
Deg...Jantung Carles berdetak hebat saat mendengar suara yang begitu familiar di telinganya,saat dia ingin memutar tubuhnya dia tiba-tiba menghentikan kaki nya,dia ingin memastikan pemilik suara itu adalah orang yang dia kenal dan orang yang dia cari.
"Siapa nama mu?"
"Mas....Apa itu kamu?" Rebecca membuka masker yang menutupi wajahnya,saat itu Carles langsung memutar tubuhnya dan melihat Rebecca berada persis di hadapannya dia berulang kali menepuk wajahnya,dia takut ini hannya mimpinya,dan jika memang ini hannya mimpi dia tidak ingin bangun walau hannya sebentar.
"Sayang...." Carles lalu menghampiri Rebecca dan memeluk tubuh Rebecca senang erat,dia sangat bahagia akhirnya Tuhan mempertemukan dia dengan orang yang selama ini dia cari.
"Sayang,lepasin orang-orang melihat kita!!"
"Aku tidak peduli apa salahnya aku memeluk istriku,aku sangat merindukan mu,kenapa kamu meninggalkan aku hidupku tidak berarti setelah kepergian mu sayang!!" Ucap Carles pertemuan mereka cukup aneh mengherankan hari ini,tapi mungkin ini sudah takdir jika mereka harus bertemu hari ini.
Carles membawa Rebecca masuk ke dalam mobilnya, karena dia takut ada orang yang mengenali mereka apalagi Carles adalah pria yang sangat dikenali masyarakat luas.
"Sayang katakan kepadaku,kenapa kamu pergi meninggalkan aku? dimana kamu tinggal selama ini dan kamu tinggal bersama siapa ceritakan semua kepada ku jangan ada yang tinggal sedikit pun." Carles menodongkan banyak pertanyaan kepada Rebecca dia tidak melepaskan sedikit pun tangan Rebecca dari genggamannya.
"Sayang memangnya kamu bisa membedakan antara aku dan nona Eva,bukan kah wajah tidak ada perbedaan sedikit pun?" Carles menatap wajahnya,lalu tersenyum ke arah Rebecca,
__ADS_1
"Jelaslah aku tau,pria mana yang tidak kenal dengan istrinya,tapi aku sangat kecewa kepada mu,kenapa kamu tidak jujur dari awal sayang,tapi aku tidak perduli itu melihat mu baik-baik saja dan calon anak kita baik-baik saja aku sudah sangat bahagia.
Rebecca menghela napas berat,dia sangat bahagia karena akhirnya rasa rindunya selama ini sudah terobati,tapi mulai sekarang dia harus lebih hati-hati karena mungkin masih banyak di luar sana yang mengintai dia.
"Sayang....Apa yang terjadi kepada mu,dan kemana kamu paska kecelakaan itu?" Tanya Carles dia masih penasaran dengan semua kejadian kecelakaan itu hingga Eva bisa ada di dalam mobil.
"Aku juga tidak tau sayang,waktu kecelakaan itu,aku tidak sadar tapi aku mengingat seorang pria menarik tubuhku dengan kasar lalu memasukkan ku kedalam mobil,dan membuang ku kesebuah tebing.Aku sangat bersyukur karena aku dan bayi ku baik-baik saja." Ucap Rebecca mencoba mengingat semua kejadian yang menimpanya satu bulan yang lalu.
"Dasar iblis,aku akan membalas semua perbuatan mereka,nikmati saja dulu kebahagian mu saat ini,hingga nanti kamu akan kehilangan yang kamu miliki." Ucap Carles,terlihat jelas kemarahan di wajahnya,dia tidak sanggup membayangkan banyaknya penderitaan yang di alami istrinya selama ini.
"Jadi kamu tinggal dengan siapa sayang?bagaimana kalau kita ke rumah sakit dulu,kita periksa kehamilan mu sayang,aku tidak ingin sesuatu terjadi kepada bayi ku." Ucap Carles,dia menyentuk perut Rebecca dengan tiba-tiba membuat Rebecca kaget,dia sedikit canggung diperlakukan seperti itu mungkin karena selama mereka bersama hubungan mereka masih jarang melakukan kontak pisik.Perasaan carles semakin besar saat dia kehilangan Rebecca,dan di gantikan oleh Eva orang yang sangat dia benci dari awal.
"Mas kita pulang ke kontrakan ku saja,ngomong-ngomong mas aku minta maaf,aku sudah menjual salah satu perhiasan pemberian mu,aku melakukan ini untuk melanjutkan hidupku" Carles mengelus wajah Rebecca,dengan satu tangannya,dia sangat bersyukur memberikan perhiasan untuk istrinya,ternyata itu sangat berguna saat genting.
Carles menyetir mobilnya membawa ke alamat yang di arahkan oleh istrinya,hari ini dia benar-benar bersyukur,dia juga belum berniat membawa istrinya kembali ke rumah orang tuanya karena dia takut keluarganya tidak menerima kehadiran Rebecca,apalagi mereka sangat mencintai Eva menantu pilihannya.
"Sayang,malah aku sangat bersyukur,ternyata perhiasan itu sangat berguna saat kamu sedang membutuhkannya,aku akan marah kepadamu jika kamu tidak menjualnya padahal kamu butuh uang." Ucap Carles,Rebecca mengabaikan ucapan suaminya.
__ADS_1
Rebecca menghela napas panjang,entah kenapa dia sangat khawatir memikirkan masa depannya,dia takut keluarga Bram akan semakin marah kepadanya karena Caries yang lebih memilihnya dari pada Eva.
"Sayang...Apa yang salah kenapa kamu diam,kenapa kamu seperti ada beban pikiran yang banyak,kamu tidak bahagia bertemu denganku?"
"Mas kita sudah sampai,rumah kontrakan ku ada di belakang sana." Ucap Rebecca mengingatkan Carles yang terlalu pokus berbicara.Rebecca turun dari dalam mobil,sementara itu carles bingung ingin memarkirkan mobilnya akhirnya dia memutuskan memarkirkan mobil di sebuah mini market yang tidak jauh dari tempat mereka.
Setelah mobilnya terparkir sempurna Carles menghampiri Rebecca yang masih berdiri di depan gang menuju rumahnya,setelah itu mereka berjalan menuju rumah kontrakan milik Rebecca.Beberapa mata menatap ke arah Rebecca,mereka mulai berbisik-bisik,mereka mengira kalau Rebecca bukan orang baik-baik.
Rebecca masuk ke dalam rumah,begitu juga dengan Carles,dia sangat kaget melihat penampakan tempat tinggal istrinya,dia tidak menyangka istrinya mengalami masa-masa sulit selama ini,baginya rumah itu sangat jauh dari kata layak.
"Sayang kita pindah sekarang,tempat ini sangat tidak layak untukmu,disini pasti banyak bakteri,tidak baik seorang wanita hamil tinggal di tempat seperti ini." Ucap Carles.Rebecca datang membawa segelas teh lalu memberikan kepada Carles.
"Aku sudah nyaman disini mas,aku disini tinggal bersama Mona seseorang yang menolongku dulu." Jawab Rebecca.Pada saat mereka sedang duduk berdua beberapa orang datang mengetuk rumah mereka,Carles langsung keluar dari dalam rumah dia cukup kaget melihat kehadiran beberapa orang di sana dengan tatapan tidak suka kepada mereka.
"Ada apa ini bapak-bapak? kenapa kalian datang ke sini rame-rame,apa ada sesuatu yang salah?"
"Hei..kenapa kalian di rumah berduaan,kalian jangan mengotori tempat ini ya,aku yakin perempuan itu bukan wanita baik-baik," Ucap seorang wanita,dia menatap sinis kepada Carles.Seketika Carles naik pitam mendengar tuduhan wanita itu.
__ADS_1
**** Bersambung***