dapur berharap Dea sedang memasak disana ,namun semua itu hanya harapan Arga.
"Arga!!!"
Adnan masuk dengan emosi dan langsung menonjok muka Arga.Arga tidak melawan, dia pasrah karena dia sedang mabuk.
"Lo pikir Lo bisa nemuin Dea dengan minum-minum kayak gini?" bentak Adnan
"Cuma kita harapan Dea Ga,dia mungkin kesakitan dan lo disini malah asyik minum,Lo pikir dong gimana keadaan anak Lo sekarang, mungkin aja kan Dea udah mau lahiran "
"Ya maaf Nan,gue juga nggak mau kayak gini,gue juga khawatir ,tapi gue harus cari mereka kemana" Sahut Arga lemah.
"Khawatir? disaat Dea SMS malem itu , nelfon Lo berulangkali ,kemana rasa khawatir Lo itu?" Tanya Adnan .
"Please bantu gue temuin Dea Nan ,Gue nyesel banget" mohon Arga pada Adnan sambil berlutut dan mengatupkan kedua tangannya.
Adnan dan Arga terus beradu mulut,hingga akhirnya mereka lelah dan berhenti.Adnan ingin mengikuti permainan Keisha.Mereka berdua mengatur rencana untuk menjebak Keisha.
*****
Keisha sedang gelisah karena Dea masih belum ditemukan padahal hari sudah larut.Keisha terus memarahi anak buah yang tidak becus,mereka tidak berani menatap Keisha ataupun menjawabnya, mereka hanya menundukkan kepala karena takut.
"Sayang udah dong, jangan marahin mereka gitu, mereka jadi takut loh" kata Riko menenangkan Wanita disampingnya itu.
"Kali ini kalian selamat,tapi nggak lain kali" ancam Keisha lalu pergi ke apartemennya bersama Riko.
Sementara itu,ada satu anak buah yang tak kalah gelisah sedari tadi.Dia terus menyeka keringatnya , tangannya berkeringat, wajahnya memucat.Anak buah itu menatap anak buah lainnya yang seperti ingin menerkamnya.
__ADS_1
.
"Ayo bu tarik napas,buang"
"Arghhhhh"
"Terus Bu,sedikit lagi"
"Arghhhhh hah hah hah" Napas Dea terengah-engah.
Hoek Hoek Hoek
"Wah selamat ya Bu, anaknya....."
Belum sempat bidan itu menyelesaikan ucapannya,Dea sudah pendarahan hebat tubuhnya melemah dan langsung pingsan.
Karena di desa itu hanya ada satu rumah sakit,mereka harus mengantar Dea ke rumah sakit dari sebuah puskemas kecil tempatnya melahirkan.Dea segera dilarikan ke rumah sakit itu.
******
Prankk
"Anjing Lo ngaggetin aja" teriak Adnan yang terkejut karena Arga menjatuhkan botol minumannya tadi.
Namun Arga tak menyahut ucapan Adnan , tubuhnya melemah ,dia merasa ada yang janggal.
"Nan,Dea baik-baik aja kan?" Tanya Arga khawatir.
"Eh Lo kenapa Ga,sini bangun muka Lo pucet anjir"
Arga mengikuti arahan Adnan,dia duduk di sofa dengan perasaan gelisah.Arga langsung meraih jaket dan kunci mobilnya. Adnan yang melihat Arga beranjak langsung mengejar Arga karena takut terjadi sesuatu.
Arga memutuskan untuk mencari Dea bagaimanapun caranya.Dia bahkan mendatangi semua rumah kenalan Dea.
Namun dia ragu untuk mendatangi rumah ayah Romi, jadi dia hanya mengawasi dari jauh dan sepertinya Dea tidak berada disana.
***
"Kondisi Pasien kritis"
.
.
.
.
__ADS_1
.
Yuhuuuu jangan lupa like vote dan komen ya ❤️