Cinta Tulus Si Gadis Desa

Cinta Tulus Si Gadis Desa
Bab 48 ~ Maafkan mama ~


__ADS_3

Carles segera menghampiri mereka,karena mereka belum menyadari kehadirannya di rumah itu.


"Apa yang mama lakukan di rumah ini?" Mereka semua langsung menoleh ke asal suara Marta sangat kaget melihat kehadiran anaknya di rumah itu,dan Rebecca juga begitu dia langsung beranjak dan mendekati suaminya yang masih berjalan ke arah mereka.


"Kamu sudah sampai mas? silahkan duduk mas,aku dan mama sedang cerita!! " Ucap Rebecca,dia mengambil tangan suaminya lalu menciumnya.Carles dan Rebecca duduk bersebelahan,wajah Carles terlihat sangat letih.


"Carles maafkan mama,aku tidak tau bahwa semuanya seperti ini,aku tidak tau jika keluarga bram sudah merencanakan semua ini,aku merasa tertipu." Ucap Marta,dia menangis sedih karena selama ini sudah menempatkan anaknya ditempat yang begitu sulit pantas saja dari dulu Carles menolak untuk menikah dengan Eva.


"Sudahlah semuanya sudah berlalu,yang penting sekarang ini,ikuti permainan Bram,dan hati-hati aku sudah kehilangan supir terbaikku dan saat itu juga aku hampir kehilangan anak dan istriku." Ucap Carles dengan wajah penuh amarah mengingat semua penderitaan istrinya.


Setelah menerima penjelasan semuanya,Marta pamit dari rumah Carles,dia berulang kali minta maaf kepada Carles dan juga Rebecca.


"Mama jangan seperti itu,kau baik-baik saja,mama lihat calon cucu mama juga sehat di dalam sana,aku rutin membawanya USG,Karena aku dan mas Carles sudah tidak sabar menunggunya." Ucap Rebecca dengan wajah malu-malu kucing.


Marta keluar dari rumah Carles dengan perasaan sangat benci dan dendam,dia tidak menyangka menantu yang dia pilih sendiri ternyata telah menipunya mentah-mentah.


"Pak...Kita ke rumah tuan Bram." Ucap Marta saat mobil mereka sudah mulai jalan.Marta ingin berbicara dan bertanya sendiri kepada Bram,tujuannya menipu keluarganya.


Setelah sampai di kediaman Bram,Marta langsung menekan bel berulang-ulang berharap secepatnya mereka membuka rumah.


"Lama sekali sih membuka pintu? Ada tuan mu di rumah?"

__ADS_1


"Ada nyonya silahkan masuk!!" Ucap pelayan dengan ramah.Supir menunggu Marta di luar karena dia bukan orang yang berkepentingan di sana.Marta mengikuti langkah kaki pelayan,karena dia tidak terlalu paham dengan rumah besannya,karena ini yang kedua kakinya dia datang ke rumah ini.


Pada saat dia sampai di ruang tamu keluarga besannya,dia cukup kaget melihat menantu penipu nya dan kedua orang tuanya yang sedang duduk di ruang tamu,wajah mereka terlihat tegang saat melihat kehadirannya.


"Ma_mama..Ada apa mama kesini?"


"Nyonya Anderson apa yang membuatmu sampai datang susah-susah ke rumah ini?" Tanya Bram tidak kalah kagetnya dengan istri dan anaknya.


"Kenapa wajah kalian terlihat begitu tegang apa kalian sedang menyimpan sebuah rahasia atau...Kalian merencanakan sesuatu yang paling jahat kepada keluargaku?" Tanya Marta.Mereka bertiga terlihat sangat kaget mendengar pertanyaan Marta.


"Mhh_apa maksud ucapan mu itu jeng? Jangan bicara seperti itu,kesannya keluargaku seperti menipu keluarga besar mu."Ucap Rini tanpa punya malu sedikit pun di hadapan Marta.


"Cih....Hebat...Hebat,keluarga kalian memang sangat hebat,aku salut dengan kelihaian keluarga kalian,bahkan kalian sanggup menipu keluarga Anderson...Apa aku harus menjelaskan segalanya disini atau kalian mengakuinya sendiri di hadapanku."


"Aku sudah bertemu dengan Rebecca istri asli anakku!! dasar keluarga kalian memang penipu,sanggup kalian menipu keluarga kami, aku sudah tau segalanya dan Rebecca sudah cerita semuanya kalian tidak akan bisa mengelak dari ku lagi.Jadi sekarang aku minta kalian minta maaf kepada keluargaku,dan kepada semua orang,dan kamu jangan pernah mengharapkan anakku lagi,mulai hari ini kamu bukan lagi menantuku pantas saja anakku menyebut mu ******." Ucap Marta dengan wajah penuh kemarahan,sementara itu Bram beranjak pergi meninggalkan mereka bertiga,tidak ada yang tau dia akan pergi kemana.


"Ma...Aku tidak mau cerai dari Carles ma..Aku mohon ampuni aku ma..Aku mencintainya." Ucap Eva dia datang bersujud di kaki Marta dan minta maaf tapi saat itu Marta sudah sangat emosi kepadanya.


"Pergi dari hadapanku,kamu wanita penipu..." Marta mendorong tubuh Eva dari kakinya hingga dia terdorong ke belakang dan saat itu Bram datang dari belakang Marta lalu


" Bug......" Dia memukul kepala Marta dengan sangat keras,Marta menjerit sebelum akhirnya dia jatuh pingsan di sopa dengan,Eva dan mamanya terlihat biasa saja saat suaminya berusaha membunuh besannya sendiri.

__ADS_1


"Siapa pun yang berniat menghalangi rencana kita singkirkan segera,aku tidak akan membiarkan siapa pun menghalangi rencana ku." Ucap Bram.Rini dan Bram menarik tubuh Marta lalu membawanya ke gudang dan menyekapnya disana,mereka tidak ada belas kasihan sedikit pun kepada Marta belum sadar sama sekali.Sebelumnya Bram sudah menyuruh seluruh pelayan untuk keluar dari dalam rumah,dan para pelayan pergi dengan senang hati tampa memiliki rasa curiga sedikit pun kepada mereka.


Cecep menunggu Marta sudah hampir satu jam di luar,dia sudah sangat bosan berada di mobil,dia tidak ada kecurigaan apa pun karena dia tau Marta dan keluarga itu adalah besan.


"Lama sekali nyonya,lebih baik aku melihatnya dulu di rumah,aku sudah sangat bosan,apa hubungan mereka sebaik itu hingga seorang nyonya Marta betah di dalam sana?" Ucap Cecep akhirnya dia mendekati pintu lalu membunyikan Bella.Hampir sepuluh menit dia menunggu baru ada orang yang membuka pintu.


"Maaf tuan,nyonya Marta masih lama ya? tuan besar terus menghubungi ku,karena kami akan menghadiri pesta kliennya?"


"Hmm...Aku tidak tau,lebih baik kamu masuk kedalam saja dan panggilkan,dia masih berbincang dengan istriku." Bram sengaja berjalan di belakang Cecep,dia terpaksa menyingkirkan supir itu juga karena dia takut semuanya akan ketahuan.


" Bug.....


"Aaaahhhn,apa...yang kalian lakukan kepadaku,dimana nyonya Marta??" Cecep masih bisa bertahan,dan dia masih sanggup untuk bangkit saat dia terjatuh barusan karena pukulan Bram,dia berusaha melawan bram pada saat itu.


"Maafkan aku,ini terpaksa aku lakukan karena nyonya Marta sudah mengetahui semua rencana ku."


"Bug....bug....bug..." Bram menghantam kepala Cecep dengan balok kayu sampai beberapa kali hingga dia benar-benar tidak sadarkan diri.Setelah itu dia menyeret tubuh Cecep dan Marta ke dalam gudang lalu mengikatnya di sana.


"Papa apa tidak lebih baik kita membuang mereka,entah kemana dari pada disini?"


"Tidak....Tidak nanti takutnya ada yang menolong mereka kembali,aku tidak mau hal itu terjadi biarkan mereka disini sampai mereka mati kelaparan." Ucap Bram,dia mengikat keduanya ke kursi besi.

__ADS_1


*** Bersambung***


__ADS_2