
Rencana Frans untuk menggugurkan kandungan Eva gagal hari ini,dia keluar dari gedung rumah sakit dengan perasaan yang sangat kesal,beberapa kali dia terlihat memaki karena kegagalannya hari ini.
"Entah kenapa kedua Kaka sepupunya itu harus datang hari ini,andaikan hari ini kandungannya tidak selamat maka secepatnya kami akan kembali ke Indonesia bosan rasanya tinggal di negara ini." Ucap Frans,dia menyetir mobil sendirian menuju apertemen miliknya.
Sementara itu Eva bersiap-siap untuk kembali ke apertemen nya karena dia merasa tubuhnya sudah lebih baik.Dan sekarang sepertinya dia harus lebih hati-hati kepada pacarnya,dia tidak mau merasakan sakit untuk yang kedua kalinya.
"Kakak,bisa tidak aku tinggal bersama kalian saja,rasanya aku bosan kalau tinggal sendirian!!"Kakaknya terlihat mempertimbangkan permintaan adiknya tapi melihat suaminya yang mengangguk kepadanya akhirnya dia setuju,karena biar bagaimana pun jika rencana keluarganya berhasil nanti,maka mereka juga pasti akan ikut menikmatinya juga.
"Baiklah,mulai hari ini kami akan menjagamu sampai kamu melahirkan,seharusnya kamu jangan tinggal bersama pria itu,untuk apa kamu berurusan dengan pria sepertinya,aku tau dia hannya benalu untukmu nantinya." Nasihat kakaknya membuat Eva malu sendiri.
Setelah semua urusan di rumah sakit selesai,Kakaknya membawa Eva kerumah mereka,yang terbilang kecil untuk seorang wanita seperti kakaknya.Padahal mereka memiliki usaha yang cukup maju entah kenapa mereka hannya tinggal di rumah kecil seperti itu.
****
Sementara itu di Indonesia,Rebecca di bawa oleh Leon ke sebuah salon mewah,di sana kemabli dia melakukan perawatan,semenjak menikah dengan orang kaya beberapa kali Rebecca melakukan perawatan yang membuat dia semakin cantik dan bersinar,di tambah barang-barang yang dia pakai semua serba mewah mahal.
Setelah selesai melakukan perawatan dan memakai pakaian yang cantik menambah keindahan Rebecca,Leon bergegas membawa dia ke perusahan,untuk menjemput Carles yang masih sibuk di kantor.Ini pertama kalinya Rebecca melihat gedung perusahaan milik suaminya,dia cukup kagum untuk kemewahan gedung itu,biasanya dia hanya melihat gedung seperti itu di dalam televisi hari ini dia sudah melihat dengan nyata dan semua itu milik suaminya.
Setelah menikah dengan Carles kehidupan Rebecca memang sangat berubah,bahkan mungkin jika dia kembali ke desanya,orang-orang tidak akan tau jika dia dulu seorang buruh di kebun orang,bahkan dia sering mendapat hinaan dari tetangga karena di nilai tidak mampu melakukan apa pun.Lamaunan Rebecca buyar saat Leon membuka pintu dan suaminya Carles masuk kedalam mobil.
__ADS_1
"Apa kamu sudah mengirim pesan kepada mertuaku yang sangat munafik itu jika malam ini kami akan makan bersama dengan mereka,apa kamu sudah membeli oleh-oleh yang akan kami berikan kepada ibu mertua itu?" Carles menodongkan banyak pertanyaan kepada Leon,dan Rebecca sangat kaget mendengar ucapan suaminya.
"Tuan,apa kita akan makan bersama dengan kedua orang tuaku?" Terlihat jelas di wajah Rebecca ketakutan,dan Carles tau itu,apalagi sebelumya dia belum memberi tahu kepadanya.
"Iya,kita akan makan bersama,dengan keluargamu,apa kamu keberatan?"
"A_a..T_Tidak tuan,aku tidak masalah,aku malah senang." Jawab Rebecca,dia berusaha menutupi ketakutannya dengan senyum yang di paksakan.Leon menyetir dengan kecepatan rendah,apalagi saat ini terlihat kemacetan walaupun tidak terlalu parah.
Sepanjang jalan Rebecca terlihat gelisah bahkan beberapa kali dia menarik napas berat ini,hal ini membuat Carles semakin curiga kalau istrinya sedang menyimpan sebuah rahasia yang sangat besar.
"Leon,jika kamu sedang berbohong atau menutupi suatu rahasia yang besar kepadaku apa kamu akan ketakutan? Pertanyaan Carles membuat Rebecca semakin salah tingkah,sementara itu Leon tersenyum kecil dia hannya berharap jika suatu saat Eva kembali tuannya itu sudah jatuh cinta kepada Rebecca.
"Iya tuan,makanya aku tidak pernah merahasiakan apa pun kepada tuan,aku selalu jujur apa pun yang terjadi karena suatu kebohongan itu membuat hidup kita tidak akan tenang."Jawab Leon dengan nada menekan,dari kaca spion dia melihat wajah Rebecca yang sudah merah padam,sementara Carles menatap Rebecca dengan ekor matanya,dia ingin melihat reaksi Rebecca.
"A_aa_ya..tuan,seperti itu mungkin." jawab Rebecca dengan terbata-bata,dia merasa hidupnya seperti di dalam ruangan yang sangat sempit,keringat membasahi dahinya,padahal saat itu AC mobil sangat kencang tapi dia bisa kepanasan seperti itu.
Carles mengambil saputangan dari kantong jas nya,lalu tiba-tiba dengan lembut dia menyeka keringat yang membasahi kening Rebecca,dia sangat kaget saat itu dan tiba-tiba jantungnya berdebar dengan sangat hebat,bahkan Carles mendengar debaran jantung istrinya.
"Kenapa kamu begitu salah tingkah,aku hannya menyeka keringat yang membasahi kening mu,kenapa sampai salah tingkah begini?"
__ADS_1
Mendengar pertanyaan yang di lontarkan Carles membuat Rebecca,tidak bisa berbicara,dia segera membuka kaca mobil lalu memandang keluar dari dalam mobilnya.
Pada saat mereka sampai di lampu merah,sebuah mobil berhenti di samping mobil mereka,Rebecca yang masih memandang keluar,karena ingin mendinginkan wajahnya yang sudah kepanasan seorang pria menggodanya,
"Hai...Cantik,bisa kenalan tidak." Rebecca membalas senyuman kepada pria itu lalu menutup kaca mobilnya karena merasa tidak nyaman.Tiba-tiba Leon keluar dari dalam mobil dan mengetuk pintu mobil pria itu,setelah kaca mobilnya di buka Leon melayangkan satu pukulan keras di wajah pria itu.
Beberapa pengendara mobil berteriak,dan bahkan keributan hampir tidak bisa terelakkan saat pria itu keluar dari dalam mobil.Akhirnya kemacetan panjang terjadi di sekitar itu,beruntung saat itu dua polisi membawa mereka ke pinggir jalan dan di sana Leon dan juga pria itu di damaikan.
Rebecca menatap kepada Carles yang tidak bergeming sedikit pun,wajahnya terlihat datar bahkan sepertinya dia tidak peduli dengan kejadian itu.
"Tuan,aku tidak masalah kenapa tuan Leon sampai melakukan hal seperti itu?"
Tidak beberapa lama pria itu datang menghampiri Carles lalu membungkuk minta maaf di samping mobilnya,wajah Carles terlihat datar,bahkan tampa ekspresi,
"Jalan!!" Mereka meninggalkan pria itu,di pinggir jalan,Rebecca begitu kaget,dia tidak terbiasa hidup di kalangan orang kaya membuatnya seperti orang bodoh.
"Tidak perlu kamu pikirkan masalah itu,sesekali kita harus memberi pelajaran kepada pria-pria hidung belang."
"Tapi tuan,dia hannya menyapaku tadi,bahkan dia terlihat sopan."
__ADS_1
"Aku ini seorang lelaki aku tau dia pria macam apa? dan kamu terlalu polos untuk itu." Jawab Carles.Leon yang mendengar ucapan tuannya hanya bisa tersenyum.
*** bersambung***