
Leon keluar dari dalam mobil begitu juga dengan Rebecca dan juga Carles,pria itu sangat perhatian kepada Rebecca,karena tidak ingin sedikit pun Rebecca kelelahan atau terluka.
"Aku akan membantu mu,turun kamu jangan terlalu lelah." Carles kembali mengingatkan rebecca,hingga membuat Rebecca merasa tidak nyaman dengan sikap dan perhatian Carles kepadanya.
Nenek Marni keluar dari belakang dia melihat Rebecca seketika air matanya jatuh melihat perubahan hidup cucu kesayangannya.
"Nenek..."Rebecca berlari mendekati nenek marni lalu memeluk tubuh renta milik Marni,mereka berdua tampak melepaskan kerinduan di hati mereka.Carles begitu kaget dan heran,bagaimana bisa istrinya kenal dengan wanita tua itu,dia merasa ada yang aneh di antara mereka berdua.
"Nenek,aku sangat merindukan mu,apa kabar mu nenek?" Rebecca menyeka air mata bahagia di wajahnya dia takut suaminya curiga kepada mereka,saat itu Leon juga sudah mulai gelisah takut jika tuannya curiga kepada mereka berdua.
"Nenek kenalin ini suamiku?" Carles enggan menyalami nenek Marni,saat itu Rebecca sangat kesal kepada suaminya tapi dia bisa maklum,mungkin karena suaminya bukan orang sembarangan jadi dia sangat berhati-hati.
Marni tidak mau banyak bicara kepada Rebecca karena sebelumnya Leon sudah memperingatkan nenek Marni agar menjaga sikap di hadapan Carles.Walaupun Marni merasa tidak puas pertemuannya dengan Rebecca hari ini setidaknya dia masih bersyukur karena melihat cucunya yang sudah begitu cantik.
Rebecca berpindah tempat duduk ke samping neneknya lalu merangkul lengan neneknya dan merebahkan kepalanya di pundak neneknya.
"Nenek aku sangat merindukanmu,ikutlah bersama kami,aku ingin tinggal bersama nenek di rumah,mas bisakah nenek ikut menemani ku di rumah kita? " Carles masih sangat bingung,semakin dia pikirkan,semakin dia tidak yakin kalau wanita tua itu orang lain bagi Rebecca.
Sementara itu,Rini dan suaminya berangkat ke bandara,hari ini mereka berdua dengan semangat menjemput Eva dari bandara.
__ADS_1
"Papa,bagaimana cara kita membawa Eva ke kediaman milik Anderson,sementara wanita miskin itu jarang sekali keluar dari rumah itu,sepertinya dia sangat betah tinggal di sana.Cih...Dia wanita miskin tiba-tiba dia merasakan hidup mewah,tentu saja dia sangat menikmatinya." Ucap Rini dengan wajah kesal.Akhirnya mereka sampai di bandara mereka sudah melihat Eva berdiri di depan,
"Sayang.....Mama datang." Rini berlari kecil menghampiri Eva yang belum menyadari kehadiran mereka.
"Mama,kenapa lama sekali aku sangat bosan menunggu kalian,kenapa sampai lama begini aku capek tau." Sungut Eva,wajahnya terlihat begitu kesal tapi saat ibunya merangkul lengannya dan membawanya keluar dari bandara seketika wajah Eva berubah senang.
"Mama,kita makan dulu aku sudah lama tidak merasakan makanan enak,terus kapan mama papa mengantarku ke rumah suamiku, sudah terlalu lama aku meminjamkan suamiku kepada wanita sialan itu." Ucap Eva,dia sama sekali tidak melepaskan tubuhnya sedikit pun dari tubuh ibunya sekalipun mereka sedang berada di dalam mobil.
"Sabar sayang mama juga bingung,wanita itu tidak pernah sekali pun keluar dari dalam rumah Anderson,dia selalu keluar saat bersama suaminya,mama takut dia keenakan meminjam suami mu." Ucap Rini,mobil mereka memasuki sebuah restoran.
Eva sangat bahagia karena akhirnya dia sampai ke Indonesia,dia membayangkan hidup di tengah-tengah keluarga konglomerat,dia sudah membayangkan kalau dia akan menikmati hidup menjadi seorang istri dari Carles anderson.
"Sudahlah ma,tidak perlu dipikirkan,malah aku sangat bahagia karena janin sialan itu aku harus menderita selama ini,bagus dong sekarang aku bisa kembali ke negara ini dan memerankan hidup menjadi istri konglomerat."Jawab Eva.Dari wajah mereka terlukis kebahagian,berbagai rencana busuk sudah mulai di rancang Rini di pikirannya.
Pada saat mereka sedang bahagia dengan obrolan mereka,makanan yang pesan datang dan mereka menikmatinya.Dan pada saat itu mereka tidak sadar jika Leon,sedang berada di restoran itu dan melihat semua yang terjadi.Leon yang sedang bersama kliennya merasa gelisah dia takut,mereka melihatnya dan pada saat meeting sudah selesai dia langsung bergegas meninggalkan restoran karena takut keluarga itu melihat kehadirannya di sana.
"Hahaha..Hebat...Permainan mereka itu sangat luar biasa apa wanita sundal itu sudah membuang janinnya,sepertinya aku harus menemui nyonya Rebecca ke rumah sekarang,aku ingin dia berhati-hati dengan keluarga itu.
Leon membawa mobilnya menuju kediaman Anderson.Dia menemui Rebecca di saat tuan carles sedang di kantor dia masih enggan untuk memberitahu kebenarannya.
__ADS_1
"Selamat datang tuan ada yang bisa kami bantu?" Seorang pelayan menyambutnya dengan hormat.Semua orang yang bekerja di rumah mewah itu selalu menghormati Leon,karena bagi mereka Leon setara dengan tuan Anderson dan nyonya Marta sebagai nyonya besar di rumah itu.
"Antar aku menemui nyonya muda."
"Baik tuan."
Rebecca mengerutkan keningnya saat melihat Leon sudah berdiri di depan kamar.Karena tidak mungkin mereka berdiri sambil berbicara di depan kamar Rebecca mengajak Leon duduk di sopa yang ada di lantai dua.
"Ada ada tuan,hingga tuan repot-repot menemui ku? Apa ada sesuatu yang mendesak nenekku baik-baik saja kan?"Tanya Rebecca dengan wajah gelisah dia takut jika sesuatu terjadi kepada neneknya.
"Tidak nyonya ini bukan soal tentang nenek anda,aku hannya ingin mengatakan kalau nyonya Eva sudah kembali ke Indonesia. Mungkin dalam waktu dekat ini,mereka akan menemui nyonya,aku berharap supaya nyonya hati-hati dan segera menghubungiku jika sesuatu yang sulit terjadi."
"A_apa...Dia sudah kembali? Bagaimana ini tuan,bagaimana dengan anak yang ada di kandunganku tuan,aku sangat takut,karena aku sudah tau jika nyonya Rini bukan orang yang mudah di hadapi." Ucap Rebecca dengan wajah yang sangat ketakutan.
Setelah memberitahu semuanya Leon segera meninggalkan kediaman Anderson,dia tidak ingin ada yang curiga kepadanya.Setelah Rebecca memberitahu tentang kepulangan Eva ke indonesia wajah Rebecca terus murung dan dia selalu terlihat gelisah.
"Apa yang terjadi dengan mu sayang,kenapa dari tadi kamu kelihatan murung dan gelisah,apa sesuatu terjadi dengan mu atau kamu menginginkan sesuatu." Rebecca hannya menggeleng sedikit pun dia tidak selera untuk makan malam hari ini.Melihat itu Carles menyelesaikan makan malamnya,lalu membawa istrinya ke ruang tamu.Semenjak dia tau Rebecca hamil dia meluangkan waktu yang banyak untuk menemani istrinya di rumah,bahkan memberikan perhatian yang lebih kepada istrinya.
"Sayang kamu ingin makan sesuatu,tidak biasanya kamu seperti ini,katakan ada apa?"
__ADS_1
*** Bersambung***