
Setelah bertemu Arga, Keisha langsung pergi menemui Riko di club.
"Hahahaha ternyata Arga itu emang bodoh banget,dia malah minta balikan sama aku" Keisha meneguk alkohol.
"Apa aku bilang sayang,kamu nggak usah panik" Riko masih santai dengan sombongnya.
"Iya sayang, Sekarang aku hanya perlu temukan Dea dan serahkan ke si brengsek itu " Keisha tertawa puas karena sekarang dia menang.
******
"Permisi dok, saya Arga suami pasien atas nama Deandra Scarlett Johansson" kata Arga tegas saat tiba di rumah sakit.
Ini bukan ya suaminya Batin dokter itu takut itu bukan suami Dea.
"Ya elah Ga ,nggak perlu diperjelas kali , dokternya juga nggak tanya Lo suaminya apa bapaknya" cibir Adnan pedas.
"Mas apaan sih " Sindi menyenggol lengan Adnan agar tak berucap sembarang.
"Kampret lu, birain aja supaya orang tau kalau gue itu suami Dea" balas Arga.
Nggak salah lagi nih,ini pasti orangnya batin dokter itu .
"Silahkan ikut saya pak" Dokter itu mendahului mereka untuk membimbing jalan.
Mereka tiba di depan sebuah pintu besar yang jauh dari ruangan lainnya.
krekk
Suara pintu dibuka, mereka semua melangkah masuk,dengan baju khusus tentunya yang diberikan Dokter sebelum mereka saat didepan tadi .
"Dea" lirih Arga
Air matanya tidak bisa dibendung lagi,dia tidak bisa menopang tubuhnya, Arga bangkit dan mendekati Dea yang terbaring lemah dengan penuh alat medis menempel di tubuhnya.
"Sayang,maafin aku" tanpa ragu tanpa takut,Arga merengkuh tubuh Dea ,dia mengecup kening Dea.
"Hey bangun sayang,ini aku"
"Sayang,bangun kamu nggak kangen aku?"
"Aku disini sayang,bangun dong"
"Ada Adnan juga disini,ada Sindi"
"Nan ayo dong sapa istri gue"
Adnan mengusap air matanya menatap iba ke Arga yang sangat terpukul "Iya De,Lo nggak mau berantem sama gue lagi?"
"Dea,gue lagi hamil tapi kok kamu malah tidur sih,aku ngidam masakan kamu" tambah Sindi dengan suara bergetar.
"Tuh sayang,mereka kangen kamu juga"Arga menggenggam tangan Dea yang dingin.
Dia menyalahkan dirinya sendiri karena tidak menghiraukan pesan Dea malam itu.
__ADS_1
"Ini salah aku De,aku emang brengsek" Isak Arga penuh penyesalan.
"Aku bodoh,aku udah nyakitin kamu sayang" Arga terus menangis.
"Ga udah,Dea butuh istirahat" kata Adnan karena tidak ingin melihat Arga terus menangis disana.
"Istirahat apaansih Nan,Dea udah tidur lama banget,dia udah cukup istirahat, sekarang bangun ya sayang,kita main sama baby kita"
"Eh iya,anak saya mana dok?" Tanya Arga pada dokter yang sedari tadi hanya menyaksikan kisah haru itu.
"Anak bapak ada di ruangan NICU , karena anak bapak tidak ingin minum susu formula membuatnya kekurangan gizi " jelas dokter itu.
Arga tercengang mendengar kabar itu, bagaimana mungkin istri dan anaknya terbaring lemah di rumah sakit yang sama.
Belum sempat Arga bertemu anaknya,tapi anaknya sudah sakit.Arga merutuki kebodohannya yang menyebabkan Dea dan anaknya menderita.
"Tolong antarkan saya ke ruangan itu dok" Kata Arga yang dituruti oleh dokter dan membimbingnya ke ruangan dimana anaknya sedangkan Sindi dan Adnan menuggu di ruangan Dea,mereka ingin menemani Dea.
Arga menatap sebuah tempat tidur mungil dengan nama yang masih kosong karena mereka belum memikirkan nama anak mereka.Arga menatap bayi mungil yang berbaring di atas tempat tidur itu, dengan tubuh yang sangat kecil dan sedikit memerah.
"Saya boleh menggendongnya dok?"
"Boleh pak,mari saya ajarkan"Dokter itu menjelaskan cara menggendongnya, memandikannya, membuat susunya, mengganti popok dan sebagainya hingga Arga mengerti.
Arga ingin membawa Dea dan anaknya dari sana,agar Keisha tidak bisa menemukannya lagi. Namun sayangnya Arga harus menunggu 2 hari lagi karena pihak rumah sakit sedang memproses pemindahan pasien ke rumah, karena Arga ingin Dea dipindahkan ke rumah mereka yang tidak sempat diberitahukan kepada Dea.
Arga membawa bayinya ke ruangan dimana Dea berbaring.Sindi dan Adnan langsung menghampirinya saat melihat dia tidak datang sendiri.
"Ya ampun sayangnya uncle,gemes banget sih kamu" Adnan mencolek pipi mungilnya.
"Ya ampun emes banget sih kamu" katanya sambil mengecup pipi kecil bayi itu.
"Ga ngomong-ngomong namanya baby cantik ini siapa?" Tanya Adnan.
"Aku mau kasih nama Zeania Slovenia Wijaya ,terus dipanggil Zeana , keren kan sayang " Arga berucap sambil menatap Dea.
"Wah keren banget tuh,baby Zeana " kata Adnan.
"Eh gue pengen pindahan ke rumah baru gue,gue pengen Dea dipindahkan kesana" ujar
Arga seolah minta pendapat mereka.
"Gue sih setuju aja Ga" jawab Adnan.
"Iya mas,kalau itu yang terbaik sih kenapa nggak ya kan" tambah Sindi yang menggendong baby Zeana hingga tertidur lelap.
"Sayang, kamu mau kan pindah ke rumah baru kita?" ujar Arga yang terus memegang tangan Dea.
"Ga gue pengen bicara sama Lo" kata Adnan tiba-tiba.
"Bicara apaan, penting banget?"
"Ayolah Ga,serius dikit kek"
__ADS_1
"Oke ayo"
Mereka berdua keluar dari ruangan itu,Adnan membawa Arga ke taman rumah sakit.
"Ga, sebenarnya ada yang Dea sembunyiin dari Lo selama ini" kata Adnan.
"Sembunyi?"
"Iya Ga, sebenarnya Dea itu sakit cuma dia nggak mau ngasih tau " ujar Adnan hati-hati.
"Sakit maksudnya gimana sih?"
"Dea mengidap kanker serviks, mustahil baginya untuk sembuh sekarang"
"Hah? nggak mungkin lah ,Nggak mungkin Dea sakit" Kata Arga meskipun air mata sudah mengalir .
"Gue serius Ga,Dea lebih pilih pertahankan bayinya daripada nyawanya "
"Lo nggak liat , badannya akhir-akhir ini lebih kurus,gue pernah ketemu dia di rumah sakit, katanya mau periksa kandungan,Lo boleh cek kesana" kata Adnan lagi.
"Nan , jangan bikin gue jadi suami yang bego gini,istri gue sakit masa gue nggak tau sih" Arga sudah menangis pilu.
Arga duduk di bangku taman dan menutup wajahnya," Nan, kenapa sih gue baru tau sekarang?"
"Udah Ga, sekarang yang perlu Lo lakuin itu berdoa" ujar Adnan menenangkan Arga.
Drttt Drttt Drttt
Tiba-tiba hp Arga bergetar,dia mengeluarkan hp dari sakunya ,mereka berdua menatap nama yang tertera di layar.
"Mama" kata mereka berdua serempak.
"Nan gimana dong"
"Angkat aja Ga"
"Halo ma"
"Sayang,ya ampun udah lama banget mama nggak kabarin kalian,kalian apa kabar?"
"Kita baik kok ma,mama apa kabar,kok baru kabarin sekarang sih?" Tanya Arga
"Mama gimana sih,emang nggak kangen aku ma?" sambung Adnan
"Itu loh ,mama sama papa butuh privasi Jadi kita sepakat matiin hp kita ,Dea mana,mama mau ngomong sama Dea"
Arga dan Adnan saling menatap.
.
.
Hayo gimana kisah selanjutnya nih guys?
__ADS_1
Ikutin kisah mereka terus ya
Jangan lupa like vote dan komen ya ❤️