
"eh itu ma,Dea lagi jalan-jalan ke taman bentar sama Sindi" jawab Arga tak ingin memberitahu mamanya dulu.
"Iya ma, paling bentar lagi pulang kok" tambah Adnan.
Mama Ratna mengangguk mengerti.
"Oh gitu ya, ntar kalo udah balik, telfon mama ya mama tutup dulu mau jalan-jalan sama papi"
"Bye ma,pa ,jangan lupa oleh-olehnya" kata Arga melambaikan tangan ke arah kamera.
Setelah telfon mati, mereka berdua bernapas lega karena kali ini mereka lolos.
"Lagian mama kok nelfon pas keadaanya gini sih" protes Arga.
"Mungkin mama sama papa lagi mau romantis kali Ga,masuk yuk kita pamitan sama Dea sama baby Zeana" kata Adnan karena mereka sudah lumayan lama di tempat itu.
Arga mengikuti Adnan,dia berpamitan dengan Dea yang masih menutup matanya.Arga mengecup kening Dea sebelum pergi.
Arga juga meminta anak buahnya untuk menjaga rumah sakit itu dari jauh agar tak ada yang menyakiti Dea.
******
"Ma ,Dea udah nggak pernah main kesini ya,apa dia sakit ya" ujar Ayah Romi karena Dea sudah tidak pernah mengunjungi mereka.
Padahal dulu, sebelum Dea terbaring di rumah sakit,Dia sering berkunjung sekadar membawa makanan ataupun bahan masak.
Tapi kini Dea sudah tidak terlihat membuat Ayah Romi khawatir.
"Dia lagi sibuk kali Ayah, nanti juga bakal kesini kok" sahut ibu Dina yang hatinya juga tak tenang.
"Iya ma, semoga dia baik-baik aja"
.
"Huftt, cape banget,nelfon Arga dulu ah" Keisha baru pulang menemui Riko.
Baru saja dia meraih hpnya untuk menelfon Arga,hpnya sudah bergetar lebih duluh dan ternyata itu adalah si bos.
"Halo bos"
"Gimana?"
"Aman bos,Dea masih ada di tangan kita" bohong Keisha.
"Bagus"
Lalu telfon itu diakhiri, Keisha segera menelepon anak buahnya untuk menanyakan keberadaan Dea. Namun sayangnya mereka masih belum menemukan Dea. Keisha murka karena Dea menghilang begitu saja.Dia menyuruh anak buahnya kembali ke desa itu lagi untuk mencari Dea lebih detail lagi.
"Tuh kan jadi lupa nelfon Arga " gumam Keisha yang kemudian menelfon Arga.
"Halo sayang"
Keisha tersenyum puas mendengar jawaban Arga.
"Kamu dimana sayang,aku kangen kamu"
"Aku lagi otw ke apartemen kamu,kamu mau pesan apa?"
"Aku nggak pesan apa-apa sayang aku mau kamu aja"
"Oke tunggu aku ya"
Sepulang dari rumah sakit ,Arga langsung menuju ke apartemen Keisha karena dia tau Keisha akan menanyai keberadaannya.
__ADS_1
.
"Mas,Dea kasian banget nggak sih?" Kata Sindi saat di mobil.
"Iya sayang, apalagi baby Zeana butuh dia banget" sahut Adnan yang sedang menyetir.
"Kalau nanti udah dipindahkan ke rumah Arga,kita bisa mengunjungi setiap hari mas" kata Sindi.
"Iya sayang,baby kamu cape nggak hari ini,kita abis ketemu kakak Zeana loh" Adnan berbicara kepada anaknya yang ada di perut.
"Iya papa,aku seneng banget" jawab Sindi dengan suara dibuat seperti suara anak kecil.
.
"Ga,kamu udah dateng?" Keisha membuka pintu saat bel berbunyi.
"Iya Sayang,kamu cantik banget hari ini" puji Arga.
Keisha yang dipuji tersenyum malu
"Bisa aja kamu"
"Untung tadi aku pilih pakaian yang sexy " batinnya.
Dia membawa Arga masuk.
"Kamu udah makan?" Tanya Arga yang dijawab gelengan kepala oleh Keisha.
"Gimana kalau kita masak bareng?" ujar Arga yang malas duduk berdua dengan Keisha.
"Ayo" sahut Keisha beranjak dari duduknya.
"Kita mau masak apa Ga" Tanya Keisha yang sama sekali tidak bisa memasak.
"Nggak apa-apa sayang,aku pengen makan telur buatan kamu" ujar Keisha.
Setelah cukup lama berperang dengan peralatan masak, akhirnya jadilah 2 telur ceplok untuk mereka berdua.
Arga sampe Keringat karena lelah ,padahal dia hanya membuat telur.
"Tadaa telurnya jadi" kata Arga saat meletakkan piring di meja depan Keisha.
" Wah enak nih,kamu mau pake nasi?" Tanya Keisha.
"Iya aku pake nasi sedikit aja" sahut Arga.
Sabar Arga, bentar lagi semuanya selesai
"Ini sayang" Keisha memberikan piring berisi nasi ke Arga.
Mereka berdua makan sambil bercanda .
Arga makan sambil melirik gerak gerik Keisha.
...
Anak buah Keisha sudah tiba lagi di desa itu, mereka langsung menuju ke Rumah sakit.
Dokter yang merawat Dea melihat gerak gerik mereka .
Orang suruhan Arga juga melihat mereka.
Mereka langsung mengirim pesan ke Arga.
__ADS_1
Namun Arga tak membacanya karena hpnya ketinggalan di mobil sedangkan dia sedang berada di apartemen Keisha.
"Permisi ada yang bisa saya bantu?" Tanya dokter.
"Kami mau cari pasien bernama Dea" jawab mereka.
"Dea siapa ya pak, silahkan melapor disana ya" Kata dokter menunjuk ke arah perawat .
Anak buah itu bertanya kepada perawat yang bertugas.
"Permisi kami mau mencari Pasien bernama Dea"
" Mohon tunggu sebentar ya pak"
"Maaf pak,nama tersebut tidak terdaftar sebagai pasien disini" jawab perawat itu.
Anak buah Keisha mengeluarkan senjata mereka .
"Semuanya tunduk, Jangan ada yang bergerak atau kami tembak"
Semua perawat, dokter, maupun pasien langsung berlari dan berkumpul di satu tempat dengan tunduk dan mengangkat tangan mereka ke atas.
Anak buah Keisha mencari di seluruh ruangan dengan menodongkan senjata kepada yang mencoba melawan.
Mereka membuka satu persatu ruangan di rumah sakit hanya untuk menemukan Dea.
"Gimana?" Tanya salah satu dari mereka yang menunggu ditempat semula orang berkumpul.
"Benar ,Dea tidak ada disini" kata mereka yang pergi memeriksa ruangan.
"Sial kemana perginya dia?" umpat Anak buah itu.
wiuww wiuwww wiuwww
(Btw author nggak tau bunyi alarmnya ya jadi di samain aja😭)
Suara alarm tanda keadaan darurat berbunyi,Dokter yang merawat Dea menjadi panik.Dia khawatir mereka menemukan Dea.
Anak buah Keisha terlihat heran, karena setau mereka tidak ada pasien di ruangan IGD yang kepadanya darurat.Tapi kenapa alarmnya berbunyi.
Mereka coba mengecek sekali lagi di seluruh ruangan namun semua pasien terlihat baik-baik saja dan tidak terlalu parah.
Salah satu dari anak buah itu menatap ke arah setiap dokter dan perawat.
"Sepertinya kalian menyembunyikan sesuatu" ujarnya tersenyum sangar.
Dokter dan perawat yang tahu keberadaan Dea mencoba untuk tenang dan tidak gugup agar mereka tidak curiga. Dokter itu memegang erat ujung bajunya.
Wiuww wiuwww wiuwww
Sekali lagi alarm berbunyi.Dokter yang merawat Dea berdiri karena tidak bisa membiarkannya begitu saja, bagaimana jika Dea butuh pertolongan pikirnya.
"Saya rasa saya harus memeriksa pasien yang sedang darurat" ujarnya.
"Silahkan, ikuti dia" perintah anak buah yang memimpin tim itu.
Dokter itu melangkah dengan gemetar karena dibelakangnya terus menodongkan senjata ke arahnya.
.
.
.
__ADS_1
Maaf guys upnya nggak teratur 🙏