
"sampai mommy puas."
"nikmati waktu mu di sana sayang, karena di sana tidak ada polusi dan kotoran yang masuk ke otakmu."
"jadi kau tak usah berterima kasih pada mommy karna mommy senang membantu mu son." ucap mom riri tersenyum senang melihat putranya akan tinggal di rumah ibunya.
mom riri sangat yakin jika arka di sana tidak akan bertingkah.
mengingat betapa keras nya ibunya jika mendidik seorang anak.
"dah arka sayang" sembari menutup pintu mobilnya dengan senyum lebarnya karena mom riri tau jika arka disini maka dia akan menjadi penurut.
Setelah mom riri duduk di mobil, dad rio memberikan sedikit petuah pada putra nya itu.
"dengar arka meskipun kau bukan jadi anak baik untuk kami, maka jadilah manusia terbaik untuk anak mu dimasa depan, karena apa yang kau tanam sekarang akan kau tuai di masa depan." isi petuah dari dad rio.
Lalu dad rio masuk ke mobil setelah berpamitan dengan ibu mertuanya.
ada raut khawatir di wajah dad rio, dia tahu sulit nya tinggal di desa.
"tenang sayang, arka akan jadi penurut jika tinggal dengan ibu."
"dan akan baik baik saja." kata mom riri menenangkan.
"apa yang akan ibu lakukan pada arka yahh." tanya dad rio.
"ibu pasti melakukan yang terbaik untuk arka."
"ibu sangat menyayangi arka."
"aku tahu itu." dad rio memejamkan mata nya memikirkan bagaimana nasib anaknya nanti
"aku hanya menjauhkan arka dari dua teman nya itu."
"ku harap ini yang terbaik."
"tentu saja baik karena arka tidak akan terkontaminasi oleh mereka berdua." ucap mom riri.
"lalu sayang bagaimana jika mama (ibu dari dad rio) menanyakan keberadaan arka." membuka matanya bertanya pada istrinya yang berada di sampingnya.
"ish mama selalu memanjakan arka dengan harta."
"karena itu memang hak arka sayang, arka cucu laki laki satu satunya yang artinya semua aset, perusahaan ku dan orang tua ku akan turun jadi milik arka."
"tapi jika selalu mengandalkan uang bisa menjadikan kita sombong dan seenaknya sendiri."
"hmm mau bagaimana lagi, tidak mungkin kan aku menyerahkanya pada tetangga."
"ck"
"oiya dad bagaimana kita bilang pada mama kalau arka sedang liburan ke tempat terpencil atau sedang mendaki gunung saja." memberi ide
"hmm bukan ide yang buruk."
__ADS_1
......................
Saat di dalam rumah arka berkata dalam hati 'selamat datang di kehidupan baru mu arkana ulrich.'
'semoga saja grandma menyadari aku hilang.'
'aku tidak bisa terus terusan di sini.'
'bagaimana aku memuaskan milik ku, bermain solo? big no.'
"bule swiss apa kau begitu senang dengan rumah baru mu sampai sampai kau menatap kagum rumah oma." sindir oma dengan nada mengejek cucunya yang selalu bergelimang harta.
memang rumah oma tidak terlalu besar dan tidak kecil, rumah oma cukup bagus untuk ukuran rumah di desa.
oma hanya tinggal sendiri dan ada pekerja yang sering yang mengurusi rumah.
oma di sini terbilang orang kaya karena memiliki berhektar hektar sawah dan kebun.
"dengar oma, di sini kau jangan jadi anak manja."
"aku bukan manja oma."tegas arka melangkah menuju kamar nya.
memang benar arka bukan anak manja entah mengapa oma nya selalu mengatai nya manja.
Arka yang tahu omanya itu senang sekali mengejek dan suka memerintah hanya bisa bersabar menerima nasib nya di sini.
oma nya itu seperti ibunya cerewet dan galak.
memang benar peribahasa buah jatuh tak jauh dari pohon nya.
Arka duduk di tepi ranjang berfikir apa yang akan terjadi pada diri besok. dan memikirkan wanita bayaran nya.
'kau kejam sekali mommy, setidaknya berikan hp ku untuk mengabari wanita wanita booking an ku'
'huhh di sini tak ada jari jari lentik mereka yang memuaskanku.'
......................
keesokan hari nya saat arka masih tertidur pulas oma membangunkannnya.
"ada apa sih oma." ucap arka menahan kesal
"pergi dan petik sayuran, tidak ada sayuran didapur!!" perintah oma
Membuat arka membulatkan mata nya pasal nya dia melihat masih gelap diluar dari korden kamarnya yang belum disinari matahari.
"cepatlah pergi atau kau akan kelaparan dan mati disini apa kau mau di makamkan disini."
"oma nanti saja ya saat sudah sedikit terang oke." rengek arka yang kembali memejamkan matanya
"pergilah atau kau akan bekerja tanpa sarapan." perintah oma valid no debat
"WHAT?." "bekerja?."
__ADS_1
Arka tahu jika bekerja pastilah tidak jauh jauh dari pekerjaan sawah dan kebun.
"oh tidak wajah tampanku." membayangkan wajahnya yang kusam.
Arka mengambil beberapa sayuran dibelakang rumah yang cukup jauh dari rumah.
Untung saja kebun sayur belakang rumah ada lampu nya jadi dia tidak kesulitan saat mengambil sayurannya. Arka memilih beberapa sayuran dengan ditemani satu pekerja rumah yang hanya mengarahkan arka memetik sayuran tidak membantunya memetik sayuran itu.
Arka paham sekarang oma nya sedang mengerjainya agar bangun di pagi buta.
"Bawa ini, dan aku akan membawa itu." menunjuk keranjang berukuran sedang.
pekerja itu hanya menganggukan kepala nya sambil menerima keranjang sayur berukuran sedang yang disodorkan arka.
Setelah itu pekerja dirumah oma pun berjalan kembali kerumah meninggalkan arka yang sedang menata sayuran ke keranjang.
Baru beberapa melangkah tak jauh dari nya melihat seorang gadis sedang memegang pergelangan kakinya,
Namun hal itu tak arka pedulikan dia cuek terus melangkah.
Menyadari ada seseorang yang mendekat gadis itu meminta pertolongan.
"kang, punten." gadis itu menatap arka diam beberapa saat, seperti menyadari seseorang yang akan di mintai tolong bukan dari desa tersebut.
"maaf bisa tolong bantu aku om, bawa aku ke tempat yang lebih terang, kaki ku terkilir" kata gadis itu yang seperti menahan sakit.
"huh merepotkan." ucap arka tapi tangan nya meletakan keranjang sayuran nya ke bawah dan membantu gadis itu berdiri, arka memapah gadis itu menuju kebun omanya karena itu tempat terdekat yang terang.
"om kau bukan orang jahat bukan?." tanya gadis itu.
"berhenti memanggil ku om, aku tak pernah menikah dengan bibi mu" ketus arka tak suka di panggi om karena memang dia belum setua itu.
"jika aku orang jahat aku tak akan membantumu."
Gadis itu pun hanya tersenyum melihat arka.
Sampai akhirnya arka meletakan gadis itu di kursi panjang yang terbuat dari kayu
"kang hatur nuhun pisan."
Arka hanya mendengar ucapan gadis itu, lalu pergi dari sana meninggalkan nya karena merasa gadis itu hanya meminta di bawa ke tempat terang saja.
Sesampainya dirumah arka menyerahkan keranjang sayur ke pembantu untuk dimasak. saat melihat jam dinding yang masih menunjukan jam 4.30 pagi yang artinya omanya membangunkannya sebelum jam 4 membuat arka mendengkus kesal inilah mengapa dia tak betah tinggal di rumah oma nya karena dia merasa seperti kerja rodi.
'dasar oma tak ada ahlak, mengganggu tidur ku saja.'
'tidak bisa kah memerintah saat matahari sudah terbit.'
'ish menyebalkan.' gerutu arka.
Sampai akhirnya arka mengingat gadis kecil yang dia bantu tadi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
to be continue...