
Panggilan berakhir karena tak kunjung dijawab,lalu sebuah pesan masuk.
Ting
"Keisha, belakangan ini kamu berani banget ya tolak panggilan aku,udah puluhan kali aku telfon nggak ada yang diangkat"
Arga membuka pesan itu dan membaca semua percakapan Keisha dan Denis selama ini. Beberapa topik membuat Arga geram.
Dia menghapus pesan terakhir Denis agar tak ketahuan membuka ponsel Keisha.
"Maaf ya lama" kata Keisha saat balik dari toilet dan Arga hanya tersenyum.
"Akhirnya gue bisa akhirin ini semua" batin Arga karena dia sudah tau jika bukan hanya Keisha yang ingin mencelakai Dea tetapi ada orang lain juga.
"Sha kayaknya kamu deket ya sama Denis"kata Arga mulai menyinggung soal Denis.
"De-Denis? Denis siapa sayang?" Keisha gugup setengah mati .
"Nggak tau,tapi tadi dia nelfon sih cuma nggak aku angkat" sahut Arga santai.
"Oh itu,itu dari butik Langganan aku , kayaknya sih ada desain terbaru" dalih Keisha karena ternyata Arga tidak tahu siapa Denis.
"Aku kayak nggak suka nama Denis gitu loh" Arga terus membicarakan tentang Denis.
"Nggak suka? Kamu cemburu? Sayang Denis itu cuma pemilik butik Langganan aku kok nggak lebih" jelas Keisha.
"Aku nggak nanya yang selebihnya,cuma mantan Dea duluh namanya Denis" Arga pertegas nama Denis di akhir kalimat.
"Nama Denis kan nggak cuma satu sayang,gini deh aku nggak ke butik itu lagi ya" bujuk Keisha.
"Yang bilang mereka orang yang sama siapa sha?" Arga terus melontarkan kalimat yang membuat Keisha tidak bisa berkutik.
"Oh iya kamu bisa balik sendiri kan,aku ada urusan penting banget bay" Arga langsung meninggalkan tempat itu.
.
Arga memasuki apartemennya yang terasa sunyi,dia masuk ke kamar yang hampa tanpa barang-barang Dea.Arga membuka lemari baju ternyata baju Dea juga sudah dipindahkan semuanya.
Arga melihat sebuah kotak yang berada di lemari bagian baju Dea sebelumnya,dia mengambil kotak itu dan membukanya.
Sebuah jam tangan yang dibeli Dea saat mereka membeli perlengkapan bayi, dan di dalam kotak itu terdapat sebuah surat.
Honey,aku nggak tahu kapan kamu akan menemukan kotak ini,aku cukup malu memberikannya secara langsung kepadamu.
Kalau nanti baby kita lahir,kamu jaga baik-baik ya honey jangan terlalu dikekang.
Satu lagi,jangan lupa untuk memberikannya semua cinta dan kasih yang kau punya.
Love you my honey.
Arga menjatuhkan air matanya,dia menangis tersedu-sedu di kamar yang sunyi.Arga mencari lagi sesuatu di lemari dan menemukan sebuah map.
__ADS_1
Di dalam map terdapat beberapa berkas dan sebuah surat lagi.
Honey aku titip ini buat anak kita ya, tolong berikan ini semua untuknya agar kelak dia bisa mengingat aku .
Arga membuka map itu yang ternyata berkas pemindahan ahli waris properti yang ditinggalkan oleh kedua orang tua Dea,Dea ingin mengalihkan semuanya untuk anaknya namun saat itu mereka belum memutuskan untuk memberi nama , jadi Dea hanya menyiapkan berkas yang diperlukan dan sisanya diurus oleh Arga.
Arga mengemas semua barangnya untuk ikut pindahan ke rumah baru, karena urusannya dengan Keisha sudah selesai.
.
Setibanya di rumah baru, Arga disambut oleh dua orang yang sangat dinantikannya sebagai sandaran dan penguat untuknya.
"Papa"
"Mama" gumam Arga saat melihat kedua orang tuanya Sedang duduk di sofa dan menikmati minuman yang disuguhkan.
"Arga" mama Ratna berdiri dan menghampiri putranya dan memeluknya erat.
"Sayang,kamu yang sabar ya" kata mama Ratna sambil mengusap punggung Arga.
"Iya ma, mama sama papa kok nggak kabarin Arga kalau mau balik kan Arga bisa jemput" protes Arga.
"Sayang, namanya buru-buru nggak mungkin kepikiran sampe kesitu" kata mama Ratna.
"Sin,baby Zeana rewel ya?" Tanya Arga saat melihat Sindi bermain dengan baby Zeana yang masih berbaring di dalam box bayi.
"Nggak mas,baby Zeana tenang banget palingan nangis kalau pup sama lapar" jelas Sindi.
Saat sudah sore dia terkejut karena masih menggunakan pakaian kantor dan baby Zeana belum tidur.Arga langsung menggendong baby Zeana dan membuatnya tertidur lalu mengantarnya ke kamar, sedangkan mama,papa,dan Sindi sudah pergi ke kamar masing-masing sedari tadi.
Arga membersihkan tubuhnya dan pergi ke kamar Dea
"Hay sayang kamu belum mau bangun?Kamu nggak mau liat anak kita? Dia cantik banget kayak kamu"
"Ini rumah baru kita sayang,semoga kamu nyaman ya disini,sayang aku udah liat jam yang kamu simpen di lemari,kamu beneran nggak mau bangun?"
"De,aku minta maaf karena malam itu aku mengabaikan pesanmu,tapi aku mohon sayang kamu bangun demi anak kita kasian dia sayang"
Dea meneteskan air matanya,namun Arga tak melihatnya, Arga memilih untuk berbaring bersama Dea,dia mendekap erat tubuh yang terasa dingin itu.
.
"Hallo"
"Wah berani banget kamu ya ngehindar dari aku selama ini,Dea aman?" teriak orang dari seberang.
"Iya maaf bos Denis yang baik hati, Dea aman kok tenang aja" sahut Keisha
"Bagus,besok aku mau pulang ke indo,jadi pastikan Dea yang menyambut kedatanganku" ujar Denis
Deg
__ADS_1
"I-iya " jawab Keisha yang gemetar ketakutan.
Keisha takut kepada Denis karena hanya Denis yang tahu jika dia pengedar narkoba, Keisha pengedar narkoba namun dia tidak memakai narkoba.
Denis punya beberapa bukti bahwa Keisha adalah pengedar.
"Arghhhh sial,gue harus temukan Dea malam ini"gumam Keisha.
Dia memanggil Riko dan menceritakan semuanya.
Riko sebenarnya tidak takut karena Denis tidak akan mencarinya namun dia ikut khawatir jika Keisha ditangkap karena ia juga tahu Keisha seorang pengedar.
"Sayang kita harus gimana sekarang?" Tanya Keisha pada Riko.
"Kita sembunyi aja sayang,kita pergi ke tempat terpencil hingga mereka melupakan kita"usul Riko.
" Kamu pikir Denis bodoh,dimana pun kita bersembunyi dia akan menemukan kita" jawab Keisha.
"Ya terus kita harus gimana? nyerahin diri ke polisi?" Tanya Riko.
"Nggak gitu sayang, udahlah nggak usah dipikirin " Keisha meneguk minumannya.
.
"Ma gimana kalau kita kunjungin Dea sama Arga,udah lama banget kita nggak ketemu dia" kata Ayah Romi.
"Iya ayah,mama juga khawatir" Jawab ibu Dina.
Mereka bersiap untuk berangkat ke apartemen Arga.
Sesampainya di sana,tidak ada yang membuka pintu dan sepertinya tempat itu kosong .
Ayah Romi mencoba menghubungi Arga
"Hallo nak"
"Iya ayah" jawab Arga
"Nak kamu sama Dea lagi keluar?Mama sama Ayah lagi di depan apartemen kalian" kata Ayah Romi.
Deg
.
.
.
.
Guys dukung author terus ya.
__ADS_1