
Karena jasadnya belum ditemukan,tidak ada pemakaman, hanya ada pajangan foto Tania dan beberapa tetangga yang datang untuk berbelasungkawa . Dea, Arga,serta Sindi dan Adnan juga ada disana, Mereka membantu menyiapkan segala keperluan.Setelah semuanya selesai, Dea dan Arga pulang.Arga juga sudah mengembalikan perusahaan Ayah Romi seperti semula, dia juga berinvestasi di perusahaan tersebut.Tidak ada lagi dendam di antara mereka.
"Sayang,besok malam aku mau hadirin acara nikahan rekan bisnis aku,kamu ikut aku ya"
"Oke honey" kata Dea tersenyum manis.
"Sayang, bentar lagi kan baby kita lahir,kamu jangan kemana-mana duluh kecuali sama aku ya" ujar Arga yang fokus menyetir menggunakan satu tangan karena tangan satunya memegang perut Dea.
"Iya honey,aku nggak kemana-mana kok "
Setelah itu Dea tertidur karena kelelahan,Arga menatap wajah Istrinya dalam,dia teringat saat pertama mereka menikah duluh hanya karena kesalahpahaman yang dibuat Tania.
Arga tersenyum kecil , mengingat itu semua.
Saat tiba di apartemen, seperti biasa Arga akan menggendong Dea jika ia tertidur.
Arga meletakkan tubuh Dea di atas ranjang lalu membalutnya dengan selimut,dan dia ikut berbaring di samping Istrinya.
*****
Dea sudah siap dengan Dress brokat putih dengan model khusus untuk ibu hamil , rambutnya dibiarkan tergerai , dia menggunakan riasan tipis diwajahnya dan high heels yang rendah karena takut terjadi sesuatu.
Dea sudah selesai bersiap,tinggal menunggu suaminya menjemput karena Arga masih berada di kantor dan katanya akan bersiap di kantor saja karena di kantor Arga ada beberapa pakaian Arga yang sengaja ditinggalkan .
Beberapa saat kemudian Arga datang ,Dea langsung turun ke lobby dan masuk ke mobil Arga.Arga menancapkan gas ke gedung acara. Tak butuh waktu lama mereka sudah tiba di tempat itu.
"Honey acaranya megah banget" puji Dea saat melihat dekorasi gedung yang sangat elegan dan mewah.
"Sayang jangan lepasin genggaman tangan aku oke?di dalam pasti banyak orang" ujar Arga yang tak ingin terjadi sesuatu yang tak diinginkan.
"Iya honey,aku ngerti" Dea terus menggenggam tangan suaminya bahkan saat mengucapkan selamat pada pemilik acara pun mereka masih bergenggaman tangan.
"Apa kabar Arga?Udah lama banget loh kita nggak ketemu" Seseorang datang dan menjabat tangan Arga.
Arga menatap heran kepada orang itu karena dia tidak mengingatnya.
"Wah jangan bilang Lo lupa sama gue,gue Rudi Ga,ya elah masa Lo lupa sih" Protes Rudi karena Arga tidak mengingatnya.
"Rudi,gila Lo udah cakep sih makanya gue lupa"
"Emang dulu gue jelek ya?"
__ADS_1
"Ya gitu Rud,lupain aja,Lo kesini sama siapa?" Tanya Arga melihat sekeliling.
"Gue sendiri aja,Lo sama siapa?" Tanya Rudi melirik Dea.
"Kenalin ini istri gue,sayang ini temen SMA aku" Arga mengenalkan Rudi kepada Dea.
"Oh halo mbak saya Rudi" Rudi mengulurkan tangannya.
"Dea" singkat Dea dengan menundukkan kepalanya menolak untuk berjabat tangan karena menghargai Suaminya.
Rudi jadi salah tingkah.
Mereka menikmati acara itu,mereka menikmati hidangannya,dan juga ada acara dansa ,Arga dan Dea ikut berdansa.
Arga hanya fokus pada satu momen di acara itu.Saat salah seorang tamu melamar pacarnya di depan semua orang.Arga teringat dia yang tidak melamar Dea secara resmi dan pernikahan mereka yang tidak memiliki kesan istimewa.Apalagi Arga tidak pernah memberikan hadiah untuk istrinya.
Arga berpikir keras untuk membuat acara istimewa untuk Dea.
****
Keesokan harinya mereka bangun dan Arga langsung mandi sedangkan Dea membantu bi Ida menyiapkan sarapan.
"Bu Ida, kalau saya boleh tau,suami ibu dimana?" Tanya Dea saat mereka sedang memasak.
Arga turun dari tangga dengan dasi ditangannya,Dea yang paham langsung menghampirinya dan memasangkan dasi untuk Arga.
"Honey hari ini aku mau jalan-jalan keluar bentar boleh ya?" Tanya Dea yang sebenarnya ingin ke dokter memeriksa keadaannya.
"Emang mau kemana sayang?" Tanya Arga.
"Nggak kemana-mana kok honey,cuma jalan-jalan sekitar sini aja,aku bosen dirumah" bohong Dea.
"Tapi jangan ..." Belum sempat Arga melanjutkan ucapannya Dea sudah memotongnya lebih dulu.
"Nggak akan kecapean honey"
Lalu mereka berdua tertawa bersama.
*****
"Jadi gimana dok" Tanya Dea pada Dokter yang memeriksanya selama ini.
__ADS_1
"Ibu Dea harus istirahat total, Sebaiknya ibu menggunakan kursi roda dan usahakan jangan banyak gerak duluh Bu,berat badan ibu sudah turun drastis" ujar dokter yang khawatir dengan kondisi pasiennya ini.
"Iya dok saya akan istirahat,ada lagi dok?"
"Nggak Bu itu aja" sahut Dokter.
"Saya permisi duluh dok" Dea keluar dari ruangan dokter dia menunduk meneteskan air matanya yang ia tahan sedari tadi.
Brukk
"Dea,kamu kenapa?" Tanya Adnan.
"Adnan"Dea langsung mengelap air matanya.
"Kamu kenapa? Ngapain kamu kesini?"Tanya Adnan lagi.
"Mampus gue, kenapa nggak kepikiran bakal ketemu Adnan sih,tau gini kan gue tunda duluh periksanya" batin Dea
"Gue nggak apa-apa Nan santai aja kali" Dea berdalih agar Adnan tidak curiga.
"Kalau Lo nggak kenapa-napa terus kenapa Lo ada dirumah sakit?"
"Itu Nan,gue ngecek kandungan gue"
"Bukannya Lo udah mau lahiran? ngapain di cek lagi ,terus tadi Lo kenapa nangis?" Tanya Adnan yang curiga.
" Banyak nanya Lo ya,jadi tadi gue kontraksi pas lagi jalan-jalan sekitar sini,ya udah gue periksa aja,terus tadi gue nangis terharu karena bentar lagi gue bakal ketemu sama anak gue"Dea berpikir kali ini Adnan akan percaya karena alasannya cukup masuk akal.
"Oh gitu,emang Lo nggak di antar sama Arga?" Dan benar saja,Adnan percaya dengan alasan Dea.
"Nggak ,Arga lagi kerja, eh gue balik duluh ya males gue liat muka Lo" Dea langsung berlalu meninggalkan Adnan yang menahan kesal karena ucapan Dea.
"Istri sama suami sama aja nggak punya perasaan" umpat Adnan .
Sesampainya di rumah,Arga menelpon Dea untungnya Dea sudah berada di rumah.
"Sayang kamu udah pulang?" Tanya Arga
"Iya honey aku udah pulang" jawab Dea sambil mengelus dadanya karena takut Adnan mengadu.
"Kalau gitu aku tutup ya sayang,aku ada meeting" Ucap Arga dan mematikan teleponnya.
__ADS_1
Dea naik ke atas kamar,Dia membuka pintu kamar dan melihat sekeliling.Dea menangis karena takut dia akan kehilangan semuanya.Dea berusaha menciptakan kenangan indah sebelum dia meninggal pikirnya.Dea menatap wajahnya di cermin dan benar kata dokter,dia terlihat lebih kurus dan pucat.Dea membaringkan tubuhnya di ranjang ,dia mencoba menutup matanya agar tidak memikirkan hal yang buruk.