
"Aduh kepala gue sakit banget" Arga memegang kepalanya yang terasa sakit karena terlalu banyak minum alkohol. Arga menatap sekeliling dan langsung mengenali tempat itu.
Arga mencoba untuk mengingat kejadian semalam kenapa dirinya bisa berada disitu.
Moodnya langsung berubah mengingat kejadian itu.Dia meraih kunci mobil dan pulang ke apartemen untuk membersihkan dirinya dan pergi ke kantor.
Saat memasuki apartemen Arga berpikir kalau Dea sudah pulang.
"Dea!!!" Teriaknya.
"Dimana kamu hah?"
"Maaf Tuan,Non Dea belum bangun" kata bi Ida yang tidak tahu jika Dea tidak ada di
rumah.
"Oh berani banget dia belum bangun jam segini" Arga melangkahkan kakinya ke kamar untuk memberi pelajaran kepada Dea.
Ceklek
Sayangnya kamar itu kosong dan tempat tidur masih rapi.Arga memeriksa lemari apakah Dea membawa pakainya atau tidak.Namun pakaian Dea masih tersusun rapi di dalam lemari,semua barang-barang Dea masih ada disana bahkan Dea meninggalkan dompetnya disana.
"Pasti dia pergi sama selingkuhannya" kata Arga tak peduli ,dia malah pergi ke kantor untuk bekerja.
Saat Arga sedang sibuk mengurus berkas-berkas , tiba-tiba Keisha masuk ke ruangannya setelah membuat keributan di luar.
"Ga,kamu kok gini sih sama aku,masa mereka nggak bolehin aku masuk" omel Keisha pada Arga.
"Apaan sih kamu, emang kamu siapa?"
"What? Aku ini hamil anak kamu loh"Ujar Keisha.
"Cih,dasar nggak tau malu kamu,kamu pikir aku nggak tau kamu simpanan om-om?" balas Arga dingin.
"M-maksud kamu apa?"
"Masih mau ngeles?" Tanya Arga tersenyum miring.
"T-tapi aku hamil anak kamu Ga" jawab Keisha mencoba tenang.
"Mending sekarang kamu keluar,sebelum aku panggil security " bentak Arga membuat Keisha lari terbirit-birit.
Arga gelisah karena khawatir memikirkan Dea.Dia melihat kembali foto yang dikirim Keisha Semalam,wajah laki-laki di foto itu terasa familiar di ingatannya.
******
"Mas kamu nggak ke rumah sakit?" Tanya
Sindi .
"Bentar sayang,aku lagi cari Handphone aku ,kamu liat nggak?" Adnan kebingungan mencari handphonenya.
"Nggak tuh mas,semalam aku nelfon nggak aktif" jawab Sindi sembari membantu mencari.
" Aku matiin sayang dari semalam"
"Nah ini ketemu" teriak Sindi yang menemukannya di saku jas yang Adnan pakai semalam.
"Aduh untung ketemu" ujar Adnan menghidupkan kembali handphonenya.
__ADS_1
Ting
Ting
Ting
Ting
Hp Adnan terus berbunyi karena banyaknya panggilan tak terjawab dan pesan yang belum di baca.Adnan menatap istrinya karena curiga jika itu semua dari Sindi,namun Sindi menggeleng cepat karena ia hanya menelfon sekali dan tidak mengirim pesan.
"Dea" ucap mereka bersamaan saat melihat itu semua dari Dea.Adnan segera membuka pesan dari Dea.
Nan,bantuin gue dong , jemput gue di depan cafe ini "...."
Nan Lo dimana sih gue takut
Gue masuk jalan sepi
Kayak ada yang ngikutin gue gitu
.....
Mereka berdua saling menatap lalu kembali huru hara berlari kesana-kemari untuk mencari Dea.
"Sayang telfon Arga" perintah Adnan yang sedang menyetir sambil menyodorkan hpnya.
Sindi melakukan perintah Adnan dan membesarkan volumenya agar Adnan dapat mendengar.
"Hallo Nan ada apa"
"Lo dimana ?" Tanya Adnan
"Nggak,Sindi mau ketemu Dea,Dea di rumah kan?" Tanya Adnan memastikan.
"Oh Dea,nggak tau tuh ,lagi pergi Kali sama selingkuhannya" jawab Arga santai.
"Maksud Lo apa?"Tanya Adnan bingung.
"Kesini aja deh ,ntar gue ceritain semuanya"
Adnan dan Sindi langsung ke kantor Arga karena penasaran apa sebenarnya yang terjadi sekaligus khawatir dengan Dea.
"Ga , sekarang Lo jelasin semuanya" Ujar Adnan yang baru masuk .
"Mas duduk dulu" kata Sindi karena malu jika berbicara sambil berdiri,Adnan langsung menghempaskan tubuhnya di atas sofa empuk di ruangan Arga.
"Lo berdua kesini cuma mau nanya itu?" tanya Arga santai.
"Hah? Lo sesantai ini, semalam Dea SMS gue.." belum selesai Adnan berbicara Arga sudah memotongnya.
"Ke gue juga,tapi Lo tau nggak sebenarnya Dea itu selingkuh " kata Arga serius.
"Hah selingkuh? jangan bego lu, kita kenal Dea udah lama nggak pernah tu dia lirik-lirik cowok lain" teriak Adnan emosi.
"Nih ya gue kasih tau,Dea cuma pacaran sekali itu sama Denis terus nikah sama Lo" Sindi menunjuk wajah Arga tanpa rasa takut.
"Semua orang bisa berubah ,nih kalian liat" Arga menyerahkan hpnya yang berisi foto Riko dan Dea di taman.
"Hahahaha kasian banget hidup Lo Ga,Lo tau laki-laki ini siapa?" Adnan tertawa mengejek menahan emosi.
__ADS_1
"Nggak tau, intinya ini selingkuhan Dea" jawab Arga .
"Ini Riko , laki-laki yang lagi deket sama Keisha" kata Adnan penuh penekanan.
"A-apa Riko? Nggak mungkin lah ,emang Lo udah ketemu, nggak kan,udah deh berhenti belain Dea" Arga masih belum percaya dengan ucapan Adnan, sedangkan Sindi hanya menyimak karena tidak tau soal Riko.
"Kalau Lo nggak percaya ,tanya Dimas aja,dia udah selidikin Keisha kan?" Adnan menantang.
"Dimas , keruangan saya sekarang" Arga langsung menelfon Dimas.
Sementara di sebuah gudang kumuh,Dea sudah lemah, wajahnya penuh lebam karena pagi-pagi sekali seseorang datang menyiksanya.Dari yang ia dengar,orang itu adalah bosnya.
"Heh ,buka mata kamu" kata orang itu yang duduk didepan Dea.
Dea membuka matanya menatap orang didepannya.Sayup-sayup Dea melihat dan merasa seperti mengenalnya.
"Hay Dea,kita ketemu lagi,gimana kabar anak kamu?"
"Riko?!" ucap Dea pelan.
"Wah ternyata kamu masih ingat aku ya,aku tuh sebenernya nggak tega ngelakuin ini sama kamu, apalagi kamu cantik,tapi ya mau gimana lagi" kata Riko tersenyum licik.
"Lepasin gue sekarang!!"
"Kalau gue nggak mau,Lo mau apa ? Hahahaha"
"Riko brengsek, lepasin gue" teriak Dea
"Mau tau nggak penyebab suami kamu nggak dateng ke cafe semalam?"
"Kamu nyakitin Arga?Riko aku mohon lepasin dia,dia nggak salah aku mohon" Dea memohon agar Riko melepaskan suaminya.
"Uhh baik banget sih, padahal Arga aja nggak peduli sama kamu" Riko memancing amarah Dea.
"Nih liat" Riko menyodorkan hp yang ia dan Keisha gunakan semalam untuk mengirim foto ke Arga.
Dea membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Dasar Gila, lepasin gue sekarang" Dea terus meronta.
"Bos, Non Keisha telfon" Seorang anak buah itu memberi tahu Riko jika Keisha menelfon.
Dea yang mendengar itu tersenyum kecil.
Jadi dia dalangnya? batinnya.
"Kasih dia pelajaran" Perintah Riko pada mereka.
Mereka langsung menampar Dea dengan keras, mencabik rambutnya,Dea tidak berteriak,dia hanya diam menutup matanya.
Dibalik dinding,seorang anak buah sedang mengintip,dia mengepalkan tangannya melihat perlakuan mereka kepada Dea yang lemah.
.
.
.
Tunggu part selanjutnya ❤️
__ADS_1