
Anderson dan Marta saling menatap,setelah itu tatapan mereka beralih kepada Carles sang pewaris Anderson group.Sementara itu wajah Eva sudah terlihat pucat dan dia kelihatan sangat gelisah dia sangat ketakutan jika sampai Carles mengadu kepada orang tuanya.
"Papa,mama aku ingin bercerai darinya,aku sudah tidak bisa melanjutkan pernikahan ini,dari awal aku sudah katakan kalau aku tidak mencintainya,dan sampai hari ini aku belum bisa mencintainya." Ucap Carles,dia menunduk karena dia takut papanya akan marah kepadanya.
Anderson dan Marta sangat kaget mendengar ucapan Carles,kedua pasangan suami istri itu saling menatap sementara Carles sudah pasrah apa pun keputusan orang tuanya,Karena ucapan papanya adalah perintah yang tidak bisa di bantah.
"Apa maksud dari ucapkan mu itu,kamu pikir pernikahan itu sebuah permainan,kamu ingin semua orang tertawa dengan kehidupan pernikahan rumah tangga mu ini." Anderson terlihat marah kepada carles.
"Tapi papa,aku benar-benar tidak bisa menikah dengannya,papa mama tidak tau keluarganya sudah menipu kita,dia bukan wanita yang menikah denganku,mereka memiliki wanita yang sangat mirip dengannya namanya Rebecca,dan sejak kecelakaan itu Rebecca pergi membawa bayi ku,
"Carles..Kamu jangan sembarang bicara kamu pikir dengan kamu memfitnah keluarga istrimu papa sama Mama akan percaya dengan ucapan mu."
"Aku sudah menduga ini ma,papa mama akan lebih mempercayai wanita ****** ini,mama tau dia hamil dari pria lain saat menjelang pernikahan kami,kedua orang tuanya mencari seseorang yang sangat mirip dengannya lalu menyuruhnya untuk menikah denganku,dan papa mama percaya dengan semua tipu muslihat keluarganya."
"Plak...Kamu keterlaluan papa mama tidak pernah mengajarimu untuk menjadi seorang pria pengecut seperti ini." Ucap marta,dia melayangkan tamparan keras di wajah Carles.Eva tidak menyangka kalau kedua mertuanya begitu mempercayai keluarganya,dia tersenyum dalam hati saat melihat begitu bodohnya mertuanya yang percaya dengan keluarganya.
"Bagus...Ini langkah awal untuk merebut semua kekuasan Anderson,kalau begini dengan mudah aku bisa merebut semua milik kalian,dasar mertua bodoh lebih percaya orang lain dan pada anak sendiri." Suara hati Eva.Carles menaiki anak tangga meninggalkan kedua orang tuanya yang masih sangat emosi,carles begitu marah saat sekilas sebelum meninggalkan tempat itu dia melihat senyum tipis di bibir murahan Eva.
Carles merebahkan tubuhnya di atas ranjang,pikirannya begitu frustasi,dia ingin curhat tapi dia tidak punya teman untuk mencurahkan seluruh isi hatinya.
Carles turun kebawah dan melewati ruang tamu di sana kedua orang tuanya masih berbincang,dia melihat keberadaan Eva di antara mereka.Careks memasuki gudang penyimpanan anggur,lalu dia kemabli masuk ke kamarnya di sana dia minum sendirian sampai akhirnya dia mabuk berat.
__ADS_1
"Sayang....Jangan tinggalkan aku,kembalilah kepadaku sayang,aku tau kamu masih hidup aku tau kamu pasti menjaga anak kita dengan baik." carles menagis meraung-raung,membuat papa dan mama kaget.Mereka menaiki anak tangga,begitu juga dengan Eva,dia mengikuti langkah kedua mertuanya untuk melihat keadaan Carles di kamarnya.
"Carles....." Marta memekik saat melihat Carles sudah mabuk berat dia tergeletak di atas lantai sambil minum anggur dari botolnya langsung.
"Sayang....jangan tinggalkan aku,please kemabli kepadaku kenapa kamu pergi disaat aku sudah jatuh cinta kepadamu,apa kamu ingin membawa anak pergi,kamu tega membiarkan aku menderita seperti ini,hu...hu...hu...hu.."
"Hahaha....Wanita ****** itu ingin menipu ku,apa dia kira segampang itu dia bisa menipu ku,hahaha." Marta sangat panik melihat keadaan Carles,ini pertama kalinya dia melihat carles dengan sikap yang sangat mengerikan.Terkadang dia menangis sesenggukan,kadang dia tertawa sangat kuat membuat orang yang mendengarnya merinding ngeri.
"Sudah lah ma, ini semua hannya sandiwaranya,dia ingin kita mengabulkan permintaannya saat dia bersikap anak-anak seperti itu,ayo kita turun,Eva kamu kembali kedalam kamar mu,papa tau kamu dan carles sudah pisah ranjang setelah kamu kehilangan bayi mu." Ucap Anderson,mereka bertiga mengabaikan Carles yang sudah mabuk parah di dalam kamarnya.
Karena Semakin lama Carles merasakan kepalanya semakin pusing,dia sudah tidak mampu lagi berdiri,akhirnya dia tidur di lantai yang sudah basah karena minuman yang sudah tumpah banyak.
Keesokan harinya Carles membuka matanya kepalanya yang pusing,membuatnya semakin malas untuk bangun,tapi karena dia sudah kedinginan apalagi bajunya yang basah karena tumpahan sisa anggur tadi malam.
Carles membuka baju dan celananya lalu melemparkan ke atas lantai dan dia kembali tidur di atas ranjang.Dia memeriksa ponselnya berharap ada pesan masuk dari orang yang pernah melihat keberadaan Rebecca.
Carles membuka pintu saat seorang pelayan memangilnya untuk sarapan bersama keluarga besar Anderson,
"Ada apa?"
"Tuan dan nyonya menyuruhku untuk memanggil tuan."
__ADS_1
"Pergi dari sini,katakan kepada mereka aku masih tidur." Ucap carles lalu menutup pintu dengan kasar membuat pelayan itu sangat kaget.
"Sialan,aku masih berdiri disini tapi pintu sudah di tutup untung aku tidak kena banting pintu." Ucap pelayan lalu pergi meninggalkan kamar Carles dan kembali menemui tuan dan nyonya.
"Mana dia bibi,kenapa kamu turun sendirian?"
"Maaf nyonya,tuan carles katanya makan nanti saja,dia masih tidur." Jawab pelayan,dia ketakutan jika berhadapan dengan orang-orang sombong itu.
" Sudah abaikan dia,lebih baik kita sarapan,nanti kalau lapar dia akan makan sendiri,sebentar lagi aku ingin bermain golf dengan klien ku yang baru saja datang ke Indonesia ini." Ucap Anderson,dia sudah jarang mengurus perusahannya yang ada di Indonesia ini,karena semuanya sudah di percayakan kepada carles mereka belum tau jika Leon asisten Carles juga sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
Setelah mereka selesai sarapan,Anderson segera berangkat di antar oleh supir,sementara itu marta dan Eva hendak bersiap-siap pergi shoping,marta wanita gila shoping mengajak menantunya untuk pergi berdua.
Setelah semua orang pergi dari rumahnya,carles segera bersiap-siap berangkat ke rumah sakit untuk melihat keadaan Leon,sudah lama dia berada di rumah sakit,dia takut para penghianat akan memanfaatkan keadaan mereka yang sedang terpuruk.
[ Mama,aku sedang di perjalanan menuju mall,aku dan ibu mertuaku kaya raya ini akan menghabiskan uang hari ini,senang sekali menjadi menantu miliader.]
Rini tertawa di dalam kamar saat membaca pesan yang dikirim oleh Eva kepadanya,ternyata rencananya mereka berjalan dengan mulus,dia berharap mereka dengan mudah menguasai keluarga itu.
"Nikmatilah sayang menjadi nyonya anderson kamu wanita yang hebat,dengan mudah kamu bisa mendekati ibunya,aku berharap kamu secepatnya mendapat apa pun yang kamu inginkan." Ucap Rini,dia memandang keluar jendela,akhirnya semua berjalan sesuai rencananya sampai hari ini setelan dia mengorbankan banyak orang.
*** Bersambung***
__ADS_1