Cinta Tulus Si Gadis Desa

Cinta Tulus Si Gadis Desa
bab 25 ~ Aku takut ~


__ADS_3

Rebecca hannya menggelengkan kepalanya saat suaminya menawarkan berbagai makanan kepadanya.Setelah mendengar kabar kepulangan Eva ke Indonesia hati Rebecca selalu gelisah makan pun dia tidak selera sama sekali.


"Sayang aku tidak ingin makan apa pun,saat ini aku hannya ingin sendiri dan tidak ingin di ganggu maafkan aku sayang." Ucap Rebecca,lalu dia beranjak dari tempat duduknya lalu naik menaiki anak tangga.Carles hannya menghela napas panjang,dia tidak tau apa yang terjadi sehingga istrinya terlihat tidak semangat dan wajahnya selalu murung.


Carles mengikuti langkah istrinya dia ingin menjadi suami yang peduli walaupun dia tidak tau apa yang terjadi kepada istrinya.


"Sayang,kamu jangan murung seperti ini dong aku merasa tidak tenang kalau kamu terus menerus murung seperti ini." Ucap carles,dia mengelus rambut Rebecca dengan lembut.Baru saja mereka sampai di dalam kamar,tiba-tiba pintu kamar sudah di ketuk seseorang,Carles sangat kesal karena waktu bersama istrinya terganggu.


"Ada apa sih bibi?" Tanya Carles dengan wajah tidak senang,dan tentu saja pelayan itu merasa bersalah.


"Maaf tuan,sudah menganggu istrahat nya,kedua orang tua nyonya ingin bertemu dengan nyonya mereka baru sampai?"


"A_apa kedua orang tuaku datang ke rumah ini?" Wajah Rebecca langsung pucat pasi,dan saat itu Carles merasa ada yang aneh dengan istrinya ini.


"Iya nyonya mereka menunggu nyonya di bawah." Ucap pelayan,setelah itu dia meninggalkan kedua pasangan suami istri itu di dalam.


"Ada apa sih dengan mu sayang,apa kamu menutupi sesuatu dariku,dari tadi aku perhatikan sikapmu sangat aneh,bahkan kamu selalu terlihat murung,apa kamu menutupi sesuatu dari ku?"


"N_nga kok sayang,aku tidak menutupi apa pun dari mu,lebih baik kita pergi menemui kedua orang tuaku,rasanya aneh saja mereka datang menemui ku malam-malam begini." Jawab Rebecca,dia berusaha santai agar suaminya tidak curiga kepadanya.

__ADS_1


Carles menggenggam tangan istrinya lalu mereka menuruni tangga dan saat itu Rini dan suaminya sudah melihat mereka,terlihat jelas tatapan tidak suka di wajah Rini,tetapi Rebecca berusaha untuk mengabaikan wanita licik itu.


"Ada keperluan apa,papa sama mama hingga mengunjungi kami malam-malam begini?"Ucap Carles setelah menyalami kedua mertuanya dia langsung duduk di samping istrinya sementara Rebecca tidak mengucapkan sepatah kata pun dia selalu berusaha mengalihkan tatapannya karena dia tidak ingin Rini mengundangnya berbicara.


Rebecca sudah tau tujuan kedua orang tuanya menemui mereka malam ini,dia sudah yakin kalau keluarganya akan membawanya malam ini,tapi dia sudah bertekad untuk tidak mau ikut dengan mereka,saat ini dengan posisi dia sedang hamil tidak mungkin dia meninggalkan suaminya karena,bagaimana pun juga di rahimnya sudah ada pewaris keluarga Anderson.


"Maaf nak,kebetulan saja kami tiba-tiba merindukan anak kami,rencananya malam ini kami ingin membawanya pulang besok pagi-pagi kami akan kembali membawanya ke rumah ini,mamanya sangat rindu tidur di sampingnya malam ini." Ucap Bram,dia sedikit gusar,takut jika menantinya itu tidak mengijinkan Rebecca pulang bersama mereka.


"Maaf ya paa,maa,bukannya aku melarang istriku ikut bersama kalian,tapi untuk saat ini aku tidak bisa mengabulkan permintaan kalian,karena untuk saat ini istri ku sedang hamil muda jadi kata dokter janin istriku agak lemah jadi dia tidak bisa ada beban pikiran atau apa itu,takutnya mama marah kepdanya seperti kemarin-kemarin." Ucap Carles menyindir Rini.


"Apa hamil,Rebecca hamil?" Bram dan istrinya saling menatap,mereka tidak percaya dengan ucapan Carles karena sebelumnya Carles sudah membohongi mereka.


"Papa,mama apa wajahku terlihat seperti bercanda,istri ku memang sedang hamil,bibi ini sudah malam buatkan susu untuk nyonya?" Ucap Carles untuk lebih menyakinkan kedua mertuanya yang sangat menjijikkan itu.


Rebecca sedikit pun tidak berani menatap kedua orang tua itu,apa pun yang terjadi dia sudah berjanji dalam hati untuk bertahan di sisi suaminya,karena tidak mungkin dia pergi meninggalkan Carles dengan keadaanya yang sekarang,walaupun pada akhirnya nanti akan banyak masalah yang menghampirinya.


"Baiklah kalau begitu nak Carles kami pulang dulu besok aku akan kembali datang kesini,kami juga ikut bahagia melihat anak kami eva sudah hamil itu artinya kami akan menjadi nenek juga." Ucap Bram basa basi walau hatinya sangat tidak senang mendengar kabar menjijikkan itu.


Setelah mereka masuk kedalam mobil,mereka langsung meninggalkan rumah mewah milik keluarga Anderson.

__ADS_1


"Dasar Bajingan papa lihat tidak wajah wanita itu, dia sepertinya menghindar untuk menatap kita,sepertinya dia ingin bermain-main dengan kita bagaimana ini papa,aku sudah tidak sabar untuk mengantikan eva dengan wanita itu,dia bisa mengambil posisi eva jika kita lambat menyelesaikan ini papa." Ucap Rini,penuh khawatir,dia berusaha memirkan ide untuk membawa Rebecca dari gedung mewah itu.


Sesampainya mereka di rumah,Eva langsung menuruni tangga menyusul orang tuanya,mereka tidak perlu lagi menjaga sikap di hadapan seluruh pelayan atau penjaga rumah karena semua pelayan yang ada di rumah itu sudah di gantikan oleh Rini.


"Bagaimana ma? dimana wanita itu,kenapa kalian tidak membawanya kesini?"


"Aahh...Mama papa,gagal membawanya karena Carles tidak memberikan karena saat ini wanita itu sedang hamil anaknya,papa mama juga_


"Apa,hamil,kenapa sampai dia hamil ma..bukan kah mama sudah mengajarinya agar dia tidak hamil mama papa apa-apaan sih!!" Eva langsung memotong ucapan ibunya,tampa mendengar penjelasan ibunya,dia terlihat begitu marah,wajahnya sampai merah padam menahan emosi.


"Mama papa juga bingung mama sebelumya Sudan mengajarinya tapi sepertinya dia juga menginginkan posisi mu itu." Jawab Rini membuat Eva semakin emosi.


"Dasar biadap aku tidak akan mengampuni wanita itu,sebelumnya aku juga sudah katakan aku tidak mau kalau sampai jatuh cinta kepada suamiku,kenapa sekarang dia membiarkan dirinya sampai hamil dasar perempuan murahan." Eva terlihat emosi dan mulutnya mengeluarkan sumpah serapah,dia meninggalkan kedua orang tuanya diruang tamu,


"Eva kamu mau kemana,sabar nak,mama akan menyelesaikan ini semua,kamu jangan emosi seperti itu."


"Sudahlah mama papa hanya banyak omong,ngurusin wanita kampungan seperti itu saja mama papa tidak mampu aku kecewa dengan kalian semua bagaimana kalau wanita itu tidak melepaskan suamiku ma." Ucap Eva yang sudah berjalan menaiki tangga.


*** bersambung***

__ADS_1


__ADS_2