Cinta Tulus Si Gadis Desa

Cinta Tulus Si Gadis Desa
bab 50 ~ Khawatir ~


__ADS_3

Carles langsung tancap gas ke rumah orang tuanya pagi itu juga,dia sangat ketakutan karena dia tau Bram adalah orang yang tidak punya rasa kemanusiaan sedikit pun.Sesampainya di rumah orang tuanya dia kaget melihat papanya yang juga sangat khawatir.


"Papa...Memangnya dari jam dua belas siang kemarin mama tidak datang ke rumah ini? Tanya Carles,dia sangat panik saat istrinya mengingatkan tentang ibunya mungkin pergi ke rumah orang tua menantu palsunya.


"Tidak...Kamu kenapa kesini pagi-pagi begini?lebih baik kamu ke kantor biar papa yang menunggu mama di rumah ini." Ucap Anderson.Carles menghentikan ucapannya saat melihat Eva sudah menuruni tangga,dia tidak mau membahas apa pun di hadapan serigala berbulu domba itu.Karena mungkin wanita itu adalah mata-mata di rumahnya.


"Kamu datang mas?"


"Iya aku merindukan papaku,sekalian aku ingin membawanya ke Eropa hari ini karena kami akan melakukan perjalanan bisnis." Ucap Carles,Anderson merasa heran dengan jawaban anaknya.


"Aku tidak_


"Papa...lebih baik,kita berangkat sekarang aku takut kita terlambat nanti." Ucap Carles lalu menarik tangan papanya.Anderson masih merasa ada yang aneh tapi biar pun begitu dia tetap mengikuti langkah anaknya.


"Papa tinggu disini,aku ingin menemui pelayan."


"Memangnya ada apa sih?" Carles mengabaikan pertanyaan papanya lalu kembali masuk kedalam rumah dan mencari pelayan yang bisa dipercaya.


"Bibi...Laporkan apa pun yang di lakukan oleh Eva di rumah ini,pekerjaan mu hannya mengikutinya dan memberi tahu apa pun yang dia lakukan,kalau bisa ikuti dia kemana pun pergi." Ucap Carles.Walaupun Sukma si pelayan yang sudah tua dan paling senior merasa aneh dia tetap mengangguk tanda setuju.


Carles berusaha sangat hati-hati,melihat ruang tamu dan tangga kosong carles segera keluar dari dalam rumahnya lalu kembali kedalam mobilnya.


Carles segera membawa papanya ke rumahnya,dia takut sesuatu terjadi kepada papanya,walaupun sekarang mereka tidak sepemikiran bagaimana pun papanya adalah pahlawannya.

__ADS_1


"Ada apa sebenarnya jangan membuat papa semakin khawatir,papa menunggu mama di rumah saja."


"Papa..Mama tidak akan kembali begitu saja mama sudah disekap oleh seseorang dia menginginkan keluarga Anderson hancur agar mereka bisa menguasai apa yang sudah menjadi milik kita."


"Apa....Mama disekap,siapa yang melakukan itu,papa tidak punya musuh sama sekali,dari dulu,bahkan papa tidak pernah bermusuhan dengan pesaing papa di dunia bisnis." Ucap Anderson dengan wajah yang begitu tegang,dia sangat takut jika yang di katakan oleh anaknya benar-benar terjadi.


"Sudah,lebih baik papa tenang,aku akan menyelesaikan ini,mereka sangat cerdik papa,dia bukan orang jauh." Ucap Carles menjelaskan Anderson masih bingung,dia mencoba mengingat-ingat lagi tapi dia benar-benar tidak ingat bahkan dia merasa kalau dia tidak punya musuh sama sekali.


Setelah mereka sampai di rumahnya,Carles langsung membawa papanya ke rumah.Carles berharap papanya segera sadar jika Bram adalah pria yang sangat licik bahkan sulit di hadapi.


"Ka_kamu_kamu siapa? Kenapa kamu bisa di rumah anakku?" Tanya Anderson,saat mereka sudah sampai di dalam rumah dan di sambut oleh Rebecca dan juga Mona.


"Kakak,aku kebelakang dulu ya." Ucap Mona.Dia segera meninggalkan keluarga kaya itu dan mulai membantu para pelayan dibelakang.


"Apa maksud semua ini,Eva sudah menceritakan kepadaku,kalau wanita ini sudah menipu mu,bahkan dia memanfaatkan wajahnya untuk menipu kita semua carles,kamu jangan tertipu dengannya."


"Tuan apa yang dikatakan tuan dan nyonya Rebecca semua benar,pada saat aku ke cina melakukan perjalanan bisnis aku melihat nona Eva bersama seorang pria,aku bisa mencari pria itu jika tuan belum percaya maaf kalau aku menyela perkataan tuan besar." Ucap Leon.Seketika mereka bertiga menoleh ke asal suara,Carles merasa lega setidaknya ada yang mendukungnya.


"Aahhh aku tidak tau harus mempercayai siapa sekarang,yang kuinginkan istriku semoga cepat kembali kepadaku." Ucap Anderson,dia membuka ponselnya berharap ada pesan yang masuk dari istrinya.


****


Sementara itu Marta pelan-pelan membuka matanya,dia sangat kaget saat melihat keadaan tempatnya gelap dan tangannya yang di ikat dan mulutnya di tutup dengan lakban.Dia berusaha keras untuk melepaskan tangannya tapi semakin keras dia berusaha dia semakin merasakan sakit mungkin karena gesekan tali.

__ADS_1


Dia melihat Cecep yang belum sadar,ada darah yang sudah mengering di wajah pria itu,membuat Marta sangat ketakutan.


"Ternyata aku sudah memelihara iblis di rumah ku sendiri,bahkan aku membuat anakku berada di tengah-tengah keluarga iblis." Suara hati Marta tiba-tiba dia mendengar suara langkah kaki yang mendekati gudang,dia kembali pura-pura pingsan karena takut orang yang masuk adalah Marta dan eva.


Mereka masuk lalu mencengkram wajah Marta,dengan sangat kasar melihat Marta yang belum sadar Rini berdiri,lalu menendang tubuh cecep.


"Lama sekali para bajingan ini sadar,kita harus segera membunuh mereka setelah itu kita kubur,kita harus bekerja serapi mungkin agar tidak ada yang curiga kepada kita." Marta mendengar suara Rini,dia sangat kaget ternyata Rini dan Eva adalah wanita psikopat,dia tidak pernah sekalipun menyangka jika mereka akan tersandung dengan orang-orang seperti mereka.


"Mama...Kita keluar saja,aku mendengar suara mobil mungkin papa sudah pulang! " Ucap Eva,setelah itu mereka meninggalkan gudang tersembunyi itu dan menemui papanya.


Mereka menemui Bram ke ruang tamu,pria itu terlihat frustasi,bahkan wajahnya terlihat cemas Eva dan Rini menghampirinya.


"Papa apa yang terjadi? Wajahmu terlihat lelah dan banyak pikiran." Tanya Rini,dia duduk di samping suaminya.


"Papa sangat frustasi entah kenapa tiba-tiba lima orang klien penting di perusahaan kita membatalkan perpanjangan kerja sama,ini akan semakin membuat perubahan kita hancur,jika Carles sampai menarik investasinya papa sangat yakin semua harta dan aset kita akan terjual hannya untuk membayar hutang." Ucap Bram,dari meneguk minuman anggur yang ada di depannya.


Bram tidak menyadari,kalau semua klien yang memutuskan kerja sama dengannya adalah ulah dari Bram,dia ingin menyiksa Bram secara berlahan,dia ingin melihat Bram benar-benar hancur berkeping-keping.


"Ini semua gara-gara kamu yang tidak becus jadi anak,masak kamu kalah sama anak kampung itu,percuma kamu sekolah di luar negri." Ucap Bram menyalahkan Eva.


"Pa....Kenapa sekarang malah menyalahkan aku?"


*** Bersambung***

__ADS_1


__ADS_2