Cinta Tulus Si Gadis Desa

Cinta Tulus Si Gadis Desa
Bab 60 ~ Kebahagiaanku ~


__ADS_3

Mona tersenyum mendengar ucapan Leon,dia memang memiliki tenaga yang lumayan besar karena sudah terbiasa menjalani kehidupan yang keras di desanya.


"Maaf Tuan,aku akan lebih hati-hati dari sekarang." Ucap Mona.Carles dan Rebecca segera meninggalkan mereka,Leon sedikit aneh dengan sikap kedua tuan dan nyonya.


"Bisa-bisanya tuan dan nyonya meninggalkan kami disini,apa mereka mengira aku akan jatuh cinta kepada gadis kecil ini,hahaha dia bukan selera ku,tubuhnya yang kurus membuatku tidak suka." Suara hati Leon.


"Kenapa kamu diam dan tersenyum,apa yang kamu pikirkan tentang aku,dasar mesum," Ucap Mona lalu menutup kedua dadanya dengan melipat tangannya.


"Hahaha kamu menutup itu,kamu pikir aku suka kepadamu,kamu pikir aku suka sama gadis kecil sepertimu,kamu terlalu kurus jadi tidak ada yang menarik dari mu." Ucap Leon lalu meninggalkan Mona yang sudah kesal sendirian.


****


Sementara itu,Bram di rumah sakit sudah seminggu ini dia tidak mau makan,hingga hari ini kesehatannya menurun dan tidak sadarkan diri.Pihak kepolosan membawanya ke rumah sakit,lalu merawatnya disana.


beberapa polisi wanita menghampiri Rini,dia masih terlihat linglung dan tidak mau bicara kepada siapa pun.Karena dia hannya diam membisu akhirnya para polisi itu meninggalkan Rini di ruangannya.

__ADS_1


Keluarga Bram benar-benar hancur,mereka kehilangan semua harta miliknya bahkan kehilangan putri semata wayang mereka,cukup menyedihkan memang tapi itulah balasan kepada orang yang serakah dan tidak bersyukur dengan apa yang dimilikinya.


Seminggu sudah Marta di rawat di rumah sakit,hari ini dia sudah di ijinkan pulang ke rumahnya,karena keadaannya yang semakin membaik.Carles menyetir mobil dia dari pagi sudah menunggu mamanya di rumah sakit karena mereka akan kembali ke rumah mereka,yang sekarang.


"Carles kenapa kamu tidak membawa,Rebecca untuk menjemput ku hari ini,kamu memang sangat jahat,bisa-bisanya kamu datang sendirian?"


Carles tersenyum mendengar ucapan mamanya,dia memang sudah berbuat mengajak Rebecca hari ini ke rumah sakit tapi karena,Rebecca mengalami kram di kakinya akhirnya dia berangkat sendirian,dia tidak tega jika harus melihat istrinya berjalan pincang.


"Ma...Kenapa kamu langsung bisa membedakan antara Rebecca dan juga Eva,padahal mereka terlihat sangat mirip,sampai hari ini aku masih bingung kenapa kedua orang itu sangat mirip."


Setelah mereka sampai di rumah mewah milik Carles,Rebecca langsung datang menghampiri mereka keluar walau kakinya terlihat pincang.


"Sayang,kamu kenapa mesti keluar,kalau kakimu masih sakit,toh kami juga akan masuk kedalam." Ucap Carles.Rebecca mengabaikan pertanyaan suaminya,dia menyalami kedua mertuanya.


"Selamat datang papa,mama,di rumah,syukurlah akhirnya mama sudah sehat."

__ADS_1


"Iya dong sayang,ini berkat doa mu,ayo kita masuk." Ucap Marta,Rebecca mengandeng lengan mertuanya lalu mereka masuk kedalam rumah.


Nenek Marni juga turut menyambut kedatangan Marta begitu juga dengan Mona,walau mereka terlihat takut-takut.


"Papa..Kenalin ini nenekku,dan ini juga adikku." Ucap Rebecca Anderson menerima salaman mereka,dia sudah memutuskan untuk menerima kehadiran Rebecca menjadi menantunya.


Mereka,menikmati makanan yang sebelumnya sudah di persiapkan mereka,terlihat jelas kebahagian di wajah mereka.Anderson juga sangat bahagia karena sebelumnya dia hampir putus asa karena kehilangan istrinya.


"Rebecca,selama ini papa minta maaf jika ada kata-kata dan sikap ku yang kurang baik ya,semoga kedwpannya keluarga besar kita ini semakin bahagia dan seluruh perusahaan kita semakin jaya."


"Amin..." Semua orang menjawab doa Anderson.Rebecca sangat bersyukur dengan apa yang dia dapatkan hari ini.Kini Rebecca semakin sadar di balik semua penderitaannya selama ini ternyata Tuhan sudah menyiapkan kebahagian kepadanya.


Terima kasih kepada reader yang sudah mendukung cerita ini dari awal sampai akhir.


πŸ’—πŸ’—πŸ’— TamatπŸ’—πŸ’—πŸ’—

__ADS_1


__ADS_2