
Ketika mereka semua sibuk mencari Adnan,yang dicari malah keasikan tidur di kamar baby Zeana.
#Flashback
Saat Arga naik ke atas,Adnan takut mendengar kabar buruk jadi dia memutuskan untuk tinggal dibawah,namun dia merasa lapar jadi saat Arga mengantar dokter dan Sindi menidurkan baby Zeana dia sedang berada di dapur , sehingga mereka tidak bertemu.
Saat mengantuk dia memilih untuk mendatangi kamar baby Zeana,dia tidur di lantai yang beralaskan karpet.
#Flashback off
"Coba di telfon deh,siapa tau tadi dia keluar lagi" Arga juga bingung bagaimana bisa manusia Segede Adnan hilang dalam beberapa menit.
Sindi mencoba menghubungi Adnan namun tak di angkat, karena suara bunyinya di sekitar mereka.
Sindi melihat ke dalam mobil dan ternyata ponsel Adnan tertinggal di dalam sana.
"Ponselnya ketinggalan mas" kata Sindi.
"Aduh kemana sih dia" mama Ratna dan yang lainnya juga ikut mencari.
"Coba telfon ke rumah sakit" Arga berpikir jika Adnan mendapat Pasien penting jadi harus balik lagi.
"Hallo mbak,ini saya Sindi istrinya dokter Adnan" ucap Sindi sopan saat panggilan di angkat.
"Iya halo Bu,ada yang bisa saya bantu?"
"Gini mbak,suami saya nggak ada dirumah,apa dia di rumah sakit ya?" Tanya Sindi
"Nggak Bu, Dokter Adnan sudah pulang sejak tadi, hari ini beliau tugasnya malam Bu "
"Oooo gitu ya, makasih ya mbak"Sindi mematikan teleponnya.
"Katanya Mas Adnan tugas malam " jelas Sindi pada mereka semua.
"Terus itu anak dimana?" Arga berpikir keras Dimana perginya Adnan .
Sementara mereka sibuk mencari Adnan,di kamar baby Zeana.
Hoamm
Adnan bangun dan melihat jam,
"Lama juga gue tidur,Dea keadaanya gimana ya?"
Adnan pergi ke kamar Dea dan melihat Dea masih berbaring dan tidak ada orang di sana.
"Pasti nggak kenapa-kenapa, syukurlah"
Adnan turun dengan songongnya dia memanggil istrinya.
"Sayang kamu dimana?"
Semua orang menoleh ke arahnya, mereka semua menatap tajam ke dirinya.
Adnan memundurkan langkahnya karena Curiga sesuatu yang buruk akan terjadi.
"Kampret" Tanpa menunggu lama Arga langsung mengejarnya.
Adnan lari sekencang mungkin untuk menyelematkan diri.
"Ada apa sih Ga"
"Diam Lo"Arga menangkap Adnan dan mereka berdua jatuh bersamaan dengan posisi Arga berada di atas Adnan.
__ADS_1
"Ga,Lo suka sama gue?" gurau Adnan menatap mata Arga.
"Idih gila Lo" Arga langsung berdiri dan bergidik ngeri.
"Udah cukup ,ayo kita minum" Ibu Dina mengajak mereka berdua untuk minum.
Ibu Dina dan Ayah Romi tinggal di rumah itu atas permintaan Arga .
Arga ingin menjaga mereka,jadi dia menyuruh mereka untuk tinggal bersamanya.
*****
"Riko mana?" Tanya Keisha pada pegawai yang bekerja di club Riko.
"Bos Riko beberapa hari ini nggak masuk kerja Bu" jawab mereka.
"Sialan" umpat Keisha.
Dia mencari Riko ke semua tempat namun tetap tak menemukannya.
Keisha mendatangi tempat mereka mengurung anak buah yang menyekap Dea.
Ceklek
Keisha membuka pintu namun Zonk, di dalam sana sudah tidak ada siapa-siapa.Keisha mulai frustasi dan pergi meninggalkan tempat itu.
Di perjalanan pulang, ponselnya berbunyi.
"Hallo"
"Gue pengen ke tempat Dea sekarang aja" Ternyata yang menelpon adalah Denis.
"Dea hilang,anak buah gue bawa dia kabur" Jawab Keisha.
"Nyenyenye lu pikir gue nggak cari apa,Riko kampret lu,liat aja gue bakal habisin Lo kalau ketemu"Keisha terus mengumpat Riko.
Tiba-tiba Teleponnya berbunyi lagi,namun dari nomor tak dikenal.
" Hallo"
"Halo sayang,apa kabar?" Riko sengaja menelpon Keisha karena tahu dia akan emosi.
"Sialan Lo,gue bakal hancurin Lo" ancam Keisha.
"kamu kenapa sih sayang?" Tanya Riko pura-pura tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan Keisha.
"Nggak usah basa-basi,Lo dimana"
"Cari aja kalau Lo bisa" Riko mematikan teleponnya dan membuang kartunya.
"Hahahaha ternyata Lo lebih bodoh dari yang gue kira" Riko dan anak buahnya yang lain bersembunyi di sebuah tempat.
Setelah menelepon Keisha mereka meninggalkan tempat itu dan kembali bersembunyi di tempat lainnya.
"Gue jamin Arga nggak bakal lepasin Lo" Riko tersenyum licik.
#Flashback
Karena merasa Keisha mulai menghindarinya,Riko terus mengikuti Keisha.
Hingga dia tahu bahwa Keisha masih menyimpan rasa untuk Arga .
Suatu hari dia mendatangi kantor Arga,
__ADS_1
"Permisi"
"Iya masuk"sahut Arga .
"Riko" ucapnya begitu Riko masuk.
"Ga,Lo jangan emosi duluh,gue kesini bukan mau cari ribut,gue mau bantu Lo" Riko langsung berbicara tanpa duduk duluh.
"Duduk duluh yuk" Ajak Arga.
Riko menceritakan semuanya ke Arga siapa sebenarnya Dia memberikan semua bukti dan informasi tentang Keisha maupun Denis.
#Flashback off
Sebenarnya Arga menyuruh mereka untuk menyerahkan diri mereka ke polisi agar hukumannya tidak berat.
Riko ingin meneror Keisha dan Denis sebelum ia menyerahkan diri. Mereka segera pindah ke tempat persembunyian yang baru.
.
Keisha mendatangi tempat Denis,dia meminta Denis untuk melacak nomor yang digunakan Riko tadi.
"Bos,Lo harus lacak nomor ini,dia yang tahu keberadaan Dea Sekarang" kata Keisha.
"Arghhh dasar nggak becus,mana nomornya?" Denis mempunyai teman yang bisa diandalkan dalam hal ini.
Keisha memberikan nomor tadi kemudian mereka menunggu hasilnya.Keisha mendapat keuntungan dari kejadian ini,dia bisa lari dari kesalahannya untuk kehilangan Dea dan menjadikan Riko kambing hitam.
Beberapa saat kemudian mereka menemukan lokasi Riko, mereka mendatangi tempat itu dengan keadaan siap,Denis menyimpan senjata dibalik bajunya.
Brakk
Denis menendang pintu dan Keisha menyusul dibelakang.
"Angkat tangan kalian!!!!"bentak Denis dengan menodongkan senjata ke dalam.
Tapi didalam tidak ada siapa-siapa hanya ada poster bertuliskan "Fu*k you" di depan mereka berdua.
"Sial" umpat Denis.
"Hahahaha keren Banget bos,gue nggak nyangka Lo punya senjata" Keisha menertawai Denis yang dengan segala kesombongannya menodongkan senjata namun ternyata tak ada orang.
"Mending Lo diam,atau gue tembak Lo sekarang" Denis geram karena dipermainkan.
.
"Ga ,gimana rencana Lo selanjutnya?" Tanya Adnan saat mereka sedang berdua.
"Gue pengen bunuh Lo " jawab Arga.
"Gue serius Arga"
"Gue pengen adu domba Keisha dan Denis hingga mereka berdua saling melaporkan diri ke polisi" Jawab Arga santai.
"wah Lo emang kejam" Adnan meninggalkan Arga sendiri.
Setelah kepergian Adnan,Arga pergi ke kamar baby Zeana,Dia menatap putrinya yang semakin hari semakin gemuk.
Arga bersyukur karena anaknya berhasil melewati semua masa sulitnya.
Dia menatap lekat wajah baby Zeana yang sama cantiknya dengan Dea.
Arga meninggalkan kamar baby Zeana dan beralih ke kamar Dea.
__ADS_1