
"Jadi ini tempatnya?" tanya Dea memastikan saat berada di depan apartemen Keisha.
"Iya De,ingat Dea kamu nggak boleh emosi" Ujar Adnan tak mau ambil resiko.
"Ayo kita masuk"Sindi menarik tangan mereka untuk masuk.
Sementara di tempat Keisha,Arga merasa tubuhnya panas, seperti ada yang bergejolak di dalam tubuhnya.Arga menatap Keisha,dalam pandangannya Itu adalah Dea.
Arga mendekati Keisha, memeluknya , mengangkat tubuhnya dan membawanya ke sofa.Mereka mulai bercumbu mesra .
"Pintunya nggak dikunci?"Tanya Sindi heran.
"Wah kesempatan nih,ayo masuk" Ajak Adnan karena tidak terima jika Arga menyakiti Dea lagi .
"Semangat amat lu pada, kayak abis menang undian aja Lo" sindir Dea santai karena tidak mau terlihat menyedihkan padahal hatinya sangat hancur.
Sindi dan Adnan menghentikan langkahnya lalu membalikkan badan menatap tajam ke arah Dea.
"Woi kalem bro,kita kesini bukan mau ribut, ayo cari laki gue" Dea mendahului mereka dan masuk ke ruang tengah apartemen itu.
Mata Dea melotot, jantungnya berdegup kencang, rasanya dia tidak bisa bernafas lagi.Dadanya sesak,air mata Dea mengalir tanpa henti.Tubuhnya lunglai dan terjatuh ke lantai.
"Sayang"Arga membalikkan badan menatap Dea tubuhnya bergetar ketakutan,Dia berlari ke arah Dea seakan pengaruh obat di dalam tubuhnya hilang seketika.
"Honey" lirih Dea .
"Sayang maafin aku,aku bakal jelasin semuanya" kata Arga sambil menangis memohon Ampun Kepada Dea.
"Aku lebih percaya yang terlihat daripada yang terucap , jangan temuin aku" tegas Dea mencoba berdiri dan keluar dari apartemen itu.
"Gila Lo Ga,tega banget tau ngga?"ujar Adnan kecewa,bukan ini yang ia inginkan,Adnan pikir semuanya tidak sekacau ini.
"Dasar brengsek,mbak Keisha juga nggak tau malu,suami orang masih aja diembat dasar pelakor" Teriak Sindi emosi.
"Heh berani banget kamu ngomong gitu,emang kamu siapa"balas Keisha .
"Ya gue orang lah,bego banget lu,Mas Arga yang terhormat jika anda berani mengganggu Dea lagi saya nggak akan tinggal diam"Ancam Sindi.
"Udah sayang ayo kita pulang" Ajak Adnan tak mau istrinya bertingkah lebih jauh.
"Arggghh" teriak Arga histeris.
"Ini semua gara-gara kamu"tunjuknya ke wajah Keisha.
"Loh kok aku sih Ga,aku kan disini sama kamu dari tadi" Keisha berlagak bodoh.
"Nggak usah berlagak bodoh sha,kamu masukin sesuatu kan ke minuman aku?" Tanya Arga penuh selidik.
"Aku nggak ngerti maksud kamu Ga,Aw perut aku" Keisha memegang perutnya .
"Kamu kenapa sha? Perutnya kenapa?" Tanya Arga melembut.
"Perut aku sakit Ga, kayaknya Karena aku terlalu emosi deh" bohong Keisha agar Arga luluh.
__ADS_1
"Maafin aku Sha,aku nggak bermaksud gini,kamu istirahat ya"Arga mengantar Keisha ke kamar.
"Ga kamu nggak nginep?" Tanya Keisha.
"nggak sha keadaanya lagi nggak memungkinkan" Jawab Arga.
"Aku balik duluh ya,jaga kandungan kamu " Katanya lagi .
*****
"Lo mau kemana sekarang De" Tanya Sindi pelan.
"Terserah aja,gue nggak mau ketemu Arga dulu" jawab Dea lemah wajahnya tidak seceria saat datang tadi.
"Gimana kalau ke rumah kita aja De,nanti kalau Arga tanya kamu ngumpet aja gitu" Usul Adnan agar Dea tidak kenapa-kenapa.
"Iya De,nanti gue yang hadapin tuh si Arga" nimbrung Sindi .
"Gue terharu banget sih sama kebaikan kalian,emang tujuan gue dari awal ke rumah Kalian" Ucap Dea santai.
"Serah Lu Deandra" Kata Sindi kesal
******
Tok Tok tok
"Arga, ngapain Lo kesini malam-malam?" Tanya Adnan basa basi.
"Mana Dea" tanya Arga to the point.
"Gue tau Dea ada disini,jadi tolong gue mau jemput istri gue" Ujar Arga serius.
"Ga,Lo periksa aja kedalam ,gue udah liat kelakuan Lo sama Keisha,gue nggak nyangka Lo mau aja ditipu sama dia " Kata Adnan meremehkan Arga.
"Lo nggak ngerti keadaanya Nan"Ucap Arga sendu.
"Gue ngerti kali Ga,nggak bisa apa Lo nunggu gue dapetin rekaman CCTV hotel itu? "Tanya Adnan emosi.
"Nunggu?Sampai kapan Nan?Sampe anak gue yang dikandung Keisha lahir? "sahut Arga tak kalah emosi.
"Bego lu,emang Lo yakin itu anak Lo?Lo sendiri bahkan nggak punya bukti kalau itu anak elu Ga"Kata Adnan yang ingin membuka pikiran Arga.
"Makanya Nan,gue turutin kemauan Keisha buat ngulur waktu sampe gue tau semuanya"Jelas Arga.
"Ngulur waktu? Terus perasaan Dea Gimana?Dea yang jelas-jelas ngandung anak Lo.
Gini deh ,gue bakal bantuin Lo asal Lo nggak sakitin Dea lagi."Adnan memperingati Arga lalu masuk menutup pintu dengan keras.
Arga termenung memikirkan kata-kata Adnan.Dia teringat bayang wajah Dea yang tersenyum kearahnya, memeluknya dengan erat, Menggenggam tangannya.
"Sayang maafin aku" ucapnya lirih hampir tak terdengar.
Setelah itu Arga pulang lagi ke apartemen .Dia melihat semua baju Dea masih tersusun rapi dilemari.
__ADS_1
Arga merindukan sosok istrinya.Belakangan ini mereka jarang berinteraksi karena Arga sibuk mengurus Keisha.
"Kamu dimana sayang,aku mohon kamu pulang ke rumah" Isak Arga .
*****
"Arga udah pulang?"Tanya Dea pada Adnan .
"De,Lo nggak mau pulang, kasian Arga Dea"ujar Adnan karena Arga terlihat menyedihkan.
"Kasian?Terus gue nggak menyedihkan gitu?Disini gue korban ,hati gue juga hancur" Dea kembali terisak karena sejujurnya dia juga merindukan suaminya.
"De Lo yang sabar ya, semua pasti baik-baik aja kok"ujar Sindi mengusap punggung Dea.
"Sebenarnya apa yang terjadi diantara mereka?"Tanya Dea yang diarahkan untuk a
Adnan.
"Kenapa natap gue ?"Tanya Adnan karena merasa terintimidasi.
"Gue tau Lo punya jawabannya"Jawab Dea dingin.
"Gue nggak tau De" Dusta Adnan karena takut Dea emosi lagi.
"Jawab nggak?"Serempak Sindi dan Dea membuat Adnan gugup.
"Oke jadi gini,Arga dijebak sama Keisha untuk memasuki sebuah hotel,lalu setelah beberapa hari Keisha datang dan mengaku hamil,dan mengancam Arga akan memberi tahu Dea jika Arga menolak permintaannya,Arga nggak mau Lo sakit hati De"Jelas Adnan panjang lebar.
"Tapi Lo yakin itu bukan anak Arga?" tanya Dea lagi.
"Nggak lah,Keisha itu pernah kerja di club malam, Mungkin gak sih dia hamil anaknya Arga"jawab Adnan santai.
"Tapi Arga kan punya kekuasaan, kenapa nggak selidikin aja?" Tambah Sindi penasaran.
"Nah itu dia sayang,semua jalan untuk menggali informasi tentang Keisha itu sulit banget, informan yang dikirim Arga sampai sekarang belum balik, CCTV hotel masih belum bisa dipulihkan,Aneh nggak tuh" ujar Adnan lagi .
"Mungkin nggak sih Keisha dalang dari itu semua?"Dea curiga itu perbuatan Keisha.
"Udah De kita lanjutin besok,ibu hamil nggak boleh tidur kemalaman" Adnan mengingatkan Dea untuk menjaga pola tidurnya.
"Iya bapak dokter,gue tidur duluan ya" pamit Dea dan mereka semua beristirahat dari hari yang menyakitkan itu terutama untuk Dea.
.
.
.
.
.
Guys sampai sini duluh ya
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan komen ya guys ❤️