Cinta Tulus Si Gadis Desa

Cinta Tulus Si Gadis Desa
Bab 52 ~ Kalian biadap ~


__ADS_3

Hari ini semua pelayan yang biasa melayani di rumah Bram,dipecat oleh mereka,baik penjaga taman dan penjaga keamanan,semua dipecat keluarga Bram tampa tersisa satu pun di rumah mereka.


"Bagaimana,apa semua pelayan di rumah ini sudah kamu suruh pulang,jangan sampai mereka membuat masalah kepada kita di kemudian hari."


"Sudah pa..Tenang saja mereka tidak tau apa pun tentang rahasia kita,kan mereka orang-orang baru di rumah ini?"


"Baiklah mari kita lihat kedua tikus yang di ikat disana,semoga saja mereka mati,mungkin nyonya Marta akan lebih cepat mati karena dia tidak pernah merasakan hidup tersiksa selama ini,siapa suruh dia mengantar nyawanya ke tempat ini."


Mereka masuk ke dalam gudang,


"Bug....Bagaimana,apa kamu menikmati hidup di tempat ini?" Marta dan Cecep sudah bangun,marta terlihat menatap sinis kepada mereka,Bram membuka penutup mulut Marta dan Rini membuka penutup mulut cecep.Marta terlihat sangat emosi kepada mereka bertiga.


"Apa maksud kalian melakukan ini kepadaku,lepaskan aku bajingan kamu berani melakukan hal jahat seperti ini kepada keluarga Anderson,aku pastikan kamu akan menyesal dan dan memohon ampun kepadaku." Ucap Marta dengan tatapan sinis,wajahnya terlihat sangat marah.


"Hahaha....Doakan saja nyawa mu belum melayang saat itu,karena secepatnya aku akan membunuh mu!!"Ucap Bram menyeringai jahat.Dia menendang kaki Marta hingga dia meringis kesakitan.


"Apa salahku bangsat...Kamu biadap berani kamu melakukan hal seperti ini kepadaku,bodohnya keluargaku menempatkan anakku kepada keluarga iblis seperti kalian,pantas saja anakku lebih menyukai Rebecca dari pada anak keturunan Iblis seperti dia cuih..."


"Plak....plak...plak..!!!! Berani kamu merendahkan anakku,dasar kurang ajar mati saja kamu sekarang,aku tidak sudi menjalin hubungan dengan keluarga mu,yang penuh aturan." Ucap Rini dia menampar wajah Marta sampai berdarah-darah lalu menjambak rambutnya sampai dia pingsan kembali.Cecep yang melihat itu hannya bisa berdoa agar mereka di selamatkan dari tangan iblis berkedok manusia.

__ADS_1


"Maafkan aku nyonya karena tidak bisa membantu mu di saat genting seperti ini,sekali lagi aku minta maaf."Suara hati Cecep.


" Bug....kamu mau mati juga,makanya kamu menatap iba kepadanya,jika kamu ingin selamat tutup mata dan telingamu,jangan mengurusi sesuatu yang bukan urusan mu."


"Baik tuan,maafkan aku." Jawab Cecep,dia terpaksa melakukan itu,karena dia juga tidak ingin mati di tangan para iblis itu,apalagi anak-anaknya masih sangat membutuhkannya.


Mereka menyeret Marta dan membawanya ke ruang bawah tanah,cecep dipaksa berjalan,setelah sampai di ruang bawah tanah yang sangat jauh kebawah merek melempar Marta dan Cecep ke dalam lalu mengunci rapat tempat itu.Tidak ada satu pun orang tau kalau di rumah itu ada ruangan bawah tanah,sudah empat orang yang mereka buang kedalam sana dan hannya satu orang yang kembali keluar karena berjanji akan mengembalikan semua hutangnya,dan orang itu sekarang sudah kembali ke desa karena begitu trauma hidup di kota yang sangat menakutkan.


"Pa....Apa perlu kita memberikan makanan kepada orang itu,setidaknya nasi basi dan sisa tidak masalah,supaya mereka bisa bertahan sedikit lebih lama?" Tanya Eva kepada papanya yang sedang duduk di sopa memeriksa ponselnya.


"Terserah,tinggalkan aku sendiri di sini." Ucap bram.Rini dan Eva segera masuk kedalam kamar,semenjak Marta mereka sekap,suaminya semakin banyak berubah hal itu membuat Rini takut untuk bicara kepada suaminya seperti biasanya.


Keesokan harinya Bram berangkat kekantor seperti biasanya,hari ini pikirannya benar-benar tidak konsentrasi karena tiga orang kliennya sudah menunggunya di kantornya.


Semua kariawan menunduk saat Bram melewati mereka,Bram mengabaikan sapaan kariawan nya,dia masuk ke lift menuju ruangannya.


"Tuan klien kita yang_


"Diam,tidak usah bicara kamu kembali ke ruangan mu." Bram langsung menyela ucapan asisten pribadinya lalu meninggalkan Andi yang masih berdiri di tempatnya.

__ADS_1


"Dasar bos sinting,perusahaan sudah tidak lama lagi tapi angkuhnya masih selangit jijik sekali aku melihatmu." Ucap Andi lalu pergi masuk keruangannya sambil bersungut-sungut.


Bram membuka ruangannya,disana dia melihat ketiga kliennya sudah duduk di sopa yang ada disana,bram memasang wajah yang pura-pura ramah kepada ketiga klien itu.


"Ada angin apa tuan-tuan datang menemui ku? Asistenku sudah menyajikan kopi untuk kalian ya?"


"Tidak usah basa-basi tuan bram,kami hannya ingin memutuskan kontrak kerja sama di antara perusahaan kita,kami tidak ada urusan dengan perusahan yang tuan pimpin." Ucap seorang pria paruh baya.Wajah Bram langsung berubah saat mereka mengatakan hal yang sudah dia duga sebelumnya,tapi walaupun begitu tetap saja dia kaget mendengar itu,karena semenjak Marta dia sekap banyak sekali klien yang sudah memutuskan kerja sama dengan perusahaanya.


"Ada alasan apa sampai tuan harus memutuskan kerja sama ini,berikan alasan yang masuk akal sedikit,aku merasa kecewa karena kerja sama yang sudah lama terjalin harus berakhir seperti ini." Ucap Bram,dia menyeka keringat dingin yang hampir jatuh dari dahinya.


"Maaf tuan Bram kami hannya tidak ingin saja melanjutkan kerja sama ini,kami pergi dulu asisten kami akan menyelesaikan semuanya besok." Ucap salah satu dari mereka lalu mereka keluar begitu saja dari ruangan Bram.


"Branggggghh......Kurang ajar aku tau ini pasti ulah Carles kamu sangat hebat bajingan,sepertinya kamu sangat pintar bermain bahakan lebih pintar dariku." Ucap Bram,dia melempar semua yang ada di meja,hingga pas bunga jatuh berantakan.


Bram merogoh kantongnya lalu mengambil ponselnya dan mencari nomor Carles,tangannya begitu gemetaran dan dadanya naik turun seakan menahan amarah yang begitu besar.


Carles tersenyum puas saat melihat nomor Bram memanggilnya berkali-kali,tetapi dia mengabaikan panggilan itu,dia ingin Bram datang langsung ke kantornya,biar bagaimana pun dia tidak mau menanggung resiko yang kemungkian akan terjadi.


"Tuan yakin kalau dia yang menyembunyikan nyonya Marta?"

__ADS_1


"Aku sangat yakin seribu persen,aku sangat ketakutan dengan mamaku,aku sudah menyuruh polisi datang kerumahnya dan hasilnya nol,sepertinya aku harus mencari detektif swasta mereka jauh lebih hebat dan bisa di percaya,aku takut sesuatu yang buruk terjadi kepada mama,apalagi keadaan papa sekarang sangat memprihatikan."


*** Bersambung***


__ADS_2