Cinta Tulus Si Gadis Desa

Cinta Tulus Si Gadis Desa
Bab 56 ~ Berhasil kabur ~


__ADS_3

Bram secara perlahan masuk ke dalam gudang,dia memeriksa seluruh keadaan,karena menurutnya aman akhirnya dia pergi ke dalam gudang,dia merasa aneh karena pintu terkunci sementara dia tau kalau istrinya masih berada di dalam sana.


"Kenapa pintu bisa tertutup sementara mama barusan masuk kedalam sini?" sejenak Bram berpikir,karena merasa ada yang tidak beres Bram langsung keluar dari dalam gudang dia bergegas kembali masuk ke ruangan utama.Sementara saat itu Cecep berjuang keras berlari memapah Marta yang kebetulan kakinya tersandung dan dia terjatuh kakinya keseleo dan tidak bisa berlari.


Cecep berlari menuju pintu keluar,dia terus menarik Marta,dia tidak tega meninggalkan wanita itu,dan mungkin juga jika dia selamat dan Marta tidak selamat keluarga miliader itu tidak akan memaafkannya seumur hidup.


"Ayo...nyonya, bertahanlah berusaha lebih keras, lagi nyonya,kita tidak ada waktu lagi,Bram sudah melihat kita mungkin dia sedang mengambil sesuatu dari dalam kamarnya." Ucap Cecep.Saat dia mencapai pintu,teryata pintu itu tertutup dan tidak bisa di buka Cecep berusaha lebih keras membuka tapi tetap tidak bisa."Hahaha....Apa kalian berniat kabur,ingat jangan mencari masalah denganku,sekarang juga aku akan membunuh kalian berdua." Ucap Bram,perlahan dia menuruni tangga dengan pistol di tangannya,Marta sudah sangat marah kepada pria itu.


"Apa mau kamu bajingan,lepaskan kami,kamu mencoba bermain-main dengan keluarga Anderson,kamu akan tau akibatnya nanti."


"Bug...Jangan banyak bicara,lebih baik kamu tanda tangani berkas ini setelan itu aku bisa melepaskan kamu,berikan salah satu cabang perusahaan mu kepada ku,setelah itu aku melepaskan kalian berdua." Ucap Bram,dia menjauh dari Cecep dan Marta.Sementara itu tangan Cecep berusaha bermain di belakang,begitu banyak kunci yang ada di tangannya dia mencoba membuka satu-satu.


"Kamu tau nyonya Marta,dari awal aku tidak berniat tulus kepada keluargamu,benar apa katamu,menantu mu yang sesungguhnya adalah wanita yang sedang bersama anakmu itu,wanita itu cukup beruntung karena dia terus lolos saat aku berniat membunuhnya,aku sangat dendam kepada keluarga Anderson,karena bisnis kalian bisa semakin jaya sementara Bisnisku semakin hancur bahkan mungkin sudah bangkrut,itu semua karena anak sialan mu itu!!


"Dor....dor..." Bram melepaskan dua tembakan peluru ke dinding,

__ADS_1


"Aaaahhhn....." Marta mengira kalau Bram menembakkan peluru kepadanya,dia menjerit ketakutan sementara itu keringat dingin Cecep sudah membasahi wajah dan dahinya.


"Aku dan Anderson sama-sama merintis,kenapa harus dia yang sukses,kenapa aku harus mengemis kepada keluargamu,kalian semua pantas mati...Rencana yang sudah ku susun rapi untuk menghancurkan keluarga ini,tidak bisa berjalan lancar itu karena keluargamu selalu beruntung di dari ku." Ucap Bram,dia terlihat frustasi berat mungkin karena dia sudah semakin tersudut.


"Itu semua karena kamu terlalu serakah,bahkan kamu ingin menguasai semuanya tampa harus kerja keras,kamu pikir kami tidak tau jika dari dulu kamu selalu menghamburkan uang untuk wanita-wanita ******,sementara suamiku tidak melakukan hal murahan seperti itu_


"Diam....Tau apa kamu tentang kehidupanku,lebih baik sekarang kamu tanda tangani ini, sebelum aku melepaskan peluru ini tepat ke jantung mu," Ucap Bram,dan saat itu satu kunci bisa membuka pintu rumah,pada saat bram membelakangi mereka Cecep segera menarik tangan Marta dan mereka kabur dari rumah itu.


"Dor.....Dor...." Bram melepaskan satu peluru ke kaki cecep dan Marta hingga mereka tidak bisa lari bahkan mereka terjatuh di tanah,sebelum mereka mencapai pagar yang begitu tinggi.


"Mau lari kemana kalian brengsek dasar supir bajingan." Ucap bram lalu melepaskan sekali lagi timah panas ke kakinya hingga dia benar-benar tidak bisa berdiri.Sementara itu di luar pagar satu mobil hitam berhenti di depan pagar mereka melihat keributan yang terjadi,mereka sangat kaget melihat Marta dan Cecep yang sudah tergeletak di atas lantai.


"Siapa kalian jangan ikut campur ini masalah keluarga kami." Tanya Bram,dia terlihat gemetaran dia menodongkan pistolnya ke arah pria yang baru masuk kedalam.


"Tuan...Kami tau ini urusan keluarga anda,tapi jika sudah membuat kekerasan itu bukan urusan keluarga anda lagi,kami harus ikut campur,tolong turunkan pistol anda sebelum anda menyesal." Ucap pria itu dia terus mendekat ke arah Bram dan dua orang pria berusaha menolong Cecep dan Marta yang sudah tergeletak di lantai.

__ADS_1


"Jangan sentuh dia...Atau aku melepaskan rumah ini ke kepala mu!!! " Bram berusaha melepas timahnya,


"Buggh...Seseorang yang sudah tidak sabar di belakang langsung menendang tangan Bram hingga pistol yang ada di tangannya terlempar jauh darinya.


"Jangan sentuh aku,jangan sentuh aku,pergi kalian atau aku bunuh diri disini." Ucap Bram.Mereka tidak perduli ancaman Bram mereka langsung memborgol Bram,detektif yang lain membawa Marta dan Cecep ke sebuah rumah sakit yang tidak jauh dari tempat itu.


Setelah membawa Marta ke rumah sakit,pria itu langsung menghubungi Carles pada saat itu juga,carles yang kebetulan ada di rumah langsung bergegas berangkat dari rumahnya dia sudah tidak sabar ingin bertemu mamanya yang sudah hampir dua minggu di sekap oleh Bram.


Sementara itu dikediaman Bram,tiga orang pria mengeledah rumah itu,mereka takut masih ada yang lain yang belum keluar.


"Istriku sedang di gudang bawah tanah,dia mungkin terkunci disana,karena mereka berdua sudah keluar,tolong lepaskan dia." Ucap Bram,dia masih terlihat bengis mungkin karena dia masih berfikir ada yang akan membantunya.


"Putriku sedang berada di kamarnya,mungkin dia sedang tidur tolong panggil dia kesini!!" Ucap Bram,dia belum tau jika Eva sudah bunuh diri akibat dari semua ucapannya yang begitu kejam kepada Eva.Dua orang pria bergegas ke gudang setelah megambil kunci yang terletak di lantai dekat pagar.


Mereka segera membuka pintu gudang disana,mereka melihat Rini yang sudah di ikat dan mulutnya di lakban,mereka membuka ikatan tangannya dan membuka lakban yang menutup mulutnya.

__ADS_1


"Siapa kalian,kenapa kalian sampai tau tempat ini,dan dimana suamiku?" Rini terlihat panik melihat ada orang lain yang datang ke gudang karena tidak ada satu pun orang luar yang tau tempat ini.


*** Bersambung***


__ADS_2