Cinta Tulus Si Gadis Desa

Cinta Tulus Si Gadis Desa
Bab 59 ~ Berakhir bahagia ~


__ADS_3

Marta begitu bahagia saat ini,setelah dia melewati kematian yang hampir merenggut nyawanya,dia semakin belajar untuk rendah hati,dia tidak mau lagi bersikap angkuh dan sombong seperti dahulu kepada orang-orang kecil.Dan saat ini dia memiliki menantu yang sangat jauh berbeda dengan status sosial mereka,tapi dia tidak peduli dengan hal itu lagi.


Pada saat mereka sedang asik tertawa dan mengobrol tiba-tiba Anderson datang ke ruangan istrinya,dia terlihat lebih sehat dan bersemangat,sangat jauh berbeda saat Marta belum di ketemukan.


"Papa sudah sembuh?" Tanya Rebecca dia mengambil tangan mertuanya dan menciuminya,sebenarnya dia masih rada segan dengan pria tua itu,tapi dia berusaha untuk melakukan yang terbaik karena tidak ingin menjadi menantu durhaka.


"Sudah,papa sudah sehat setelah mama mertua mu kembali dengan selamat,papa sangat menyesal dengan semua kejadian ini,bahkan papa menyesal sudah mempercayai Bram selama ini,aku sangat berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi kepada keluarga besar kita." Ucap Anderson,dia menunduk malu di hadapan putranya,Karena dulu dengan keras memaksa putranya menikahi putri sahabatnya yang ternyata memiliki motif tersendiri.


"Aku minta maaf karena hampir saja membuatmu ke dalam masalah,aku tidak tau sama sekali jika bram memiliki niat jahat kepada keluarga kita." Ucap Bram,dia terlihat begitu malu di hadapan putranya itu.


"Sudahlah pa...Anggap saja ini pelajaran terindah dalam hidup kita agar kita lebih hati-hati bersikap mulai sekarang ini,kepada siapa pun karena kita tidak tau apa rencana mereka kepada kita." Ucap Carles memberi semangat kepada papanya.


Mereka mengobrol panjang lebar,Marta sudah meminta dokter untuk mengijinkannya pulang hari ini juga,tapi karena kakinya masih belum kering akhirnya dia di tahan seminggu lagi.Berbeda dengan cecep dia hari ini sudah kembali ke rumahnya,keluarga Anderson membiayai seluruh biaya rumah sakit,serta memberikan cuti sampai cecep benar-benar sembuh bahkan mereka juga menghadiahkan sebuah rumah kepada keluarga itu karena sudah berjuang menyelamatkan nyonya Marta.


Istri Cecep yang menerima hadiah itu sangat bahagia berkali-kali dia sujud di lantai bersyukur kepada Allah yang sudah memberikan mereka berkah.


"Tuan,nyonya sekali lagi kami mengucapkan banyak terima kasih karena tuan dan nyonya sudah memberikan ini kepada kami." Ucapnya.Selama ini keluarga kecil mereka memang masih mengontrak,beruntung gaji Cecep sebagai supir sangat besar sehingga bisa menabung sedikit demi sedikit,rencananya untuk biaya DP rumah mereka,ternyata sekarang bos suaminya memberikan mereka hadiah yang sangat berarti baginya.

__ADS_1


" Jangan sungkan,kami juga sangat berterima kasih kepada suamimu,kalau bukan karena suami mu mungkin istrimu sudah meninggal,aku sangat salut atas keberaniannya dan juga kesetiaannya." Ucap Anderson.Setelah selesai wanita itu keluar dari ruangan Marta,Sementara Carles dan istrinya juga ingin kembali pulang karena jam besuk nya sudah habis dari satu jam yang lalu.


"Biarkan Rebecca yang menemaniku disini,aku bosan disini kalian mau pergi meninggalkan aku lagi?" Ucap Marta dengan mengerucutkan bibirnya persis seperti anak-anak.


"Sudahlah ma..Papa akan menemanimu disini,besok mereka bisa datang menemani mu lagi,tidak baik ibu hamil di rumah sakit lama-lama." Ucap Anderson,Rebecca tersenyum dia juga tidak tega meninggalkan ibu mertuanya di rumah sakit sendirian.


Akhirnya Carles membawa istrinya keluar dari rumah sakit,dia ingin kembali ke rumahnya,karena dia sudah menyuruh Leon datang ke rumahnya mengantar semua berkas yang membutuhkan tanda tangannya.


****


Leon datang ke rumah tuan besarnya,dia sudah tidak melihat banyak penjaga disana,yang ada hannya dia orang lagi itu pun terlihat santai sambil menonton didalam halaman.


"Maaf tuan,karena penjahatnya sudah di tangkap kami sedikit santai disini " Jawab salah satu dari mereka.Leon hannya tersenyum melihat sikap kedua penjaga itu.


"Kalian tetap harus berjaga biar pun penjahatnya sudah dapat,kita tidak tau entah ada lagi penjahat yang lain." Jawab Leon lalu meninggalkan mereka dan masuk kedalam rumah dengan membawa banyak berkas di tangannya.


Mona keluar dari dalam dapur,dia sangat kaget melihat ada seseorang yang membawa banyak berkas menuju ruang kerja milik Carles,dia mengira pria itu seorang penjahat.Pelan-pelan dia mengambil balok dari belakang dan berlari mendekati Leon dan.

__ADS_1


"Bug.....Siapa kamu,untuk apa kamu mengambil semua berkas milik bang carles,kenapa kamu bisa lewat dari kedua penjaga itu,dasar penjaga pemalas mereka pasti sedang tidur." Ucap Mona Leon meringis kesakitan saat punggungnya di pukul keras oleh Mona.


"Penjaga...Penjaga ....Cepat disini ada maling...." Semua orang pelayan berlari dari belakang membawa peralatan masing-masing begitu juga dengan penjaga rumah serta nenek marni.


"Mana...Mana malingnya kita akan menghabisinya disin_...


"Tuan.....Anda tidak papa? " Mona mengerutkan keningnya saat seorang pelayan memanggil Leon dengan kata tuan.


"Iya aku datang membawa berkas tuan Carles,siapa sih wanita sialan ini berani sekali dia memukulku,mana sangat keras dia memukul dasar sialan dia."Sungut Leon,dia memegangi punggungnya yang masih panas serta memberikan berkas itu kepada pelayan untuk di antar ke ruang kerja milik carles.


"Ada apa kalian berkumpul disini? Kenapa tidak ada yang menjaga pintu depan,apa kalian semua sudah bosan bekerja disini? Tiba-tiba terdengar suara yang begitu menggema di rumah itu,semua orang menoleh ke asal suara itu dan mereka sudah melihat Rebecca dan Carles datang menghampiri mereka.


"Tuan...Itu...Nona Mona memukul tuan Leon,nona mona mengira tuan Leon maling karena dia tidak pernah bertemu sebelumnya dengan tuan Leon." Ucap seorang pelayan,Rebecca tersenyum mendengar cerita pelayan itu begitu juga dengan Carles.


"Sudah kalian kembali bekerja,Mona kamu disini kenapa kamu memukulnya,apa kamu sedang pura-pura untuk mencari perhatian Leon,tenang saja tidak masalah kamu jatuh cinta kepada asisten ku ini karena dia masih jomblo." Ucap Carles dan seketika wajah Mona berubah seperti udang rebus,wajahnya memerah menahan malu.


"Tidak bang....Aku memang tidak tau kalau dia asisten di kantor aku minta maaf ya tuan,lain kali aku akan lebih hati-hati."

__ADS_1


"Iya lain kali kamu hati-hati tapi hari ini kamu sudah menghajar ku,kok bisa gadis sekecil kamu memiliki tenaga sekuat itu,sangat menyakitkan " Ucap Leon dengan wajah datar.


*** bersambung***


__ADS_2