
Hari ini Adnan pulang malam karena banyak pasien yang harus dia urus, sesampainya di rumah semua lampu mati. Adnan menyalakan senter hpnya untuk mencari Sindi,Adnan memanggil namun tak ada sahutan rasa khawatir sudah menyelimuti hatinya.Adnan menyalakan lampu dan
"HAPPY BIRTHDAY" teriak semua orang membuat Adnan terkejut.Dia melihat ke arah ruang tamu ada banyak orang . Ada Sindi yang memegang kue ulang tahun ditangannya, Arga dan Dea ,Dimas,Dinda,dan teman-teman kerja Adnan.
Adnan terharu dengan kejutan itu,Dia sendiri bahkan lupa bahwa hari ini adalah hari ulangtahunnya,Dia berjalan ke arah mereka.
"Happy birthday mas,maaf ya mas kejutannya sederhana" Sindi memeluk Adnan .
"Nggak sayang,aku bahkan nggak ingat loh, makasih ya sayang, makasih semuanya" Adnan tak menyangka akan disambut dengan kejutan itu.
Mereka melakukan acara tiup lilin,potong kue dan sebagainya,hingga tiba saatnya untuk memberikan kado.
Arga dan Dea menyerahkan sebuah kotak kecil yang ringan, Adnan mengernyitkan dahinya ,dia penasaran dengan isi kotak itu,Adnan menggoyangkan kotak itu namun bunyinya kecil.
" Isinya apa sih,boleh buka sekarang nggak" Tanya Adnan yang tidak sabar .
"Silahkan buka aja" Dea dan Arga saling melempar senyuman.
Adnan membuka kotak itu dengan perlahan,dan setelah dibuka Adnan mengernyitkan dahinya lagi karena isinya sepasang baju bayi kecil dengan kartu ucapan
"Selamat menjadi seorang bapak "
Adnan menatap heran ke arah Dea dan Arga,seakaan tau jika suaminya kebingungan,Sindi menyerahkan kotak kecilnya. Adnan dibuat semakin heran karena orang memberinya kotak kecil semua.
Arga membuka kotak itu dan betapa terkejutnya dia melihat isinya.
Air matanya jatuh begitu saja dia melihat Sindi dan langsung menggendongnya.
"Huaaa gue bakal jadi bapak,huaa istri gue hamil hiks hiks" teriak Adnan lebay .
"Apaan sih Nan lebay tau nggak" Sindir Arga.
"Kayak habis dapet undian aja" tambah Dea yang malas melihat kelakuan pasangan dihadapannya itu .
"Lo berdua jangan gitu dong,gue bahagia banget" Adnan melihat foto hasil USG anaknya.
__ADS_1
Adnan tidak menyangka akan mendapat hadiah istimewa di hari istimewanya itu. Mereka bercanda ria hingga larut malam. Arga dan Dea pulang setelah makan malam dan langsung tidur setelah sampai di apartemen.Arga belum memberitahukan kepada Dea tentang Rumah yang ia beli, karena ia ingin memberinya tepat di hari ulangtahun istrinya.
*****
"Kapan kita menjalankan rencana kita?" Tanya Riko menghisap sebatang rokok.
"Nanti aku kabarin sayang,kok kamu semangat banget sih?"
" Karena aku mau semuanya cepat selesai dan kita segera menikah" jawab Riko terus terang membuat Keisha sedikit merasa bersalah karena telah menggantungkan harapan untuk Riko.
*******
Berita terkini,sebuah pesawat B357 jalur Jakarta-malaysia yang jadwal terbang pagi tadi dikabarkan meledak,ratusan nyawa hilang ,tim masih melakukan pencarian, Terimakasih.
Prang
Ayah Romi yang sedang duduk dan minum kopi langsung menjatuhkan cangkir itu ke lantai.Tadi pagi putrinya Tania, baru pamit pergi dan mereka tidak bisa mengantarkannya ke bandara karena terlalu pagi,kini pesawat yang ditumpanginya dikabarkan meledak.
"Tidak, Niaaaa!!!" Teriak Ayah Romi frustasi ,Ibu Dina yang sedang menyiram tanaman langsung masuk kedalam rumah karena mendengar jeritan suaminya.
"Nia Bu,Hiks hiks Nia anak kita"
"Iya Nia anak kita kenapa Ayah?" Tanya ibu Dina yang masih belum mengerti.
"Pesawat Nia meledak Bu Hiks hiks hiks "
"APA?! ,Nggak Ayah nggak mungkin ,Nia anak ibu,Hiks hiks hiks ,Niaa" Tangis ibu Dina pecah saat mendengar ucapan suaminya,dia tidak bisa menopang tubuhnya,dia jatuh dan tak sadarkan diri.Ayah Romi langsung mengantar ibu Dina ke rumah sakit dan menelpon Dea untuk menyusul karena hanya Dea yang ia punya sekarang.
"Apa?Dea kesana sekarang" Dea yang baru bangun tidur karena handphonenya berbunyi itu terkejut mendengar kabar ibu angkatnya masuk rumah sakit.
Dea bergegas mandi ,Arga yang melihat hiruk pikuk Dea bingung,dia mengetuk pintu kamar mandi.
"Sayang ada apa?"
"Ibu masuk rumah sakit honey,tadi Ayah nelfon aku"teriak Dea dari kamar mandi.
__ADS_1
"Sayang hati-hati mandinya jangan buru-buru ,aku ikut kamu ya " Arga mengambil handuk dan menggunakan kamar mandi di kamar sebelah,Arga melihat kamar itu sudah rapi dan didekorasi Serapi mungkin.
Setelah selesai,mereka langsung jalan dan tidak sarapan dulu,Arga mengirim pesan ke BI Ida untuk menjaga apartemen karena mereka sedang keluar.Tak butuh waktu lama,mereka sudah sampai di rumah sakit,Dea dan Arga mencari Ayah Romi yang ternyata sedang duduk di depan ruangan karena ibu Dina masih di periksa.
"Ayah" panggil Dea yang melihat Ayahnya duduk di lantai dengan air mata yang terus mengalir.
"Dea sayang,nak syukurlah kamu datang" Ayah memeluk Dea sangat erat berbeda dari biasanya.
"Ayah gimana keadaan ibu?"
"Masih di periksa nak,Tuan Arga terimakasih sudah datang"Ayah Romi melihat Arga yang juga berada disana,dia sedikit takut dengan keberadaan Arga.
"Nggak perlu sungkan Ayah" sahut Arga yang tak enak hati sudah membuat bangkrut perusahaan mereka dan mereka hidup dalam kemiskinan.
Dokter keluar dari ruangan , Arga, Dea dan Ayah Romi langsung mendekatinya.
"Gimana keadaan ibu saya dok?"
"Ibu Dina baik-baik saja dia hanya syok dan sekarang boleh pulang jika sudah sadar, saya permisi duluh" dokter meninggalkan mereka bertiga.
"Syukurlah,ibu nggak kenapa-kenapa,tapi apa yang buat ibu syok Ayah,dan kenapa Tania nggak ada disini?" Tanya Dea.
"Hiks hiks hiks Dea,Nia tadi pagi berangkat ke Malaysia dan hiks hiks pesawatnya meledak" Ayah Romi tidak sanggup lagi menahan rasa sedihnya.
"APA? Nggak mungkin ,Tania nggak mungkin meninggal " Dea hampir jatuh dan Arga langsung menangkapnya.
"Sayang hey tenangkan diri kamu, ingat kamu lagi mengandung" Ucap Arga yang juga terkejut mendengar kabar Tania meninggal.
"Ayah,hiks hiks hiks kenapa secepat ini dia meninggalkan kita,bahkan dia belum liat anak Dea hiks hiks hiks" Dea memeluk Ayahnya dan menangis bersama melepaskan kesedihan mereka.
Setelah merasa cukup tenang,mereka masuk untuk menemui ibu Dina yang ternyata sudah bangun sejak tadi namun tatapannya kosong dan tidak menyahut saat Ayah Romi memanggilnya.Dea juga mencoba berbicara namun tetap tak ada sahutan.
Ibu Dina sangat terpukul kehilangan putri satu-satunya , dia belum bisa menerima kenyataan bahwa Tania memang sudah meninggal.
Mereka membawa ibu Dina pulang ,Arga memesan makanan karena mereka belum sempat sarapan, setelah sampai di rumah, Ibu Dina turun dan langsung masuk ke kamar Tania,dia duduk di kamar Tania sambil memegang foto Tania.
__ADS_1
Ayah Romi dan Dea sedih melihat ibu Dina seperti itu.Arga membawa makanan yang dia pesan tadi ke meja dan menatanya, setelah itu dia memanggil ayah Romi dan Dea untuk sarapan,mereka bertiga sarapan sedangkan ibu Dina menangisi kepergian Tania di kamar.