
Carles sangat kesal kepada anak buahnya yang ada di Bali,karena ini sudah yang ketiga kalinya hotel yang di baru di bangun harus berhenti pembagunannya karena masyarakat yang terus demo ke area proyek.Carles sangat bingung karena setau dia semua masalah tanah sudah beres pembayarannya,dia menyerahkan sejumlah uang kepada kepala proyek untuk di serahkan kepada masyarakat yang tanahnya di jual kepada mereka.
Carles dengan terpaksa harus berangkat malam ini karena Leon sedang berada di Singapura menghadiri acara peluncuran prodak baru dari perusahan cabang miliknya.
"Entah siapa yang salah,padahal akhir-akhir ini aku sedikit khawatir meninggalkan istriku di rumah.Aku tau sudah banyak yang menjaganya tapi aku lebih tenang jika aku selalu ada di sisinya." Ucap Carles,dia memijat kepalanya yang begitu frustasi.
Carles melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya,ini masih terlalu siang akhirnya dia memutuskan kembali pulang kerumahnya,untuk menemui istrinya,sekalian memberi tahu kalau hari ini dia akan berangkat ke Bali.
"Sayang...Kamu sudah pulang?" Tanya Rebecca,dia langsung beranjak dari tempat duduknya lalu menghampiri suaminya kebetulan dia sedang bermain ponsel,menonton aplikasi merah di ponselnya,mempelajari tentang kehamilan.
"Sudah sayang,terpaksa aku pulang cepat karena nanti sore aku berangkat ke Bali,ada masalah di sana,kamu tidak papa disini sendirian sayang?" Tanya Carles,dia selau khawatir meninggalkan istrinya sendirian.
"Tidak papa,kan ada yang jaga aku disini sayang,ada nenek,ada Mona,dan penjaga rumah yang begitu hebat,terus apa yang perlu aku khawatirkan." Ucap Rebecca menyakinkan Carles,walaupun dia sebenarnya ada sedikit rasa takut dia berusaha untuk tidak terlihat takut.
"Makasih ya sayang karena kamu sudah pengertian kepada suami mu yang sibuk ini,kamu harus menjaga anak kita,nanti kalau dia sudah lahir,dia sudah bisa menemanimu." Ucap Carles dia mengelus perut istrinya yang sudah mulai membesar.
Pada saat itu,Mona dan nenek Marni baru saja kembali dari berkebun,mereka menanam cabe di kebun belakang,nenek Marni memanfaatkan sisa tanah yang ada di belakang rumah,dia menanam cabai dan juga kacang serta beberapa macam sayuran.
"Loh...Tumben Abang pulang cepat?Tanya Mona dia dan Nenek Marni menghampiri Rebecca dan juga Carles yang duduk di ruang tamu.
"Iya...Hari ini aku akan berangkat ke Bali,kalian jaga istriku ya,dan kalau bisa malam ini kalian bertiga tidur sama di kamar."
__ADS_1
"Siap bang,kami akan melakukanya dengan ikhlas,jangan lupa bawa oleh-oleh buat kami." Ucap Mona,bercanda Carles mengangguk setuju.
Carles berangkat ke bandara,dia di antar oleh supir,sebelum berangkat dia menyuruh bonar untuk memanggil tiga orang lagi untuk menjaga rumah karena dia selalu gelisah dan perasaanya tidak enak.
Sementara Rebecca selalu terlihat baik-baik saja,dia menepis rasa gelisah di hatinya,dia yakin semua akan baik-baik saja.
****
Sementara itu di lain tempat Bram dan ketiga anak buahnya sedang terlihat duduk di sebuah cafe,
"Ingat malam ini kalian harus berhasil membawa wanita biadap itu ke hadapanku,karena dia sudah membuat putriku menagis dan terhina di hadapan suaminya sendiri,jangan sampai kalian gagal lagi."Ucap Bram, malam ini dia kembali ke kantornya,dia terus mencari tau jadwal Carles selama seminggu ini dan hari ini adakah kesempatan untuknya saat Carles pergi ke Bali.
Malam itu juga ketiga pria suruhan Bram langsung berangkat ke TKP,mereka sudah memantau dari kejauhan
"Diam kamu brengsek,bodoh sekali kamu,ucapan mu selalu membuatku emosi,malam ini kamu duluan yang pergi menghadapi mereka."
"Jangan bos...Kita sama-sama saja, mana mungkin aku mampu melawan mereka berempat,lagian kita tidak tau mungkin saja mereka semakin banyak,kemarin mereka cuma ada tiga orang sekarang malah tambah satu orang,jadi kemungkinan di dalam juga ada penjaga."
" bug.... Susah memang berurusan dengan orang idiot seperti mu." Ucap Tarjo pria yang mereka panggil dengan sebutan bos.
"Bos lagi-lagi mobil yang kemarin itu mengintai rumah ini,apa mungkin mereka tau tuan Carles sedang tidak ada di rumah." Ucap salah satu dari mereka.
__ADS_1
Bonar melangkah mendekati mobil yang sangat mencurigai itu,dia tidak ingin sedikit pun mereka lalai dalam tugas,saat dia semakin dekat ke arah mobil,tiba-tiba saja mobil itu berjalan kearahnya dengan kecepatan yang tinggi.Bonar dengan cerita menghindari mobil yang hampir dengan sengaja menabraknya.
Mobil itu langsung menuju gerbang,Tarjo dan kedua temannya langsung keluar dari dalam mobil,lalu mereka dengan cepat melayangkan pukulan kepada masing-masing orang,tapi dengan cepat anak bonar langsung memukul dan menendang ketiganya.
" Bug....bug...bug...." Perkelahian tidak bisa di hindari bahkan tiga orang yang berjaga di rumah datang membantu bonar dan anak buahnya.Ketiga anak buah Bram langsung babak belur,saat semua orang tengah lengah memperhatikan mereka,Tarjo dan anak buahnya langsung masuk ke dalam mobil lalu lari meninggalkan rumah mewah milik Carles.
"Sial kenapa sampai mereka bisa kabur,besok pasti tuan Carles akan marah besar kepada kita." Ucap Bonar,belum sempat dia menanyakan tujuan ketiga pria itu mereka sudah kabur dengan cepat.
*****
Tarjo dan anak buahnya pergi ke rumah Bram,di sana Bram dan istrinya sedang menunggu kehadiran mereka,
"Tu_tuan maafkan kami,kami gagal membawa wanita itu kehadapan tuan malam ini,ternyata di rumah mereka penjaga semakin banyak bahkan mereka semua adalah anggota bela diri kalah kami yang tidak punya senjata apa pun." Ucap Tarjo dengan gemetaran.Bram langsung bangkit dari tempat duduknya
"Plak....plak...plak...Dasar bodoh,tolol tidak berguna,bisa-bisanya kalian selalu gagal menjalankan misi,kalian benar-benar tidak berguna padahal aku sudah membayar mahal kalian." Ucap Bram dia sangat marah,hingga dia melayangkan pukulan ke wajah anak buahnya masing-masing.
"Papa...Aku tidak menyangka semuanya begitu sulit,kita sudah menghabiskan banyak uang untuk menyingkirkan wanita itu,tapi sepertinya dia memiliki nasib yang bagus,bahkan sampai hari ini aku tidak bisa menemukan neneknya itu,sepertinya kita harus menyingkirkan dia lebih dahulu baru bisa menjalankan rencana kita dengan baik,singkirkan semua orang yang tidak berada di pihak kita." Ucap Rini dengan wajah bengis.
Tarjo dan kedua temannya terlihat menyeka darah yang ada di sudut bibirnya,mereka sangat kesakitan malam ini padahal mereka tidak mendapat apa pun dari Bram.
"Kalian pulang sekarang,jangan mengharapkan gaji dariku misi kalian gagal,aku akan memanggil kalian jika aku butuh." Ucap Bram dengan wajah datar.
__ADS_1
*** Bersambung***