
Eva menatap sinis kepada Rebecca,rasanya dia sangat jijik kepada wanita yang ada di dekatnya,kalau bukan karena dia sangat membutuhkan bantuannya,sudah dari tadi dia mengusir wanita miskin itu.
"Kamu pikir kamu siapa,berani sekali kamu meminjam ponsel kepadaku,kamu pikir ponselku barang murahan,sana menjauh dariku aroma tubuhmu membuat ku semakin ingin muntah." Ucap Eva lalu membuang wajahnya dari Rebecca.Sontak Rebecca mencium aroma tubuhnya tetapi dia tidak mencium aroma bau dari tubuhnya.Rebecca segera menjauh dari wanita itu,dia sudah sadar diri jika wanita itu tidak memberikan ponselnya untuk dia pinjami.
Rebecca bingung ingin tidur dan duduk dimana,dia hannya duduk di lantai dari tadi,tidak mungkin malam ini dia tidur di atas lantai juga,
"Nyonya aku harus tidur dimana?"
"Bukan urusanku,kamu pikir aku mau satu tempat tidur dengan wanita miskin sepertimu,bisa-bisa aku ketularan miskin mu." Lagi-lagi Eva menghina Rebecca hingga kesabaran wanita itu habis.Rebecca langsung berdiri dan menatap sinis kepada Eva,ingin sekali dia meludahi wanita yang tidak tau diri itu.
"Sepertinya kamu dari tadi hannya menghinaku,ingat ya disini kamu yang membutuhkan aku,kamu ingin aku memberi tahu kepada pria itu,kalau kamu sudah hamil?"
"Apa....Berani sekali kamu mengancam putriku,kamu juga membutuhkan kami di sini,ingat aku bisa saja membunuh nenekmu sekarang juga,dasar orang miskin." Tiba-tiba saja Rini sudah berdiri di belakang mereka dan memaki Rebecca yang barusan marah kepada putrinya.Rebecca hannya mendengus mendengar ucapan wanita itu,mereka benar-benar tidak tau diri dan tidak tau terima kasih.
"Aku tidak ingin sekamar dengan putrimu itu,"
"Baiklah aku menuruti keinginan mu,kamu bisa tidur di kamar sebelah,sepertinya putriku juga tidak tenang bersama mu." Jawab Rini,Rebecca langsung keluar dari dalam kamar itu lalu pergi menuju kamar sebelah rasanya dia sudah tidak tahan berada dekat dengan mereka.
Di dalam kamar yang baru,Rebecca tetap merasa gelisah,dia selalu memikirkan nasib neneknya,dia sangat khawatir dengan keadaan neneknya,sebenarnya ingin sekali dia menemui neneknya tapi sayang wanita itu sudah melarang dia untuk keluar sembarangan sampai dia bisa benar-benar mengikuti gaya Eva.
__ADS_1
Malam itu nyonya Rini kembali menemuinya lalu memberikan beberapa baju milik Eva kepadanya,beberapa tas dan juga sepatu,
"Ini semua milik Eva,dan sekarang ini menjadi milikmu,besok kita akan mulai belajar dan shoping,serta ke salon rasanya sayang sekali uangku untuk melakukan itu kepadamu,tetapi karena keadaan terpaksa aku melakukannya." Ucap Rini,sikapnya dan juga Eva tidak jauh beda,sama-sama angkuh dan sombong.
"Ya sudah nyonya tidak perlu melakukan itu kepadaku,aku juga sangat tidak tertarik untuk melakukan ini,dan satu lagi berikan aku ponsel nyonya karena aku ingin selalu melakukan panggilan dengan nenekku."
"Itu tidak bisa,aku tidak ingin suatu saat semaunya terbongkar,kamu ikuti saja semua keinginanku,dan yakinlah nenekmu akan baik-baik saja selagi kamu bisa bekerja sama dengan baik." Ucap Rini lalu meninggalkan Rebecca di dalam kamarnya.
Rebecca duduk di atas ranjang,perasaanya sangat sedih saat wanita itu melarang dia untuk berhubungan dengan neneknya,bagaimana bisa dia hidup tampa wanita tua itu,selama ini mereka sudah menjalani hidup bersama-sama bahkan dia sudah menganggap wanita itu sebagai ibu yang melahirkannya.
"Nenek.....Aku sangat merindukanmu,aku kangen makan masakan mu,hu....hu...hu,aku tidak mau berpisah darimu nenek." Rebecca menagis sesenggukan di dalam kamarnya,dia menutup kamarnya dengan rapat,karena tidak ingin ada yang memergokinya menagis sendirian.
"Aneh sekali rasanya,kenapa kita tidak di ijinkan orang kaya ini memasuki lantai atas?" Keluh seorang pelayan kepada teman-teman pelayannya.
"Sudahlah untuk apa kita mengurusi mereka,bukankah itu mengurangi pekerjaan kita,malah aku bersyukur setidaknya kalau nyonya Rini dan tuan bram tidak di rumah kita bisa santai sebentar."Jawab temannya,dan mereka hanya bisa tertawa kecil karena tidak ingin gaji mereka di potong Karena kesalahan kecil.
****
Keesokan harinya Rebecca mulai belajar hidup seperti Eva,dia mulai belajar dari hal-hal kecil seperti mengingat namanya sekarang yang menjadi Eva bukan lagi Rebecca.Walaulun sedikit susah Rebecca berusaha untuk mampu karena waktu mereka sudah tidak banyak dan dia ingin sekali bertemu dengan neneknya.
__ADS_1
"Nyonya,jika aku sudah bisa dan sudah hafal aku ingin bertemu dengan nenekku,dia adalah orang yang sangat ku rindukan." Rebecca sedikit memohon,kepada Rini dan tuan bram,pada saat mereka baru saja selesai makan malam dia berbicara saat semua pelayan sudah kembali ke dalam dapur.
"Tidak bisa! kamu ngerti nga sih?"
"Sudahlah ma,biarkan dia bertemu dengan neneknya,setidaknya ini untuk yang terakhir kalinya,karena dia harus menyelesaikan ini sampai tahun depan,aku tidak ingin karena beban pikirannya dia menjadi tidak pokus nantinya,kita juga yang rugi jika dia melakukan kesalahan sedikit saja." Ucap Bram,Rebecca sedikit bahagia saat pria itu memberikan ijin kepadanya.
"Baiklah lusa kamu akan menemani nenekmu selama dua hari,kami ingin berangkat ke Cina untuk mengantar putri kami,ingat kamu harus bisa menjadi Eva yang sesungguhnya Rebecca itu sudah tidak ada lagi." Ucap Rini,sontak rebecca merasa bahagia saat mereka mengijinkannya untuk menemui neneknya selama dua hari.
****
Dua hari kemudian,Bram dan istrinya mengantar Eva ke Cina,sebenarnya niat mereka ingin mengantar Eva ke amerika tapi karena Eva menolak dengan alasan terlalu jauh akhirnya mereka mengantarnya ke cina saja.
Rebecca berlari menuju rumah kontrakannya,dia sudah tidak sabar ingin bertemu neneknya,ternyata neneknya sudah kembali ke rumah kontrakan mereka dari dua hari kemarin.
"Nenek....."Rebecca langsung memeluk,neneknya dia langsung menagis saat melihat neneknya yang sudah sembuh dan kembali sehat seperti sedia kala.
"Kamu dari mana saja nak,kenapa kamu baru ini menemui nenek,aku pikir kamu sudah melupakan nenek,aku sangat merindukan kamu." Ucap neneknya terdengar suaranya,yang serak mungkin dia sedang menahan tangisnya.
"Maafkan aku nenek,aku terpaksa melakukan ini,aku sudah berutang banyak sama orang kaya untuk biaya perobatan nenek,aku tidak ingin melihat nenek sakit-sakitan jadi untuk satu tahun ke depan,kita tidak bisa bertemu lagi,aku harap nenek bisa menjaga diri dengan baik." Ucap Rebecca.Nenek Marni terlihat begitu kaget mendengar ucapan Rebecca.
__ADS_1
*** bersambung***