
Carles kaget dengan pesan-pesan yang masuk ke ponselnya dia segera menghubungi nomor baru itu.Sudah beberapa kali menghubungi nomor baru itu sayang pemilik nomor tidak menjawab sama sekali.
[ Tolong kirim Poto mu jika kamu ingin berbicara kepadaku ]
Sebuah pesan baru kembali masuk,Carles segera membuka ponselnya,dia mengerutkan keningnya saat dia membaca pesan baru itu,akhirnya dia mengabaikan pesan itu karena menurutnya,orang gila yang sudah mengirim pesan itu.
"Dasar gila...Sialan mungkin ini karena aku membuat nomor di brosur itu hingga ada orang iseng yang mengerjai aku."
Sementara itu di rumah kontrakan Rebecca dan Mona sedang mengobrol sebelum tidur.
"Kaka beli ponsel baru?"
"Iya aku beli yang murahan aku sering bosan di rumah sendirian,lagian aku sangat merindukan suamiku,aku mencoba menghubungi nomor yang ada di brosur ini,tapi aku takut itu adalah orang yang sudah membuang ku kemarin,mungkin mereka masih mencari ku."Ucap Rebecca,dia menghela napas berat saat si pemilik nomor tidak mengirimkan poto yang dia minta.
Rebecca menunggu sampai tengah malam,dia berharap pemilik nomor itu mengirimkan poto nya,tapi sayang sampai malam semakin larut dia belum juga mendapat hingga akhirnya dia menagis sendirian di tengah malam.
"Sayang...Apa kamu sudah bahagia dengan istrimu,apa kamu melupakan aku dan calon anakmu,datang lah sayang ke mimpiku walau cuma sebentar,ingin sekali aku datang menemui mu tapi rasa takutku jauh lebih besar di banding rasa rindu ku,karena ada calon bayi kita yang harus ku lindungi." Rebecca terisak sampai tengah malam,dia berusaha memendam suaranya karena dia takut Mona terbangun dari tidurnya.
Carles sangat gelisah dalam tidurnya entah kenapa wajah Rebecca terus hadir di pikirannya.Karena sangat kepanasan dan pikirannya gelisah akhirnya dia keluar dari dalam kamar,dia pergi ke teras rumah lalu menghirup udara tengah malam yang sangat menusuk pori-pori kulitnya.
"Sayang,apa kamu mengingatku malam ini? Apa kamu merindukan aku,seperti aku yang merindukan kamu,apa kamu menjaga anak kita dengan baik." Ucap Carles.Karena tubuhnya sudah mulai kedinginan akhirnya Carles kemabli masuk kedalam kamar dan tidur lalu kembali tidur.
Keesokan harinya pelayanan kembali membangunkan Carles,kedua orang tua dan istrinya sudah menunggunya di meja makan.
__ADS_1
"Bibi suruh mereka sarapan duluan,aku belum lapar." Ucap Carles kepada pelayan yang selalu datang Setiap pagi membangunkannya,karena menunggu terlalu lama akhirnya Anderson naik keatas,dia sudah mulai muak dengan sikap Carles yang menurutnya terlalu kekanak-kanakan.
"Carles....Kamu bangun sekarang atau papa akan marah kepadamu,papa sudah mulai muak dengan sikap ku,sejak kapan kamu menjadi orang tidak ada etika seperti ini!!" Carles sangat kaget saat mendengar suara papanya dari balik pintu kamarnya.Dia langsung bergegas bangun lalu beranjak menuju kamar mandi.
Anderson kembali turun kebawah,dia yakin sebentar lagi Carles akan ikut sarapan bersama mereka semua,di sangat jarang marah kepada carles karena dari dulu Carles selalu mendengar apa pun yang dia katakan.
"Mana dia pa,?"
"Tunggu saja sebentar lagi dia pasti akan turun." Jawab Anderson,benar saja tidak sampai menunggu satu jam Carles sudah duduk bersama mereka.
"Duduk lah di samping istrimu!! kamu tidak tau aturan keluarga kita?"
"Papa...berapa kali aku katakan dia bukan istriku,dia bukan Rebecca,dia Eva,jangan membuatku gila papa,suatu saat aku akan membawa Rebecca ke hadapan kalian!"
Marta dan Eva juga tidak kalah kaget dengan semua orang yang ada di rumah itu,Caries hannya bisa diam,dia merasa malu di perlakukan seperti itu di hadapan wanita yang sangat di bencinya.
"Papa memperlakukan aku sedemikian hina,hannya karena wanita murahan ini,papa lebih percaya dia dari pada anak papa sendiri,baiklah papa,mama jaga diri kalian baik-baik aku akan pergi dari rumah ini." Ucap Carles dia segera pergi meninggalkan ruangan itu,yang membuat Anderson semakin emosi.
"Jika kamu berani melangkah keluar dari rumah ini,jangan salahkan papa akan menghapus mu dari daftar pewaris seluruh warisan papa." Ucap Anderson,saat carles hendak menaiki tangga.Carles terus menaiki anak tangga dan mengabaikan ucapan papanya,dia mengambil kunci mobilnya dia kembali turun kebawah dan saat itu Marta sudah menunggunya di bawah tangga.
"Sayang....Mama mohon jangan lakukan ini,mama lebih mati jika kamu pergi dari rumah ini,papa mama hannya ingin yang terbaik untukmu_
"Sayangnya dia bukan yang terbaik untukku,mama aku sudah bilang dia sudah menipu kita_
__ADS_1
"Iya mama percaya kamu,tapi tolong jangan pergi dari rumah ini."
"Maaf mam,aku tidak bisa memenuhi permintaan mama,aku tidak bisa lagi tinggal disini jaga diri mama baik-baik." Ucap Carles lalu beranjak pergi meninggalkan rumahnya.
Eva hannya bisa diam melihat keributan yang terjadi di rumah mertuanya,dia sangat membenci Carles yang terlalu berlebihan,
"Pa..Ma...Aku minta maaf,lebih baik papa mama menuruti keinginannya untuk menceraikan aku."
"Sudahlah,papa akan berangkat ke kantor aku dengar sudah satu minggu ini dia tidak masuk kantor,dan Leon asistennya juga katanya baru saja mengalami kecelakan,aku tidak tau kenapa akhir-akhir ini begitu banyak terjadi kecekaan di keluarga ini." Ucap Anderson dia juga pergi keperusahan meninggalkan rumahnya.
Carles semakin murka melihat keberadan Eva di rumahnya,dia merasa kehadiran wanita itu di rumahnya sudah membawa banyak masalah,bahkan hidupnya juga di penuhi dengan masalah.
Setelah memastikan kedua mertuanya meninggalkan rumah,Eva juga bersiap-siap ingin ingin menemui orang tuanya dia ingin melaporkan semua yang terjadi di rumah itu kepada orang tuanya.
"Pasti papa mama akan sangat bahagia mendengar kabar baik ini,tunggu jika carles di hapus menjadi pewaris terus seluruh hartanya diberikan kepada siapa,aahh lebih baik aku menemui mereka aku ingin tau rencana apa lagi yang sudah di susun mereka." Ucap Eva,dia pulang kerumahnya selalu membawa mobil yang berbeda.
"Mama.....Aku pulang,kangen banget... sama mama." Ucap Eva dia memeluk tubuh mamanya.
"Katakan kepada mama,kamu membawa kabar baik apa hari ini?"
" Tunggu dong ma...Aku duduk dulu,aku sangat lelah hari ini,soalnya terjadi keributan besar di rumah mertuaku."
**** bersambung***
__ADS_1