Cinta Tulus Si Gadis Desa

Cinta Tulus Si Gadis Desa
tuyul


__ADS_3

tina juga masih ingin merasakan kasih sayang ke dua orang tuanya, terkadang iri pada teman teman nya yang masih punya kedua orang tua. tapi tina juga tidak bisa menyalahkan siapa pun karena inilah yang tuhan gariskan menjadi takdir hidupnya.


mungkin tuhan ingin agar tina selalu bersyukur dengan apa yang dia punya.


......................


beberapa hari telah dilalui arka di sini


dia selalu bangun di pagi buta. menghadapi oma nya yang menyebalkan setiap hari membuat nya frustasi.


aaarrggghh..


menyurai rambutnya ke belakang karena frustasi


"oma benar benar menyebalkan, untuk apa aku disuruh mengambil air dari sumur,, ck jika disini terus ketampanan ku akan luntur bagaimana jika tidak ada yang suka padaku lagi,, jika itu terjadi aku akan memeras oma untuk perawatanku jika perlu ku jual saja kebun dan sawahnya supaya oma jatuhh miskin." guamamnya memuji dirinya sendiri dan rencana konyol di kepalanya sembari duduk dan memejamkan matanya.


"hi arka apa oma ada dirumah." tanya tina yang datang ke rumah oma dian dan melihat arka yang sedang duduk sendirian di teras rumah


"tidak." ucapnya yang masih memejamkan matanya tidak berniat untuk membukanya.


"kau tahu kemana? "


"tidak."


"biasanya pulang jam berapa."


"mana aku tahu, kau kira aku peduli." membuka matanya kesal pada tina yang bertanya terus.


"kenapa kau marah, hmm ya sudah lahh." berjalan menjauhi arka.


"tunggu." teriak arka.


tina berhenti dan menoleh ke arah arka.


"apa kau tau tempat yang menyegarkan disini." perlahan berdiri dari tempat duduknya


"ya??"


"oke ayo kita pergi." sambil menarik tangan tina


"tunggu dulu arka, aku mau mencari oma dulu." tina terkejut saat arka menarik tangan nya.


"oma bilang akan ke kota bersama mang yoyo mungkin akan pulang saat sore hari." jelas arka terus menarik tangan tina


"kau bilang tidak tau kemana tadi." pelan, karna tadi arka bilang tidak tau oma pergi.


arka hanya diam


keheningan pun terjadi sampai tina berkata


"arka kebun teh sebelah sana tempatnya sangat sejuk." ajaknya


"oke." mereka berjalan ke menuju ke arah yang ditunjuk tina.


"ada urusan apa mencari oma."tanya arka


"oh kemarin oma mengajak ku ke kebun karet milik nya,,, hmm aku juga tidak tau kenapa oma mengajak ku." jawab tina melirik ke wajah tampan arka.


'tampan sekali.' puji tina padaarka dalam hati sesekali melirik diam diam ke wajah arka


"oh."

__ADS_1


sampai kebun teh


"segar bukan disini."


arka hanya berdehem dan membiarkan tina.


tina yang canggung karena berduaan dengan arka hanya bisa mengatur nafasnya gugup entah kenapa tangannya dingin berkeringat dan jantungnya berdebar apa mungkin karena tidak pernah berduaan dengan lawan jenis nya membuatnya seperti ini pikirnya.


"kau tau aku sering ke sini jika sedang suntuk." ucap tina menghilangkan kegugupannya dan terus berbicara dan tidak sadar dirinya sedang di tatap oleh arka.


CUP


arka menatap tina dari samping dengan gemas karena tubuh mungil tina,, bibirnya bahkan terus saja mengoceh apa dia tidak lelah berbicara terus.


tina terkejut bukan main karena arka mencium pipi kirinya.


"diamlah!"a


"sshhh." desis arka


saat tina ingin menjawab arka


**


sepanjang perjalanan pulang tina hanya diam dan menunduk lebih tepatnya ke malu dalam hatinya tina bertanya tanya kenapa arka menciumnya membuat tina canggung dan memilih diam


arka melihat tina terus menunduk mengerutkan keningnya.


"apa kau mencari uang koin di tanah."


"hah?" tina bingung


"berjalan melihat ke depan bukan ke bawah apa kau tidak pernah diajari berjalan dengan baik oleh ibu mu." lagi lagi arka menyinggung ibunya yang membuatnya diam.


"ti tidak tidak usah arka." tolak tina dengan gugup.


"ini sudah mulai gelap,, ck tidak usah menolak!"


"bukan begitu,, aku ingin menemui oma sebentar."


"kau bisa menemuinya besok,, seperti tidak ada hari lain saja."


"mmm mungkin ada hal penting." jawabnya menundukan kepalanya karna tidak enak menolak niat arka.


"terserah mu." ketus arka karena niat baiknya mengantar anak gadis orang di tolak.


tak lama arka dan tina sampai didepan rumah dam melihat omanya sedang berkacak pinggang didepan pintu.


"kau bawa kemana tina hah?" tanya oma melihat arka disamping tina.


"ke kebun." jawab arka singkat.


"a a apaaaa kebun? ngapain di kebun kau tidak macam macam kan arka, jawab oma." oma dian terkejut mendengar arka membawa tina ke kebun apa cucu gilanya melakukan aneh aneh pada tina.


"hanya satu macam oma." arka menyeringai menebak apa yang di pikirkan omanya.


jawaban arka membuat oma melototkan matanya.


tina yang disamping arka menatap keduanya bingung kenapa oma dian melototkan matanya.


"kenapa oma melotot seperti itu membuat tina takut saja." kata tina sembari mundur satu langkah ke belakang dan memegang ujung baju arka.

__ADS_1


"kami hanya mencari udara segar saja oma,, apa yang oma pikirkan hah?" goda arka


"diam kau,, kau pasti macam macam dengan nya iya kan oma tidak percaya denganmu."


arka mengelus dadanya sabar ini ujian


"tina apa yang kalian lakukan tadi." menatap tina dengan lembut.


"tina dan arka hanya ke kebun teh sebelah barat lalu duduk disana sampai sore oma." oma menghela nafas lega cucu gilanya tidak macam macam.


"lain kali jangan pernah berduaan sampe sore ngga baik,,, apa yang akan orang pikirkan jika melihat kalian berduaan sampe sore gini,, pasti mereka akan berfikir yang tidak tidak."


"dengar arka disini desa jadi perhatikan tingkahmu disini." isi ceramah oma menatap keduanya dihadapanya.


"apa kalian paham." tegas oma.


"paham oma." jawab mereka bersamaan.


......................


"apa kau sudah bisa menghubunginya?"


"belum." ucap david santai


"arka seperti ditelan bumi." kata ervan


di jakarta kedua teman arka sedang kebingungan mencari arka yang hilang beberapa hari ini,, nomer ponsel bahkan semua medsos arka tidak aktif."


"aku akan pergi kerumahnya."ucap ervan


**


"hai tante riri cantik,, waahhh bunganya cantik sekali." kata ervan basa basi di halaman depan sembari menatap mom riri sedang menyirami tanamanya.


"pantas saja bunganya cantik yang nanam juga seperti bidadari." goda ervan ke mom riri.


"siti yang nanam bunga." kata mom riri membuat ervan memegang tengkuknya tahu kalau siti salah satu pembantu rumah ini.


"hehe."


"mencari arka? "mom riri menatap ervan


"apa arka ada dirumah."tanya ervan


"aku menghubungi nya tapi tidak bisa, apa arka sakit."


"dia sedang liburan."


"lohh kenapa dia tidak bilang." tanya ervan bingung


"mana tante tahu." mengendikan bahunya


"pasti tante bohong kan iya kan." ucap ervan tak percaya,, mana mungkin arka liburan tanpa mengajak bahkan sampai tak mengabari teman temanya.


"mana mungkin orang secantik tante berbohong." sanggahnya.


"kalo gitu kemana arka pergi oh bidadari."


"ishh kepo kaya tuyul."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


to be continue...


__ADS_2