
Dibandara, seorang lelaki dengan tubuh tegap kulit putih dan celana jeans serta kemeja yang kancing atasnya sengaja dibuka untuk memperlihatkan dada bidangnya.
Dengan kacamata gelap membuat penampilan Denis semakin memukau.
Ya , Denis telah kembali dan disana sudah ada Keisha yang menunggu kedatangan bosnya.
"Welcome bos" sapa Keisha.
"Hm, kita langsung ke tempat Dea aja" perintah Denis,tapi bukan Keisha namanya jika tidak bisa membujuk.
"Em kayaknya tunggu malem aja bos, soalnya terlalu mencolok jika pergi di siang hari seperti ini"jawab Keisha.
"Terserah kamu,antar saya kehotel aja"Denis mengikut saran Keisha karena ada benarnya juga,jika ia pergi di siang hari, orang-orang yang melihat pasti Curiga.
.
"Ga,Ga, Arga teriak Adnan saat menyusuri lorong menuju ruangan Arga, Dinda yang melihatnya hanya bisa melongo.
"Arga gawat" ucapnya tiba-tiba saat didepan pintu.
Arga menolehkan kepalanya ke asal suara
"Lo udah nggak waras?"
"Lo juga bakal nggak waras kalau tau ini,Denis baru saja tiba di bandara" Adnan mengenal Denis karena Sindi pernah menceritakan siapa Denis dan menunjukkan foto Denis.
"Denis?Lo kenal?" Tanya Arga.
"Kenal lah, mantan pacar Dea kan?'' Tanya Adnan balik tanpa disaring.
"Kampret lu,terus hubungannya sama gue apa?"kesal Arga karena cemburu mengakui jika Denis memang mantan kekasih istrinya.
"Emang Lo nggak takut gitu,Denis itu balik buat rebut Dea dari lu" ujar Arga santai karena belum tahu siapa Denis .
"Wait" gumam Arga yang masih didengar Oleh Adnan.
"Kenapa lo?"
"Ikut gue sekarang,gue ceritain di mobil" Arga langsung mendahului Adnan karena terburu-buru.
Adnan mengejar Arga karena penasaran apa yang ingin diceritakan oleh Arga,
Kayaknya penting banget. batinnya.
Di mobil Arga menceritakan semuanya, dia menemukan info penting di hp Keisha tempo hari.
#flashback
Saat Keisha di toilet Arga membaca semua pesan yang dikirim Denis.
Kalau kamu berani main-main aku akan laporkan kamu ke polisi kalau kamu seorang pengedar narkoba!!!!
"Jadi Keisha pengedar" gumam Arga.
#Flashback off
"Wah parah sih tuh cewek,gila yah nggak ada otak emang" umpat Adnan.
"Eh tapi kita harus kemana sekarang?" Tanya Adnan lagi.
"Lo bisa diem nggak?" omel Arga.
__ADS_1
Adnan tak menyahut lagi karena takut dimarahi lagi oleh Arga.
Beberapa menit kemudian mereka tiba dirumah ,Arga masuk untuk mengecek apakah Dea masih aman atau tidak.
Arga merasa lega karena ternyata Dea masih terbaring di kasurnya.
Arga menyuruh anak buahnya memperketat pengamanan dan menyuruh orang yang membuntuti Denis untuk terus mengawasi mereka termasuk Keisha dan juga Riko.
.
"Hahhh akhirnya tiba juga di tanah air, kayaknya papa sama Mama nggak perlu tahu deh kalau aku balik,nanti kalau urusan aku udah selesai semua baru deh aku kasih tau mereka " gumam Denis saat sedang berbaring di kamarnya.
"Apa aku temuin Tania ya,atau temuin Dea aja
Akhhh seneng banget deh punya 2 cewek cakep" gumamnya lagi sambil tersenyum .
.
Keisha menemui Arga yang sudah kembali ke kantor tadi,
"Ga kamu yang nyembunyiin Dea kan?" Tanya Keisha penuh selidik.
"Setelah sekian lama Dea menghilang kenapa baru kepikiran untuk nanya sama aku?" Tanya Arga balik.
"Jadi bener Dea sama kamu?" Tanya Keisha lagi.
"Nggak tuh, ngapain aku cari istri aku hahahaha" Arga puas bisa membuat Keisha panik.
"K-kamu kenapa?" Keisha mulai gugup.
"Aku seneng karena udah ngumpulin bukti seorang pengedar" jawab Arga sambil tersenyum licik.
"Sial"Keisha langsung berlari ke pintu untuk kabur,namun sayangnya Adnan sudah mengunci pintu dari luar.
"Dari mana kamu dapet foto itu Hah!?" Karena setau Keisha tidak ada orang lain yang mempunyai foto itu selain dia,Riko dan juga Denis.
Apa Riko berkhianat?tapi kan nggak mungkin
Batin Keisha.
"Kamu nggak perlu tahu,yang penting ini sangat berguna" sahut Arga.
"Cih kamu nggak tahu kan kalau Adnan selama ini menyimpan rasa untuk Dea,begitu juga dengan istri kamu" teriak Keisha mencoba untuk memutarbalikkan keadaan.
Adnan yang mendengar ucapan Keisha langsung masuk
**Plakk
plakk**
Adnan menamparnya di kedua pipinya.
"Ga Lo jangan dengerin Anjing lagi gonggong"
Arga mendekati Adnan menatapnya tajam,Adnan memundurkan langkahnya sejajar dengan Keisha yang tersenyum puas.
Begitu berada di dekat mereka,Arga mengalihkan pandangan ke Keisha dan,,,,,,
**plak
plak
__ADS_1
plak
plak**
Arga menamparnya lebih banyak dari Adnan,Adnan melongo karena Arga memukul perempuan. Adnan jadi ngeri untuk mengganggu Arga lagi.
"Jangan berusaha rendahin Dea seperti kamu,Dea wanita paling suci, jadi cukup fitnah istri aku" Arga memberi peringatan kepada Keisha yang terdiam dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya.
Jadi gini rasanya ditampar Arga,kok sakitnya di hati ya , Batin Keisha.
Keisha kecewa karena Arga tega menamparnya disaat dia masih mencintainya.
Drrrttt Drttt Drttt
Hp Arga bergetar di atas meja,Arga mengambilnya.
"Hallo" ucap Arga
"Mas tolong pulang sekarang,Dea kritis mas" Ujar Sindi sambil menangis.
Tanpa menunggu lagi,Arga menarik tangan Adnan untuk Pergi,mukanya memerah karena khawatir.Adnan yang bingung apa yang terjadi hanya diam karena takut pada Arga.
"Ga ada apa" Akhirnya dia berani bertanya walaupun takut .
"Dea kritis Nan,hiks hiks hiks" Arga yang sedari tadi menahan tangisnya kini meluapkan semuanya.
Adnan tidak menyahut lagi,dia terus diam sampai tiba di rumah dia tidak ikut bergabung bersama mereka,dia duduk di depan teras rumah sambil melamun.
Arga tidak menyadari jika Adnan ketinggalan di bawah , langsung naik ke kamar Dea.
Didepan pintu sudah banyak orang yang menunggu.
"Ma gimana keadaan Dea?"Tanya Arga pada mamanya.
"Nggak tahu nak, masih diperiksa Dokter, kamu yang sabar ya" Mama Ratna memeluk putranya.
Setelah menunggu, keluarlah dokter dari kamar Dea.
Arga langsung menghampiri dokter itu.
"Dok gimana keadaan istri saya" yang lain juga ikut mengerumuni dokter kecuali Sindi yang sedang menggendong baby Zeana.
"Ibu Dea baik-baik saja,tapi kemungkinan untuk bangun sangat kecil" jelas dokter membuat semuanya tenang.
"Tapi masih ada kemungkinan dok" jawab Arga tersenyum.
"Baik kalau begitu saya permisi ya semuanya" Dokter pamit dan Arga mengantarnya ke bawah, namun didepan Adnan sudah tidak ada,Arga langsung naik kembali saat dokter sudah pulang.
"Mas tadi Dateng sendiri?" Tanya Sindi begitu Arga tiba dikamar Dea, karena yang lain juga sudah berkumpul disana.
"Nggak,tadi aku sama....."
"Adnan mana"? Tanya Arga pada mereka semua, namun mereka menggelengkan kepala mereka.
"Tadi mas Naik sendiri,nggak bareng Adnan" jawab Sindi.
"Kemana lagi tuh anak, jelas-jelas tadi dia itu turun duluan"jelas Arga.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa dukung author guys