
Hari berikutnya,Arga dan Dea tetap tidak berbaikan,Dea enggan berbicara dengan Arga sedangkan Arga selalu membujuk Dea. Dea bangun pagi menyiapkan sarapan dan pakaian Arga , setelah itu ia tidur lagi .
"Sayang,aku berangkat kerja duluh"
"...."
"Sayang"
"Iya aku dengar kok"
"Aku berangkat ya" Arga mengecup kepala Dea.
Arga ke kantor seperti biasanya,namun suasana hatinya kacau karena Dea terus mendiaminya.Arga memasuki perusahaan dengan gaya elegan dan muka datar,dia tidak pernah membalas sapaan karyawan.
Arga mulai mengerjakan tugasnya,dia membolak-balik berkas-berkas yang ada di depannya.
Tok Tok
"Masuk"
"Ga,aku kangen kamu"
Arga mengangkat kepalanya menatap siapa yang datang, emosinya langsung naik melihat Keisha.
"Ngapain lagi kamu kesini?"
"Jangan gitu dong Ga,aku kangen kamu"
"Sebelum aku kasar mending kamu pergi sekarang"
"Kamu jangan gini dong sama anak kita"
"Aku nggak peduli,pergi sekarang!"
Keisha meninggalkan Arga dengan hati yang kesal,dia pikir kedatangannya akan disambut dengan baik oleh Arga namun dia malah diusir.
"Liat aja Arga,aku akan buat kamu menangis darah" Batin Keisha.
*****
"Jadi gimana keadaan saya dok?" Tanya Dea yang pergi ke rumah sakit melakukan check up untuk memeriksa penyakitnya, karena tadi pagi Dea merasa sangat lemah jadi dia memutuskan untuk ke Dokter.
"Bu,apa nggak sebaiknya kita melakukan operasi Caesar? Kondisi ibu nggak memungkinkan untuk melahirkan anak ibu"
"Nggak dok saya kuat kok,saya nggak mau operasi Caesar,saya mau anak saya sehat"
"Kalau gitu jangan lupa vitaminnya diminum ya Bu sama kontrol teratur ke dokter"
__ADS_1
"Iya dok kalau gitu saya pamit duluh ya dok"
Dea tidak pulang ke apartemen,dia pergi ke rumah mama Ratna dan papa Rudi karena ada hal penting yang ingin mereka bicarakan.
Tidak lama kemudian,Dea sudah sampai di rumah mama.Mama langsung mengajak Dea ke ruang kerja Papa Rudi karena papa Rudi sudah menunggu di dalam.
"Nak,kamu udah sampe,kamu sama siapa kesininya?"
"Iya pa,aku tadi naik taxi pa "
"Kita langsung aja ya,jadi papa mau kasih ini dari mendiang papa kamu Hendra" Papa Rudi menyerahkan sebuah map yang dia sendiri juga belum Pernah buka.
"ini apa pa?"
"Buka aja nak,papa juga nggak tau isinya apa,tapi pengacara papa kamu memberikan itu ke Papa"
Dea membuka map itu, matanya terbelalak melihat isi map itu. Air mata Dea mengalir lagi,Dea mengingat mendiang orang tuanya.Dea tidak menyangka orang tuanya akan meninggalkan ini untuknya.
Papa Rudi dan mama Ratna ikut melihat isi map itu,mereka tak kalah terkejutnya dengan isi map itu,Mereka saling melempar tatapan dan tersenyum.Mama Ratna memeluk Dea,Dia yakin Dea pantas mendapatkan itu semua.
"Dea nggak nyangka mereka ninggalin ini untuk Dea"
"Syukurin aja nak, anggap aja ini hadiah dari Tuhan"
"Iya sayang,kamu pantas mendapatkan ini"
Ternyata isi map itu adalah semua harta kekayaan Hendra Johansson diwariskan kepada putri satu-satunya yaitu Dea.Dea langsung menandatangani surat itu dan ingin menemui pengacara untuk membalik nama semua harta itu untuk putrinya kelak.
Dea tertidur hingga Arga pulang.Arga melihat Dea tertidur pulas jadi tak tega membangunkannya,Dia memasak makan malam agar jika Dea bangun dia bisa langsung makan pikirnya.
Arga membersihkan tubuhnya karena terasa lengket dan bau amis akibat keringat.Dea bangun karena mendengar suara gemercik air dari kamar mandi,Dea melihat jam matanya melotot karena ternyata sudah selama itu dia tertidur.
"Sayang kamu udah bangun?Kamu cuci muka gih , abis itu kita makan aku udah siapin makanan di bawah"
"Maaf aku ketiduran"
"Nggak apa-apa kok sayang kamu pasti kecapean beresin kamar sebelah sendiri, harusnya kamu tunggu aku pulang"
"Aku bisa sendiri kok"
"Sayang besok asisten rumah tangga yang aku omongin waktu itu akan datang,dia udah nikah dan punya anak 2"
"Oh oke"
Arga menghembuskan nafasnya pelan,Dia tidak tau harus membujuk Dea dengan cara apa lagi.Arga ingin Dea ceria seperti biasanya. Arga menunggu Dea selesai karena takut jika Dea turun sendirian di tangga.
Saat Dea hendak turun,Arga memegang tangan Dea dan menyuruh Dea turun dengan perlahan agar tidak jatuh.
__ADS_1
********
Kini mereka semua berada di bandara untuk mengantar mama dan papa yang ingin berlibur.Disana ada Dea, Arga, Sindi dan Adnan yang mengantar mereka.Dea memeluk tubuh Mama Ratna dengan erat, perasaannya tidak enak sejak tadi.
"Ma,Dea bakal kangen banget sama mama"
"mama kan nggak lama sayang,nanti mama bawa oleh-oleh banyak deh buat kamu sama Dede bayi"
"Arga kamu jaga Dea, jangan sampai dia kenapa-kenapa" Ujar Papa Rudi menatap Arga tajam.
"Iya pa aku bakal jaga istri aku" Arga merangkul perut Dea dari belakang.
"Kita berangkat dulu ya,Dea sayang,Arga,Sindi, Adnan" pamit mama Ratna sebelum menghilang di banyaknya orang yang berlalu lalang.
Saat Mama Ratna dan papa Rudi sudah tak terlihat,Dea masuk ke pelukan Arga dan menangis sekencang mungkin.Dia melepaskan semua unek-uneknya ,dia memeluk tubuh Arga dengan erat.
"Sayang udah ya jangan nangis, mama nggak lama kok"
"maaf" Dea melepaskan pelukannya dan berlalu ke mobil duluan menahan malu.Arga yang melihatnya tersenyum geli.Arga menatap Adnan yang juga sedang menatapnya,sindi sudah berlalu menyusul Dea.
"Gue punya informasi tentang Keisha" kata Adnan serius.
"Apaan tuh?"
"Kita ngobrol nanti biar aman"
Mereka tidak langsung pulang,mereka bermain di sebuah danau.Dea duduk karpet yang dibentang di rerumputan hijau.Arga duduk disamping Dea menatap anak-anak yang berlarian kesana kemari.
Adnan dan Sindi pergi berfoto-foto mengabdikan momen kebersamaan mereka.Arga yang melihat itu merasa cemburu.
"Sayang aku pengen foto bareng kamu juga"
"Apaan sih lebay"
"Sekali doang sayang,please"
"Ya udah ayo"
"Dek, boleh tolong fotoin kita nggak" Arga memanggil seorang anak kecil untuk meminta tolong .
Arga dan Dea berpose mesra,Arga memeluk pinggang Dea erat,Dea memegang lengan Arga, mereka tersenyum manis melihat ke arah kamera.Arga melihat hasilnya yang bagus,Arga menjadikan foto itu sebagai wallpaper hpnya.
"Sayang maafin aku ya"
"Kamu janji nggak akan ulangin lagi?"
"Aku janji sayang,aku nggak akan ngilangin lagi "
__ADS_1
"Aku bakal bantuin kamu untuk membuktikan kalau kamu nggak bersalah"
"Makasih sayang" Arga mendekap tubuh mungil Dea.