Cinta Tulus Si Gadis Desa

Cinta Tulus Si Gadis Desa
Bab 54 ~ Bram semakin gila ~


__ADS_3

Eva tidak hentinya menangis,saat papanya begitu kejam menyiksanya,ini pertama kali dalam hidupnya papanya sampai begitu kasar memperlakukan dia.


"Sudah berhentilah,apa kamu ingin papamu marah lagi,ayo kita pergi ke gudang kita kasih makan para setan itu." Ucap Rini.Meteka berjalan memasuki gudang,lalu membuka gembok dan masuk kedalam gudang.


Tubuh Marta semakin lemah,sudah beberapa hari ini mereka tidak di beri makan,bahkan dia terlihat demam,Rini menatap sinis kepada Marta.


"Ini makanan silahkan kamu nikmati,jangan biarkan tubuhmu mati kelaparan seperti itu." Ucap Rini lalu meletakkan di atas lantai dan menggesernya pakai kakinya.Rini menarik lakban yang menutup mulut Marta,dia terlihat sangat lemah.Rini menyendok nasi ke mulut marta.


"Buka mulut mu,jangan manja jika kamu masih ingin hidup,lihatlah kamu tidak cocok di sebut nyonya Anderson,hahaha mungkin semua keluargamu sudah melupakan mu,makanya mereka tidak datang untuk menolong mu." Ucap Rini,dia berusaha menghasut Marta,dia memaksa membuka mulut Marta dan memaksa untuk memasukan nasi ke mulutnya.


"Puehh.....Jangan kamu berikan aku nasi sampai mu,aku tidak akan melepaskan keluargamu,ingat aku akan menghancurkan kalian sampai kebawah."


"Hahaha....Menyelematkan dirimu saja kamu tidak sanggup,kamu ingin menghancurkan aku,jangan terlalu sombong kamu,masa jaya mu sudah habis dan mungkin sebentar lagi akan mati." Ucap Rini,dia begitu kesal saat Marta menyemburkan semua nasi yang di mulutnya ke wajahnya.


"Sialan napas mu sangat bauk,tapi kamu berani menyembur ku seperti ini." Ucap Rini,sambil membersihkan wajahnya.


"Sudah ma..Lebih baik kita keluar lebih baik kita keluar saja,aku lagi tidak enak badan." Ucap Eva,mereka keluar dari dalam ruangan itu dan kembali mengunci pintu.

__ADS_1


Saat Rini dan eva sudah jauh,Cecep berusaha meraih piring gelas yang tidak jauh dari kakinya yang diikat,dia berusaha keras menendang piring hingga pecah.Dan saat piring sudah pecah Cecep mengambil pecahan gelas lalu mengambil dengan tangganya,dan perlahan-lahan dia memotong tali yang mengikat tangannya.Cecep berusaha keras untuk membuka tali tebal yang mengikat tangannya,dia sudah tidak tega melihat Marta yang semakin lemah bahkan dia tidak mau makan lagi.


Setelah berjuang begitu keras akhirnya,tali yang mengikat tangganya terbuka,cecep langsung,membuka lakban yang menutup mulutnya,setelah itu dia membuka tali yang masih mengingat kakinya.


"Nyonya maafkan aku,kita harus segera kabur dari tempat ini,aku akan membuka tangan nyonya." Ucap Cecep dia juga melepaskan marta setelah itu dia memberikan air kepada Marta.


"Nyonya tolong paksa makan agar kita bisa kabur dari tempat ini,saat mereka datang nanti,kita harus berjuang nyonya,kita tidak bisa kalah dari iblis seperti mereka." Ucap Cecep.Dengan terpaksa Marta menerima suapan demi suapan dari Cecep supirnya,dia juga masih ingin hidup dan lepas dari iblis seperti keluarga Bram.


Setelah merasa cukup akhirnya Marta tidak mau makan lagi,Cecep menghabiskan sisa makanan yang ada di piring,dia tidak merasa segan lagi karena yang terpenting baginya sekarang Marta bisa sembuh sebelum keluarga iblis itu membuka gudang dan memeriksa keadaan mereka.


Cecep mencari sesuatu yang bisa dia pakai untuk menyerang siapa pun yang datang nanti memeriksa mereka,akhirnya dia menemukan stik billiar,dia menyembunyikan di belakangnya,dia berusaha mencari cara untuk menyerang mereka.


Sementara itu,Eva dan Rini kembali menemui Bram di ruang tamu,dia memandangi ponselnya,melihat saham perusahaanya yang sudah jatuh sampai kebawah." Eva sangat ketakutan untuk bertemu dengan papanya akhirnya dia pamit kepada ibunya untuk naik ke dalam kamarnya.


"Mau kemana kamu anak sialan,sini kamu!!!!" Bram menatapnya dengan sangat sinis hingga membuat Eva menggigil ketakutan.


"A_ad_ada apa lagi pa...apa lagi kesalahan ku?" Tanya Eva dengan suara yang sangat gemetaran,dia hampir buang air kecil melihat wajah papanya begitu menyeramkan.

__ADS_1


"Lihat ini,lihat!!!! Lihat!!! pakai matamu untuk melihat,kamu tau kita pada akhirnya menjadi gembel,ini yang papa tidak mau makanya papa menyuruhmu untuk menikah dengan Carles tapi kamu tidak bisa memberikan apa pun yang papa inginkan. " Ucap Bram,dia kembali menarik rambut Eva,dengan sangat kasar membuat Eva mengerang merasakan sakit yang luar biasa.


"Sudahlah papa,sampai kapan papa akan menyiksa Eva,dia anakmu jangan perlakuan dia seperti orang lain."


"Anak!!! anak katamu,dia sama sekali tidak berguna,memangnya apa gunanya dia hidup disini hannya menambah beban keluarga." Ucap Bram lalu kembali mendorong tubuh Eva hingga terpental ke lantai.


"Eva masuk ke dalam kamarmu." Ucap Rini.Eva berlari meninggalkan kedua orang tuanya lalu mengunci pintu kamarnya dari dalam setelah itu dia menagis sekuat tenaga di dalam kamarnya,dia menagis meraung raung,dia tidak menyangka jika papanya seorang pria yang begitu kejam,yang tega memukulnya bahkan mendorongnya.


"Hu...hu...hu..Harusnya lebih baik aku mati saja,aku sudah tidak tahan,hidup di tengah-tengah keluarga ini,selain pembunuh ternyata papaku juga tega menyiksa darah dagingnya sendiri." Eva terus menagis,hingga dia kelelahan dan tertidur.


Bram duduk di sopa dengan tatapan kosong,hatinya benar-benar hancur karena,dia belum bisa mendapat apa yang ingin dia dapatkan,tapi hidupnya sudah hancur lebih dulu.Saat mereka sedang duduk di sopa tiba-tiba pintu di ketuk seseorang,Bram dan Rini saling menatap


"Jangan di buka,mereka itu paling dari bank, sudah tiga bulan ini aku tidak mencicil hutang,aku selalu menjadikan angsuran menjadi modal,aku kira bisnis ini terus lancar ternyata,kita hannya menikmati kesenangan ini hannya sebentar,ini semua karena Eva." Ucap Bram.Mereka mengabaikan orang yang terus-menerus membunyikan bel pintu.


Sementara itu,di rumah mewah milik Carles,mereka terlihat sangat panik karena tiba-tiba Anderson jatuh lalu tidak sadarkan diri.Setelah Marta tidak ada kabar bahkan untuk makan pun dia tidak mau,dia hannya merenung terus menerus hingga kesehatannya terus menurun.


"Carles lalu menghungi dokter pribadi keluarga itu,dia tidak mau membawa papanya ke rumah sakit,karena mereka masih sangat hati-hati.Dan pada saat itu Detektif swasta sewaan nya datang memberikan laporan ke rumah itu.

__ADS_1


***Bersambung***


__ADS_2