Cinta Tulus Si Gadis Desa

Cinta Tulus Si Gadis Desa
bab 11 ~Semakin dekat ~


__ADS_3

Charles tersenyum jahat saat kedua calon mertuanya keluar dari ruangannya,entah apa yang membuatnya tersenyum seperti itu.


"Mereka mulai ingin merencanakan sesuatu yang jahat,lihatlah aku juga bisa membuat kalian hancur tampa kalian sadari,aku tidak tau kenapa kedua orang tuaku percaya kepada kedua manusia ini." Suara hati Charles.


Sementara itu di rumah mewah milik Anderson,Rebecca sibuk memasak,dia meminta kepada seluruh pelayan untuk tidak membantunya,bahkan calon mertuanya sudah melarang dia untuk tidak melakukan itu tapi dia tetap pada pendiriannya untuk memasak.


"Untuk apa kamu melakukan itu,di rumah ini koki sudah tersedia,jadi kamu hannya tinggal duduk dan menunggu calon suami mu kembali." Ucap nyonya Marta.


"Tidak tante,kata nenek aku,kalau mau jadi calon istri itu harus pintar memasak supaya suami dan anak sehat dan terurus." Jawab Rebecca,Marta mengerutkan keningnya.


"Nenek,kamu masih punya nenek?"


"A_aa_ Maksud aku pelayan,iya pelayan,aku rajin membatu pelayan yang ada di rumah,terus pelayan itu menasehati ku,katanya kalau menjadi wanita harus pandai memasak."Jawab Rebecca gugup,dia sangat takut dan untungnya calon mertuanya tidak curiga kepadanya.


"Hebat dong,tapi kalau disini kamu tidak perlu melakukan itu,disini semua sudah ada yang mengerjakannya,kamu tinggal mengurus suami mu saja." Jawab Marta lalu dia meninggalkan dapur,dia begitu kagum dengan sikap Rebecca yang begitu sederhana dan polos.


Setelah hari sudah mulai gelap,Rebecca telah menyelesaikan semua masakannya dan menatanya di dapur.Semua pelayan cukup takjub dengan sikap Rebecca,bagaimana tidak dia yang sudah calon nyonya muda di rumah mewah itu mau turun tangan ke dapur rasanya dia begitu istimewa.


"Nyonya anda sangat hebat." Ucap seorang pelayan sambil mengacungkan kedua jempolnya dan Rebecca hannya tersenyum menanggapi pujian pelayan di rumah itu.


"Rebecca calon suami mu sudah kembali." Marta memekik dari ruang tamu,semua pelayan berlari ke depan untuk menyambut tuan Charles mereka menunduk hormat kepada pria itu membuat Rebecca semakin takut terhadap pria itu.

__ADS_1


"Sayang,lihatlah calon istrimu hari ini datang kesini,dan dia memasak untukmu." Marta memuji Rebecca di hadapan Charles tapi sayangnya pria itu mengabaikan ke hadiran Rebecca.


"Ma,aku masuk dulu ke kamar aku lelah."Jawab Charles lalu pergi meninggalkan mama dan calon istrinya.


"Sayang,kamu harus pandai dan sabar dengan sikap anak Tante iya,biar pun orangnya kelihatan sombong hatinya baik kok."Ucap Marta,Rebecca hannya bisa menarik napas panjang,


"Aku hannya bersabar sampai wanita itu kembali,sial banget rasanya kenapa wajahku bisa mirip dengannya." Batin Rebecca,rasanya dia ingin menagis saat pria yang katanya calon suaminya mengabaikannya.


Karena hari sudah semakin larut dan dia juga tidak membawa ponsel Rebecca pamit kepada calon mertuanya,untuk pulang,beberapa kali Marta meminta Charles untuk mengantar Rebecca pulang ke rumah orang tuanya sayangnya Charles mengabaikan permintaan mamanya,dan akhirnya supir mengantar Rebecca kembali pulang.


Dari lantai atas Charles melihat Rebecca yang menaiki mobil,dia menyeringai jahat,entah apa artinya hannya dia yang tau.


Rebecca sudah hampir dekat dengan rumah nyonya Rini,dia sudah takut kalau dia akan kembali mendapat Omelan dari nyonya Rini.Rebecca melangkah masuk dengan ragu-ragu benar saja,kedua suami istri itu sudah ada di sana dan menatap sinis kepadanya.Rini langsung beranjak dari tempat duduknya lalu menyusul Rebecca,


"Plak.....Dasar anak tidak tau diri,bisa-bisanya kamu pergi tampa ijin dariku,kamu ingin semua rencana yang sudah ku susun matang berantakan karena ke salahanmu,ingat sekali saja kamu membuat kesalahan kamu akan menanggung akibatnya,aku tidak akan segan-segan membunuh nenekmu." Ucap Rini dengan wajah yang begitu marah.Rebecca memegangi wajahnya yang sudah memanas akibat tamparan nyonya Rini,dia tidak menyangka wanita itu akan semarah itu kepadanya,padahal dia tidak melakukan kesalahan sedikit pun kepadanya.


"Maafkan aku nyonya,aku tidak akan melakukan ini lagi,aku tidak punya ponsel untuk meminta ijin kepada nyonya sementara nyonya Marta buru-buru membawaku tadi siang."


"Diam,...Kamu berusaha mendekati wanita itu,kamu ingin mereka menyukaimu,atau kamu punya rencana untuk menjadi nyonya besar di ruang mewah itu? jangan bermimpi,kamu hannya seorang gembel yang kebetulan mirip dengan anakku." Ucap Rini sambil mendorong kening Rebecca dengan kasar.


"Masuk ke dalam kamar mu,aku muak dan ingin muntah melihat wajahmu yang munafik itu,sepertinya aku harus hati-hati kepadamu." Ucap Rini,Rebecca segera pergi meninggalkan ruang tamu,dia sangat sedih,dan selalu mendapat ancaman yang membuatnya takut.

__ADS_1


Rini terus mengomel di ruang tamu,para pelayan mengerutkan kening,melihat kemarahan nyonya Rini kepada putrinya,ini pertama kali mereka melihat wanita itu marah kepada putrinya bahkan sampai melemparkan pukulan keras kepada wajah putrinya.


"Aku semakin curiga,dan merasa sangat aneh,aku belum pernah melihat nyonya Rini begitu marah ke pada nyonya Eva,apa yang terjadi?" Ucap seorang pelayan,mereka berkumpul di dapur dan membicarakan keluarga itu hingga mereka tidak sadar jika nyonya Rini sudah berdiri di belakang mereka.


"Oohhh,ternyata ini kerjaan kalian,aku memberi gaji tinggi kepada kalian,dan ternyata kalian membicarakan keluargaku di belakang kami,mulai hari ini kalian semua saya pecat...Pergi dari rumah ini malam ini juga dasar babu sialan." Ucap Rini,semua pelayan terdiam mendengar ucapan nyonya mereka.


"Nyonya maafkan kami,bukan maksud kami untuk membi_" Rini menatap sinis dan memotong ucapan pelayannya.


Pergi dari rumah ini.....Sekarang juga,aku butuh babu sperti kalian." Rini memekik,hingga para pelayan itu pergi ke kamar dan membereskan pakaian masing-masing.


Rini mengusir semua pelayannya malam itu juga,tampa memberi gaji sepeser pun untuk mereka,padahal ini sudah mau mendekati akhir bulan.


******


Hari yang di tunggu-tunggu keluarga besar Anderson akhirnya tiba juga,hari ini semua pelayannya pergi menuju hotel tempat tuan muda mereka untuk melaksanakan pesta.


Rebecca terlihat begitu cantik memasuki altar gereja untuk menerima pemberkatan pernikahan hari ini,Rebecca meneteskan air mata saat pendeta mengucapkan doa-doa pernikahan untuk mereka,rasanya dia begitu sedih karena harus mempermainkan sebuah pernikahan sakral.


Setelah pendeta memberian doa-doa kepada mereka kini saat nya mereka menerima ucapan selamat dari berbagai undangan sudah tentu undangan yang hadir bukanlah orang-orang biasa.


**** Bersambung***

__ADS_1


__ADS_2