
Carles melepaskan pegangan tangan Rebecca dari pergelangan tangannya,dia kembali menyentuh kening Rebecca,
"Panas mu masih sangat tinggi,kenapa kamu terlalu keras kepala,di suntik itu tidak menyakitkan lebih sakit lagi waktu mama mu sendiri menganiaya mu." Ucap Carles,dia duduk di pinggiran ranjang,sementara Rebecca menutup seluruh tubuhnya dengan selimut karena dia begitu menggigil.
"Dasar keras kepala bagaiamana bisa dia menolak dokter sementara dia menggigil begitu," Sungut Carles,akhirnya dia beranjak dari tempat duduknya lalu merogoh sakunya untuk mengambil ponselnya,dia menghubungi dokter pribadinya dan menyuruh datang keruangannya.
Tidak perlu menunggu waktu yang lama,akhirnya dokter pribadi mereka langsung datang dan membawa semua peralatan medisnya.
"Tuan aku memeriksa nyonya!" Ucap dokter Freddy seorang dokter pribadi keluarga kaya itu.Dengan teliti,memeriksa keadaan Rebecca dan saat dokter Freddy ingin memberikan suntikan,Carles langsung mencegahnya.
"Kamu tidak perlu melakukan itu untuknya cukup kamu berikan resep obatnya lalu keluar dari dalam kamar ini,dan satu lagi kamu jangan terlalu sembarang menyentuhnya.Dokter Freddy begitu kaget mendengar tekanan dari Carles dia tersenyum kecil,
"Kau tau tuan sangat mencintainya,bagaimana aku mengetahui keadaannya jika aku tidak memeriksanya dengan baik." Tanya sang dokter,Carles tampak tidak peduli,
"Sudahlah kamu tidak perlu memeriksanya,cukup kamu resep obat,aku sudah mulai muak melihat mu disini." Ucap carles dengan nada datar,Akhirnya dengan berat hati,dokter freddy hannya memberikan resep kepada carles.
" Nenek....Aku sangat merindukanmu," Rebecca mengigau hingga dokter Freddy dan Carles menatap ke arah Rebecca.
"Keluar dari ruangan ini!"
__ADS_1
"Tapi tuan."
"Keluar,aku tidak menyukaimu di ruangan ini." Dengan berat hati dokter freddy langsung keluar dari dalam kamar,padahal dari diagnosa pertamanya mengatakan kalau Rebecca itu sedang di serang DBD,tapi mau gimana lagi tuan besarnya tidak menyukai ke hadiran dirinya di antara mereka berdua.
"Aku tau nona eva sangat cantik,tapi nga seharusnya dia cemburu kepadaku,tidak mungkin aku berani menggoda istri tuannya." Fredy hannya bisa mengoceh karena begitu kesal dengan pria itu.
Setelah dokter pribadi keluarganya keluar dari dalam kamarnya,Carles turun ke lantai bawah,dia berjalan ke dapur lalu mengambil beberapa baskom,sepertinya dia ingin mengompres istrinya,beberapa pelayan tampak salah tingkah karena ini pertama kalinya mereka melihat carles menyentuh barang-barang dapur.
"Tuan biarkan aku yang mengambil!"
"Tidak perlu,aku bisa sendiri,kalian urus saja pekerjaan kalian yang lain,kalau sudah beres kalian bisa istrahat."Dengan begitu canggung pelayan itu meninggalkan Carles.
Carles membawa air didalam baskom besar,setelah dia sampai di kamarnya tampa menunggu lama dia langsung mengompres kening Rebecca,pada saat itu beberapa kali Rebecca memanggil neneknya,padahal Carles tau kalau Eva sudah tidak memiliki nenek.
Sementara itu jauh di kota cina,Eva dan kekasihnya tampak adu mulut,Frans beberapa kali memaksa Eva untuk mengugurkan kandungannya dan kembali ke Indonesia untuk mendekati Carles,tetapi Eva menolak dengan keras karena dia sangat takut dengan semua resiko yang ada.
"Apa pun yang terjadi aku tidak mau mengugurkan kandungan ini,bukan karena aku menginginkan anak ini tetapi karena aku takut dengan segala resiko." Jawab Eva,dia sangat benci kepada Frans Karena tidak mengerti dengan keadaanya.
"Percaya kepadaku,resiko itu tidak akan ada,dokter menanganinya dengan baik."
__ADS_1
"Aku tidak mau,sekarang kamu keluar dari apertemenku,bisa-bisanya kamu tidak memikirkan diriku sedikit pun,kamu hannya memikirkan kekayaan mereka saja,kamu pikir mudah untuk mendapatkan itu? Sekarang juga kamu keluar."
"Maafkan aku sayang,aku tidak akan memaksamu lagi, tapi ijinkan aku tetap tinggal bersama mu,ya sudah lakukan sesuai rencana mu." Ucap Frans,tiba-tiba dia mendapat ide untuk mengugurkan kandungan pacarnya,
"Sepertinya membujuknya dengan baik,tidak akan berhasil nantinya,lebih baik aku memberikan dia obat melalui minumannya." Suara hati Frans,lalu dia pamit kepada Eva karena dia ingin melanjutkan aksinya.
Eva meminum jus pemberian Frans,dia bahkan menghabiskannya karena menurutnya sangat nikmat,Frans sengaja membeli jus,lalu mencampurkan obat yang bisa menggugurkan kandungan,
Setelah setengah jam Eva meminum jus pemberian Frans ,tiba-tiba perutnya mulas,dan semakin lama semakin sakit,Eva menangis histeris karena sudah tidak tahan dengan rasa sakit yang dia derita.
"Apa yang kamu berikan itu,aahhh....sakit hubungi orang tuanku cepat aku sudah tidak tahan,hu....hu...hu sakit tolong aku." Eva terus menagis sementara itu Frans terus menunggu hasil yang sudah dia buat,dia berharap malam ini semuanya berakhir,dia sudah tidak tahan hidup bersama Eva di negara yang sangat menyakitkan ini.
"Sabar ya sayang kamu harus kuat,aku melakukan ini karena aku sangat mencintaimu," Dan pada saat itu,seseorang datang ke apertemen mereka,Frans sangat ketakutan dia mengintip ke luar dia begitu takut karena tamu itu adalah Kaka sepupu Eva.
Karena tidak ingin mendapat masalah yang banyak,akhirnya dengan berat hati Frans membuka pintu setelah dia mengangkat tubuh Eva ke atas ranjang,dan kedua pasangan suami istri itu masuk kedalam apertemen tampa sepatah kata pun,karena mereka sangat benci kepada Frans yang dinilai tidak ada gunanya sama sekali.
"Eva....Apa yang terjadi?" Karin berlari menghampiri eva yang sedang meringis kesakitan,dengan cepat suami Karin mengangkat tubun eva dan membawanya ke rumah sakit yang tidak jauh dari apertemen mereka.
"Apa yang terjadi Eva?kenapa pria itu menahan mu sementara kamu hampir saja mati." Tanya Karin saat dokter sudah selesai memeriksanya beruntung janin Eva masih bisa diselamatkan,dan dia sudah mulai merasa tenang dan rasa sakit barusan hilang begitu saja.
__ADS_1
"Aku juga tidak tau kak,saat aku minum segelas jus tiba-tiba aku merasakan sakit yang luar biasa,dan aku bersyukur karena aku masih bisa selamat hari ini." Ucap Eva,dan Frans yang ada di balik pintu,merasa sangat kesal karena rencananya hari ini gagal total.
*** Bersambung***