
Guys maaf ya Author baru up lagi padahal udah mau end😠soalnya author kemarin kehabisan kuota guys jadi baru bisa up sekarang.
.
.
"Sayang ya Ampun hiks hiks hiks akhirnya jika Termikasih ya Tuhan hiks" Arga memeluk erat tubuh Dea. Dia bersyukur karena akhirnya doanya dikabulkan.
"Honey aku haus " ujar Dea dengan nada lemah.
Arga mengelap air matanya dan segera turun mengambilkan air untuk Dea, orang-orang rumah bingung melihatnya yang berlari menuruni tangga dengan mata sembab namun wajah yang sangat ceria.
"Kenapa lagi nih bocah" Adnan yang sedang bermain bersama baby Zeana menatap malas ke Arga.
Arga yang niatnya langsung naik kembali ke atas setelah mengambil air tiba-tiba berhenti di tempat.
"Eitss nggak semudah itu,Lo kenapa sih?" Adnan menarik ujung baju Arga dengan kuat hingga Arga tidak bisa melangkah.
Arga menoleh ke belakang menatap Adnan kesal
"Bisa nggak Lo nggak ganggu kebahagiaan gue"
"What? kebahagiaan? Lo sehat Ga" Adnan malah mengejek Arga karena selama Dea koma Arga selalu murung.
Arga melepas paksa tangan Adnan dari bajunya
"Udah ah ngomong sama Lo itu buang-buang waktu mending Lo ajak semuanya ke atas jangan lupa my princess,okey"
"Eh Arga ada apa sih" Adnan yang penasaran dengan begonya dia menuruti perkataan Arga.Dia mengajak semuanya naik ke atas termasuk baby Zeana.
Begitu mereka tiba di depan pintu, mereka melongo melihat apa yang di hadapan mereka.
Dea yang sedang minum dengan dibantu oleh Arga menoleh ke arah mereka dan tersenyum kecil.
"Hay semua" ucapnya lemah hampir tak terdengar.
"Ya Ampun sayang" mama Ratna dan Ibu Dina berlari memeluk Dea sambil menangis bahagia.
Bukan hanya mereka semua yang disana juga ikut menangis.
"DEA!!!!" Teriakan keras dari arah pintu membuat semua orang terkejut dan menoleh, terlihat seorang pria yang sedang menggendong seorang bayi.
Adnan menyerahkan baby Zeana ke Sindi dan maju mendekati Dea, sedangkan mereka hanya menonton,apa lagi aksinya kali ini , pikir mereka.
"Sumpah ya De,Lo itu udah buat gue khawatir 7 turunan 9 tanjakan 6 belokan deh pokoknya,Lo Kenapa bisa tidur selama itu sih,emang Lo nggak lapar apa?" Cerocos Adnan seperti orang gila dan hanya ditanggapi dengan senyuman oleh Dea.
__ADS_1
"Ya elah nggak usah sok anggun Dea,jawab kek jangan senyum doang" omelnya lagi karena Dea terkesan tidak peduli dengannya, padahal Dea memang tidak punya tenaga untuk menanggapi candaannya.
Plakk
Lagi-lagi Arga menggeplak kepala Adnan.
"Minggir Lo,bikin istri gue takut aja Lo kayak orang gila tau nggak"
"Hiss apaan sih Lo,Dea pokoknya Lo harus cepet sembuh,gue punya banyak banget cerita seru" Adnan tidak menggubris Arga ,dia sedang asyik mengobrol dengan Dea walaupun Dea tidak menjawabnya,dia hanya tersenyum.
Arga menarik paksa Adnan dari hadapan istrinya dan mengambil alih Baby Zeana dari Sindi agar Dea juga bisa melihatnya .
"Sayang ini putri kita, namannya Zeania Slovenia Wijaya,cantik kan? sama kayak kamu"
Dea mengangguk dan mengusap pipi anaknya lembut,dia belum bisa menggendong baby Zeana namun Arga membaringkan baby Zeana disampingnya sehingga Dea bisa lebih dekat dengannya.
"Honey anak kita cantik ya" ucap Dea lemah
"Nah kan,dari tadi kenapa nggak ngomong sih De,gue udah kayak orang gila ngomong sendiri ternyata Lo bisa ngomong " protes Adnan karena Dea tidak menggubrisnya tadi.
"Nan, mumpung gue lagi lemah mending Lo puas-puasin deh omelin gue, awas aja Kalau gue udah sembuh,mampus lu" Dea makin lama makin kesal dengan Adnan yang mulutnya tidak bisa diam.
"Nggak deh,gue ke bawah duluh ya. semuanya" Adnan takut mendengar ucapan Dea.
.
Disuatu tempat,Denis meringkuk kedinginan dan kelaparan, dia seperti gelandangan sekarang.
"Sial,ini semua karena Arga" Denis mengambil kesimpulan jika ini ulah Arga.
Denis nekat pergi ke rumah orangtuanya karena tidak tau harus kemana lagi,dia tidak mempunyai uang case(gini nggak sih cara nulisnya).
Saat mencoba menggunakan kredit card ternyata semua kartunya diblokir oleh papanya.Terpaksa dia mendatangi rumah orang tuanya.
Tok Tok Tok Tok
Pintu dibuka oleh mamanya, mamanya terkejut melihat putranya,dia langsung memeluk putranya karena baginya sebesar apapun kesalahan anaknya,dia tetap menyayangi anaknya sepenuh hati.
"Sayang kamu nggak apa-apa kan?" tanya mamanya.
"Nggak ma,papa mana?" Tanya Denis.
"Papa di dalem sayang,ayo masuk" Ajak mamanya.
"Siapa ma,kok lama banget sih bukanya?" Baru saja mereka ingin melangkah masuk,papanya Denis sudah muncul lebih dulu .
__ADS_1
"Pa,mama harap papa tenang ya" mama Denis tidak mau terjadi keributan lagi.
"Mau apa lagi kamu kesini hah!? belum puas kamu mempermalukan papa?" bentak papanya yang belum terima dengan kebenaran jika anaknya pembunuh.
"Pa, Denis mohon ijinin Denis masuk duluh" Denis memohon kepada papanya.
"Emang nggak punya malu kamu ya,Papa nggak akan biarin kamu masuk, mending sekarang kamu pergi!!!!" Papa Denis tetap pada pendiriannya untuk tidak akan memaafkan Denis.
"Oke Denis nggak akan masuk,tapi kasih tau sama Denis darimana papa tau soal ini?" Karena Denis sangat penasaran bagaimana bisa papanya tahu kejadian itu.
"Kalau nggak salah sih pengirimnya Keisha" jawab Papanya karena memang nama yang tertulis saat mengirim video itu adalah Keisha.
"Keisha?Papa yakin?" muka Denis memerah, ternyata selama ini Keisha mengkhianatinya,tanpa berpikir bagaimana mungkin Keisha mendapatkan videonya, dengan bodohnya ia percaya jika Keisha lah pelakunya.
Saat melangkahkan kakinya untuk meninggalkan rumah itu.....
"Jangan bergerak!!!!" Polisi sudah mengepungnya dengan senjata.
Denis melongo melihat apa yang dihadapannya,dia menoleh ke papanya.
"What?"
Papanya hanya diam tidak merespon.
#Flashback
Saat istrinya membuka pintu ia mendengar suara lelaki, jelas saja dia hafal pemilik suara itu,Papa Denis langsung menghubungi kantor polisi,dan melaporkan bahwa Denis ada dirumahnya.
Setelah itu dia keluar dan berpura-pura tidak tahu jika Denis ada disitu,dan dia berusaha mengulur waktu sampai polisi tiba.
#Flashback off
Denis diseret ke kantor polisi, dia mengutuk kebodohannya karena mendatangi rumah orangtuanya yang jelas-jelas tidak akan memaafkannya.
Seketika ia teringat akan Keisha yang mengkhianatinya,dia tersenyum licik.
.
Keisha yang lelah mencari Denis beristirahat di sebuah bar,dia meneguk beberapa minuman.
"Denis kemana sih,kok bisa hilang gini ya" gumam Keisha.
Setelah puas minum,dia keluar untuk pulang namun di depan bar sudah banyak polisi yang mengepungnya.
"Shit" umpat Keisha
__ADS_1