
Bram semakin frustasi saat Carles tidak merespon panggilannya,dia melempar apa pun yang ada di meja kerjanya hingga semua yang ada di ruangan itu hancur berkeping-keping.Bram segera mengambil kunci mobilnya lalu dia berangkat menuju kantor Carles karena dia sudah yakin semua ini karena ulah Carles.
Sesampainya di perusahaan milik Carles Bram disambut security,dia tidak merespon sapaan security,dia memilih berjalan menuju ruangan Carles.
"Tuan..Ada urusan apa anda ingin bertemu dengan tuan Carles apa anda sudah membuat janji sebelumnya?" Security mengikutinya dari belakang dia curiga melihat kemarahan wajah Carles.Bram mendorong pintu ruangan Carles,langsung menoleh ke arah pintu dia lumayan kaget melihat kehadiran Bram di ruangannya.
"Anda datang tuan Bram menemui ku ada apa,maaf tidak merespon panggilan mu aku terlalu sibuk di kantorku!!" Wajah Carles tersenyum jahat,dia begitu membenci Bram bahkan sampai ke ubun-ubun.
"Apa maksudmu menyuruh semua klienku,untuk memutus kerja sama dengan perusahaan ku?"
"Apa anda punya bukti yang kongkrit hingga menuduhku seperti itu? Kenapa menuduh sesuatu yang belum pasti kejadiannya?" Carles beranjak dari tempat duduknya,dia masih belum puas bermain-main dengan pria tua yang sangat jahat itu.
Bram terdiam saat mendengar ucapan Carles ,dia terlihat berusaha menahan emosinya,memang dia tidak punya bukti apa pun untuk menuduh Carles.Dia hannya menduga-duga dengan semuanya.
"Silahkan duduk tuan Bram,kita bisa ngopi-ngopi disini sambil cerita,sekarang ini aku sangat frustasi ibuku sudah hampir seminggu tidak pulang,aku sudah mencarinya kemana-mana,tapi belum ada hasilnya sama sekali_
__ADS_1
"Kenapa kamu harus menceritakan masalah mamamu kepadaku,apa kamu ingin menuduhku kalau aku yang menyembunyikan mamamu?" Tanya Bram memotong ucapan Carles.
"Oohhh...Tidak untuk apa aku menuduh kalau bukti belum ada di hadapanku,tapi aku tidak akan mengampuni jika sesuatu terjadi kepada mamaku,aku akan membuat si pelaku hancur sampai ke akar-akarnya,karena sehebat apa pun dia menyembunyikannya suatu saat aku akan mengetahui itu,tidak ada satupun kejahatan di negara ini yang tidak tuntas." Ucap Carles,wajah Bram seketika berubah pucat,dia terlihat sangat gemetaran tetapi dia menyembunyikan rasa ketakutannya itu.
"Kami tidak punya musuh sama sekali,kecuali orang yang kami anggap keluarga ternyata musuh mungkin itu ada,bagaimana bisa ada orang yang tega menyembunyikan mamaku,aku hannya berharap tuan Bram membantuku untuk mencari keberadaan mamaku." Ucap Carles.Bram semakin ketakutan dia mengambil kopi yang ada di depannya dan terlihat jelas tangganya gemetaran saat memegang gelasnya,Carles tersenyum kecil melihat itu.
"Aahh...Aku terlalu banyak cerita,kepada tuan Bram,padahal pekerjaanku masih sangat banyak,apa masih ada urusan tuan denganku?" ehh aku hampir lupa,keluarga kita tidak ada ikatan apa pun lagi tuan Bram aku ingin menarik segala investasi ku di perusahan mu,sepertinya ikatan kekeluargaan sudah tidak ada di antara kita_
"Tuan Carles aku mohon,jangan tarik invetasi mu,jika itu terjadi aku yakin aku akan benar-benar hancur aku sudah punya banyak hutang bahkan jika aku menjual semua aset ku tidak akan mampu membayar segala hutang-hutangku aku mohon tuan jangan lakukan ini." Ucap Bram memotong ucapan Carles,hal itu membuat Carles semakin berusaha untuk menghancurkan bram,ternyata dia memiliki hutang yang cukup banyak.
"Maaf untuk kali ini aku tidak bisa membantumu tuan Bram,aku tidak bisa memberikan apa pun keinginanmu setelah keluargamu membohongi keluargaku,bahkan kamu ingin mencuci otak papaku,maafkan aku,sekarang kita tidak punya urusan apa pun silahkan pergi dari tempat ini."
"Security bawa pria ini dari ruangan ku,sekarang juga." Security cukup kaget melihat pemandangan itu,setau dia Bram adalah menantunya tuannya tapi tidak mengerti apa yang terjadi hingga pemandangan yang cukup aneh ini terjadi.
"Tuan tolonglah aku,aku tidak harus meminta tolong kepada siapa aku mohon tuan."
__ADS_1
"Lepaskan tanganku bajingan...plak...." Bram menampar keras wajah security saat dia berusaha membawanya dari dalam ruangan itu,Carles yang sudah mulai melakukan pekerjaannya menghtiakan langsung lalu menatap sinis kepada Bram.
"Jaga sikap anda tuan Bram...jangan anda membuatku benar-benar marah..sekarang keluar dengan hormat dari ruangan ku,ingat ucapan ku tadi,aku tidak mengampuni orang yang sudah menyembunyikan mamaku." Ucap Carles saat Bram sudah mencapai pintu,Bram menghetikan langkahnya sejenak lalu kembali keluar dari ruangan itu dengan wajah yang cukup malu di hadapan security dan salah satu kariawan yang datang mengantar berkas.
Bram langsung tancap gas menuju rumahnya,setelah sampai di rumah dia melampiaskan emosinya dengan menghancurkan segala isi rumah,Gucci,pas bunga televisi dan semua yang ada di ruangan itu.Rini dan Eva sangat ketakutan melihat papanya yang sudah gila.Bram datang menghampiri Eva,lalu dia menjambak Eva dengan kasar menarik hingga kepala Eva menghadap ke atas.
"Papa....tolong ampuni aku,maafkan aku pa...karena tidak bisa mengabulkan permintaan mu tolong lepaskan rambutku pa.." Eva mengerang ketakutan sementara itu Rini berlari ke pojokan Tampa membantu Eva untuk lepas dari tangan suaminya yang sudah sangat gila.
"Dasar anak tidak tau diri,capek-capek membesarkan mu tapi kamu tidak ada arti sedikit pun,bahkan kamu tidak berguna sedikit pun kamu malah menjual tubuh murahan mu itu kepada setiap lelaki di luar sana,kenapa kamu tidak mati saja." Ucap Bram lalu mendorong tubuh Eva hingga dia terpental ke lantai dan kepalanya mengenai pinggiran meja.EVa menagis dan mengerang kesakitan kepalanya bercucuran darah,sementara Bram dan Rini tidak punya belas kasihan sedikit pun.
"Pa ..Apa yang terjadi? kenapa papa sampai marah seperti ini?"
"Diam kamu,kamu juga tidak berguna,mendidik anak pun kamu tidak becus sama sekali,lihat anak mu ini sedikit pun tidak bisa membantu orang tua,Carles akan menarik semau investasinya kita benar-benar bangkrut,sekarang berikan wanita busuk itu makan jangan sampai dia mati itu akan membuat kita semakin sulit cepaaat..." Ucap Bram.Rini menarik tangan Eva dan membawanya pergi dari hadapan Bram,dia tidak mau Bram semakin kesetanan lalu membunuh anaknya nanti.
"Mama...Aku sangat kesakitan,aku harus bagaimana papa sangat marah kepadaku!!"
__ADS_1
"Diam,nanti dia mendengar tangisan mu,makanya jangan bodoh,kamu sudah tau papa sangat emosian tapi kamu tidak bisa membantunya sekali saja,lihatlah perusahaan kita akan bangkrut kita akan menjadi gembel sekarang." Jawab Rini,dia mengambil nasi yang cukup banyak lalu mereka pergi ke gudang untuk memberikan Marta dan Cecep makan.
*** bersambung***