
Bram terlihat sangat emosional saat ketiga anak buahnya gagal membawa Rebecca ke hadapannya.
"Sialan bagaimana caranya membawa wanita itu pergi,sulit sekali melenyapkan dia dari dunia ini,bagaimana ini?" Bram terlihat mondar-mandir di ruang tamu,dia kehabisan ide untuk melenyapkan Rebecca,karena dia tidak ikhlas jika posisi putrinya menjadi istri pewaris di gantikan oleh Rebecca.
"Bagaimana bisa kita menjalankan rencana kita jika wanita kampungan itu masih berada di sisinya Carles,Eva adalah jembatan kita untuk memiliki seluruh harta mereka,jika Rebecca sudah lenyap dan hubungan Carles dan Eva semakin membaik kita hannya perlu melenyapkan pasangan suami istri itu,sialan kehadiran wanita kampung itu menghancurkan seluruh rencana kita." Ucapan Rini,dia juga berusaha keras untuk mencari ide tapi sepertinya otaknya tidak bisa di ajak kerja sama.
****
Sementara itu di kediaman Carles Rebecca begitu ketakutan bahkan dia tidak mau tidur di kamar,dia tidur di ruang tamu bersama Mona dan neneknya.
"Pak siapa mereka dan apa tujuannya datang membuat keributan di rumah ini?" Tanya Rebecca ,wajahnya terlihat pucat mungkin karena dia sangat ketakutan.
"Tenang nyonya,semuanya aman terkendali,jangan takut kami akan menjaga rumah ini sebaik mungkin nyonya bisa istirahat dengan tenang." Ucap Bonar yang kebetulan masuk kedalam rumah untuk mengambil minum, karena pelayan sudah masuk ke dalam kamar masing-masing.
*****
Eva bangun seperti biasanya lalu,turun kebawah bergabung bersama kedua mertuanya,walaupun dia sangat malas bertemu dengan kedua mertuanya,dia tetap melakukan itu karena dia takut mertuanya berbicara yang tidak enak nantinya.
"Selamat pagi papa....Mama....maaf telat!!" Ucap Eva lalu menarik kursi dan duduk di tempatnya seperti biasa.Kedua mertuanya diam tanpa ada yang membalas sapaannya membuatnya seperti orang yang tidak di hargai di rumah itu,mereka memang benar-benar berubah setelah kepergian Carles dari rumah itu.
__ADS_1
"Kenapa kamu menatap tempat duduk Carles,kamu seperti orang yang tidak ada artinya di rumah ini,aku heran mengurusi masalah rumah tangga mu saja kamu tidak bisa." Sindir Marta membuat Eva semakin serba salah.
"Ma...Aku juga tidak ingin rumah tanggaku berantakan seperti ini,aku sedih ma...seharusnya papa dan mama yang menasehatinya,dia belum bisa menerima ku Samapi hari ini,kalian lah ma yang mendekati dan menasehatinya jangan cuma bisanya menekan aku ma..." Ucap Eva dengan nada sedikit tinggi kedua mertuanya menatap kepadanya lalu meletakkan sendok di piring.
"Itulah tugasnya seorang istri atau jangan-jangan ucapan anakku ada benarnya kamu sudah menipu nya." Ucap Marta semakin menekan Eva.Tidak tahan dengan sikap dan sindiran mertuanya Eva langsung beranjak dari tempat duduknya lalu mengambil kunci dan keluar dari rumah itu.
"Papa...Sepertinya kita salah memilih menantu,percuma saja dia sekolah di luar negri tapi tidak punya etika sedikit pun." Sungut Marta,dia menyelesaikan sarapannya yang harus saja dia makan seketika selera makannya hilang karena keributan kecil di meja makan.
"Mama yang keterlaluan bisa-bisanya,kamu menekan dia seperti itu,sepertinya kamu beralih membela Carles_
"Jelas pa...Aku membela anakku,kalau anakku tidak suka dengannya jadi aku harus memaksanya begitu,dia itu orang lain di rumah ini ,jika kita tua dan penyakitan belum tentu dia mau mengurus kita,sementara anak kita mau seperti apa pun keadaan kita dia tetap akan menerima kita." Ucap Marta.Setelah berbicara seperti itu dia juga keluar dari rumah,dia mengajak supirnya untuk kembali ke rumah Carles.
"Saya ingin bertemu dengan anak saya Carles,bisakah kalian memanggilnya untuk keluar dari dalam rumah jika dia tidak mengijinkan orang tuanya masuk kedalam rumahnya!!"
"Maaf nyonya,tuan Carles sedang kunjungan ke Bali,dia belum sampai mungkin sebentar lagi tuan sudah sampai." Ucap penjaga,Marta hannya bisa diam,dia tidak mau berbuat keributan lagi karena hal itu tidak berarti baginya.
"Pak....Bisakah kalian_"Tiba-tiba saja Rebecca sudah berdiri di depan pintu dia dan Marta saling menatap,dan Rebecca seketika ketakutan,walaupun dulu mertuanya itu sangat baik kepadanya.
"Ka_kamu...kamu apa kamu istri dari anakku,bukan yang sedang ada di rumah?" Tanya Marta,dia hampir saja jatuh pingsan kalau penjaga itu tidak membantunya.
__ADS_1
"Maafkan aku mama....Aku tidak berniat membohongi kalian,tapi ini semua karena waktu itu aku berada di bawah tekanan keluarga tuan Bram."
"Apa maksud semua ini?"
"Mama masuk dulu kerumah,pak biarkan mama masuk kedalam,biar aku nanti yang bicara kepada suamiku." Ucap Rebecca.
Marta mengikuti langkah Rebecca masuk kedalam rumah,dia benar-benar syok saat melihat Rebecca,pantas saja dulu Eva sering bingung saat dia menanyakan sesuatu apa pun tentang Carles selama dia meninggalkan mereka di negara ini.
"Jadi kamu namanya siapa? dan kenapa kamu bisa mengantikan Eva pada saat pernikahannya dengan anakku?" Marta mengejarnya dengan banyak pertanyaan yang membuatnya masih sangat bingung saat ini.
"Panjang ceritanya ma...Dan ini nenekku,karena nenekku inilah alasannya aku menerima pernikahan dengan Carles,nenekku waktu itu sakit keras,dan membutuhkan banyak biaya,dan saat itu hannya keluarga Bram yang membantu kami dengan alasan aku bersedia mengantikan anaknya menikah dalam waktu satu tahun ini." Nenek marni duduk di antara mereka sambil mendengar cerita Rebecca.
"Jadi..Dari awal keluarga mereka sudah membohongi keluargaku,dasar biadap,penipu,pantas saja Carles terus menolaknya bahkan sampai menyebutnya wanita ******.Jadi apa yang membuat mu pergi dari rumah dan kembali di gantikan oleh eva?"
"Aku tidak tau persis ma..Tapi pada suatu pagi saat aku hendak berangkat menemui Carles di kantornya di tengah jalan mobil yang aku tumpangi mengalami kecelakaan dan setelah itu aku tidak ingat apa pun lagi,dan saat aku terbangun aku sudah berada di sebuah bendungan air. Dan untungnya aku dan bayi ku ini masih bisa hidup." Ucap Rebecca,dia mengelus perutnya seakan mengingat semua kejadian beberapa bulan yang lalu.
"Kejam...Mereka sungguh kejam,bahkan mereka mereka melakukan apa pun demi ambisi mereka." Ucap Marta,dia menatap Rebecca dari atas sampai bawah untuk menyakinkan dirinya kalau wanita itu tidak seorang penipu.
Pada saat itu,Carles juga baru sampai di rumah dia cukup kaget melihat ibu dan istri nya yang terlihat serius dalam pembicaraan.
__ADS_1
**** Bersambung***