
Rebecca semakin bahagia menjalani hari-hari ini,bagaimana tidak dia sekarang tinggal bersama nenek,dan juga Mona yang begitu perhatian kepadanya,dan setiap malam suaminya juga memberikan perhatian lebih kepadanya.
"Nak...Kenapa di rumah ini harus ada penjaga yang sangat banyak kadang nenek mau keluar rumah,rasanya enggan,takut harus menjawab pertanyaan banyak-banyak padahal mereka sudah tau kalau aku nenek mu." Tanya nenek Marni,tadinya dia mau keluar ke depan gang untuk membeli buah,tapi dia mengurungkan niatnya saat melihat banyak penjaga di depan rumah.
"Sudahlah nenek kita ikuti saja aturan mas Carles,namanya mereka orang kaya,mereka bisa melakukan segalanya." Jawab Rebecca,dia tidak mau menceritakan kalau dia selalu merasa khawatir setiap hari.
Sementara itu Eva keluar dari perusaahan milik orang tuanya,dia langsung membawa mobilnya menuju perubahan milik suaminya,dia belum pernah berkunjung kesana selama ini.Sesampainya di perusahan milik suaminya para penjaga langsung menyambutnya,
"Selamat sore nyonya,ada yang bisa kamu bantu?" Seorang security menyambutnya dengan sangat sopan.
"Ada tuan di kantor?"
"Ada nyonya mari saya antar ke dalam." Jawabnya,security mengantar Eva menuju ruangan milik suaminya,ruangan yang belum pernah dia masuki selama ini.
"Masuk.." Eva merinding mendengar suara bariton dari dalam ruangan,dia merasa merinding masuk kedalam,tapi mengingat sindiran ibu mertuanya setiap saat kepadanya dengan terpaksa dia harus menemui carles suaminya.
"Selamat sore tuan,nyonya ingin bertemu dengan tuan." Carles langsung meletakkan bolpoin yang ada di tangannya lalu dia menegakkan kepalanya.
"Tinggalkan kami disini,dan kamu silahkan lanjutkan pekerjaan mu."
"Baik tuan,terima kasih." Jawab security,dia segera pergi meninggalkan ruangan pemilik perusahaan itu,entah kenapa setiap ada di ruangan ini,dia selalu merasa jantungnya berdebar.
__ADS_1
Carles beranjak dari tempat duduknya,lalu dia duduk di sopa yang ada di ruangannya,sementara itu Eva semakin merasa gemetaran berdekatan dengan Carles.
"Ada apa kamu wanita penipu ingin menemui ku,kamu ingin mengatakan kalau kamu adakah istriku,kamu ingin merengek meminta kembali ke rumah,nikmatilah hidupmu bersama keluargaku,selagi kalian masih ada kesempatan untuk menjalankan semua rencana busuk kalian." Ucap Carles.Seketika wajah Eva berubah merah padam,dia menelan ludahnya sendiri tenggorokannya seakan kering,dia kehabisan kata-kata.
Carles duduk dengan kaki bersila,dia tersenyum melihat reaksi Eva,dia seperti pencuri yang ketahuan pemiliknya,dan Carles sangat puas melihat reaksi dari Eva.
"Ka_kamu kenapa selalu menuduh sesuatu yang belum pasti kebenarannya,aku memang datang kesini untuk mengajak mu kembali ke rumah,mama setiap hari menagis memikirkan kamu_
"Hahaha.....Kembali pulang no.....itu tidak akan mungkin terjadi,aku sudah bahagia tinggal bersama istriku tercinta,untuk apa aku kembali ke rumah yang di huni oleh serigala berbulu domba seperti mu."
Deg
"A_apa maksudmu!!? Aku tidak mengerti maksud ucapan mu?" Tiba-tiba jantung Eva berdebar kencang saat Carles menyebut istri di hadapannya,dia sangat takut jika apa yang dia khawatirkan benar-benar terjadi,wanita yang mirip dengannya masih saja hidup.
Carles lalu berdiri dan mendekati Eva lalu dia mencengkram dagu Eva dengan sangat kasar,
"Jangan pernah coba-coba menunjukkan wajah murahan mu ini di hadapanku,karena aku tidak akan terpengaruh sedikit pun kepadamu,dan satu lagi berhenti memakai mobil ku,karena kamu bukan siapa-siapa dalam hidupku." Ucap Carles lalu membuang wajah Eva dengan kasar hingga dia hampir terjatuh.Wajah Eva memerah akibat cengkraman tangan Carles dia langsung keluar dari ruangan Carles,dia belum pernah merasakan sakit seperti ini sebelumnya di permalukan dan di hina habis-habisan.
Saat berada di lift tangis Eva pecah,dia menagis karena dia merasa harga dirinya sebagai seorang wanita terhormat harus di injak-injak hari ini,dia sangat benci kepada Carles dan juga Rebecca.
Saat lift berhenti, Eva memakai masker,dia tidak ingin ada yang mengenalinya,apalagi keadaanya yang sangat memprihatinkan dan wajahnya memerah karena cengkraman tangan Carles tadi.
__ADS_1
Eva naik kedalam mobilnya,dia menyeka air mata yang jatuh di pipinya,dia sangat sakit hati di perlakukan seperti itu oleh Carles.
"Dia masih hidup...Kuat juga dia sudah di lempar ke tebing kecelakaan yang sangat hebat tapi nyawanya masih selamat.Lihatlah wanita iblis aku tidak akan membiarkan mu hidup tenang,kamu sudah mengambil suamiku,dan posisi ku menjadi nyonya di keluarga Anderson."Ucap Eva,dia menyeka air matanya lalu segera pergi meninggalkan perusahan milik Carles.
Sepanjang jalan Eva,memikirkan rencana untuk menjebak Rebecca,dia tidak mau posisinya harus di ambil oleh Rebecca.
"Hmm,aku ada ide,semoga dengan ini kedua mertuaku tetap mendukungku." Suara hati Eva.Hari sudah hampir malam dia pergi menuju rumah ibunya,dia harus konfirmasi apa pun kepada orang tuanya,agar kerja sama mereka bisa berjalan dengan lancar.
****
Carles menatap jam tangan mewah yang melingkar di tangannya,jam sudah menunjukan pukul tujuh malam,tidak terasa waktu habis,karena dia terlalu serius untuk bekerja.Setelah dia tinggal bersama istrinya dia tidak mau pulang larut malam karena dia harus menemani istrinya.
Setelah menyusun semua berkas yang ada di mejanya dia beranjak keluar dari sana,setelah sampai di pintu dia menilik ke ruangan asistennya ternyata pria itu masih sibuk bekerja disana.
"Leon,kunci ruangan ku,jika kamu pulang nanti,aku pulang duluan,kamu juga sudah bisa pulang,kapan kamu akan menikah jika kamu terlalu sibuk untuk bekerja." Ucap Carles,Leon sangat kaget melihat bosnya yang sudah berdiri di depan pintu.
"Baik tuanku,pekerjaanku jauh lebih penting dari pada wanita yang hannya bisa membuatku pusing nantinya." Jawab Leon dengan sedikit candaan.Akhirnya Carles keluar dari kantornya dan segera pulang menuju rumahnya.
Carles membawa mobilnya sendiri,dia tidak pernah lagi di bawa oleh supir kecuali Leon,karena akhir-akhir ini dia takut disupiri.Dia begitu santai membawa mobilnya di iringi lagu yang di bawakan oleh west life.
Tampa di sadari oleh Carles sebuah mobil mengikutinya dari belakang,mereka adalah anak buah Bram,yang ingin tau pergerakan Carles setelah keluar dari rumah orang tuanya.
__ADS_1
"Bos...Dia semakin cepat,kita harus segera memberikan kabar kepada tuan Bram,terlalu lelah mengikuti pria ini,dia cukup hebat memang." Ucap seorang pria yang terus memantau mobil Carles.
*** Bersambung***