
Keesokan paginya,Anderson bersiap-siap berangkat ke alamat rumah Carles,setelah dia mendapatkan alamat Carles dari supirnya dia langsung berniat menemui wanita yang dimaksud oleh Eva.
"Pa...Papa mau kemana pagi-pagi sudah sangat rapi begini,papa ada pertemuan?" Tanya Marta,dia mengambil kursi lalu duduk di hadapan suaminya yang ingin sarapan pagi juga.
"Tidak....Aku ingin pergi kerumah Carles,aku ingin melihat wanita itu,sehebat apa dia hingga berani masuk ke keluarga kita bahkan ingin memanfaatkan keadaan Carles yang belum bisa menerima kenyataan kalau bayi mereka sudah tidak tidak ada."
"Aku ikut papa,aku juga penasaran,bagaimana bisa ada wanita yang mirip dengan menantu kita,pernah sih aku dengar mitos katanya di dunia ini kita memiliki kembaran,dan aku tidak nyangka kalau mitos itu benar adanya,kita buktikan saja nanti."Ucap Marta,nadanya sedikit menekan entah dari kapan sikap Marta sedikit berubah kepada Eva,dan Eva yang mendengar itu tidak bisa berkata-kata dia hannya berharap segala rencananya sesuai dengan apa yang ada di pikirannya.
"Ya sudah,kalau kamu ikut pergilah ganti pakaian,kamu tidak ikut Eva!" Eva sangat kaget mendengar pertanyaan papa mertuanya,lamunannya seketika buyar saat papa mertuanya melemparkan pertanyaan kepadanya.
"Baik papa,aku ganti pakaian dulu." Jawab Eva,dia juga ingin melihat sehebat apa seorang wanita kampung mampu menghadapi keluarga Anderson,dia tidak tau dia berhadapan dengan siapa.
Setelah selesai bersiap-siap, mereka masuk ke dalam mobil,yang disupiri oleh supir kepercayaan keluarga Anderson mereka tidak banyak berbicara,sampai akhirnya mereka sampai di depan rumah Carles.
Mereka bertiga keluar dari dalam mobil,dan cukup kaget saat melihat empat pria yang memakai setelan jas sudah berdiri tegap di depan rumah,mereka menghentikan Anderson saat ingin menerobos masuk kedalam rumah.
"Maaf tuan anda tidak mendapat ijin untuk masuk kedalam rumah ini,mohon maaf silahkan tinggalkan tempat ini." Ucap Bonar dengan wajah datar dan tampa ekspresi sedikit pun.
"Berani sekali tangan kotor mu ini menghalangiku untuk masuk ke rumah anakku sendiri,minggir!! kamu tidak tau siapa aku?" Ucap Anderson dengan wajah yang penuh emosi,
__ADS_1
"Kami tidak peduli siapa anda,kami hannya mengikuti perintah tuan carles,untuk tidak mengijinkan siapa pun masuk kedalam rumah ini." Anderson langsung melayangkan tamparan di wajah Bonar,dan untungnya bonar dengan sigap menahan tangan Anderson hingga pria itu semakin emosi.
"Silahkan pergi dari tempat ini,atau aku melaporkan anda,ini semua perintah tuan saya,jadi sekarang kalian semua pergi dari tempat ini." Ucap Bonar.Anderson dengan emosi mengambil ponselnya dari dalam celananya,lalu dia menghubungi Carles,dan sayangnya pria itu tidak merespon panggilannya.
"Aku tandai wajah kalian bertiga,ma..Kita ke kantor Carles sekarang juga berani sekali dia memberi perintah seperti itu kepada para anjing penjaga itu." Ucap Anderson,wajahnya sudah sangat emosi,bahkan dia membanting pintu mobil saat mereka sudah masuk kedalam mobil mewahnya.
Anderson Marta dan Eva sampai di gedung perusahannya miliknya,mereka mengabaikan sapaan para security,dan mereka langsung masuk tidak peduli dengan tatapan semua pegawai yang melihat mereka.
Anderson mendorong pintu dengan kasar lalu masuk kedalam ruangan Carles,dan pada saat itu Carles sedang membahas proyek dengan asistennya leon.
"Apa maksud mu melarang orang tua mu datang berkunjung ke rumah mu,kamu mau membantah kepada orang tuamu,apa kamu sudah siap kehilangan semua kemewahan ini?" Carles terlihat santai,dia beranjak dari tempat duduknya lalu duduk di sopa,
"Duduk dulu papa...jangan emosi,papa ingin kopi aku akan menyuruh mereka mengantar kopi untuk kalian."
" Menipuku...What??? Papa berhenti menuduh istrimu penipu,yang penipu itu adalah orang yang ada di samping mu,jangan menuduh sembarangan,atau aku akan benar-benar marah,papa bilang aku siap kehilangan,perubahan ini milikku papa,aku yang mengembankan ini hingga bisa berdiri kokoh seperti sekarang ini."
Wajah Eva sudah berubah pucat pasi,dan jantungnya berdebar sangat hebat karena,dia sangat ketakutan jika sampai kedua mertuanya mempercayai ucapan Carles.
"Jangan bicara seperti itu,kamu menuduhku menipu kali_
__ADS_1
"Berhenti bersandiwara di depan ku ******,aku bisa merobek mulut mu jika kamu masih menyela pembicaraan ku,lebih baik kamu jujur sekarang dari pada kamu terus menerus membohongi kedua orang tuaku." Ucap Carles.Eva menyeka keringat yang membasahi dahinya,dia tidak menyangka keadaan semakin sulit.
"Diam...Dasar anak tidak tau diri,kamu berani membantah ucapan orang tua mu,bahkan kamu melarang orang tua mu untuk masuk kerumah mu,hebat sekali wanita itu mencuci otak mu,apa dengan dia pikir aku dengan mudah menerima kehadirannya di keluarga kita?"
"Jangan sekali-sekali merendahkan istriku,karena dia bukan seperti yang kalian pikir,aku yakin suatu saat kamu akan menyesal karena sudah percaya dengan si ****** ini." Ucap Carles.Telinga Eva semakin panas saat Carles menyebutnya dengan sebutan ******.
Anderson keluar dari ruangan Carles karena hatinya semakin emosi,dia bahkan tidak bisa mengontrol emosinya saat ini,dia keluar dari perusahan dengan amarah yang tidak bisa di ungkapkan.
Setelah sampai di rumah Eva,langsung masuk kedalam kamarnya,lalu dia mengunci kamarnya dengan rapat-rapat,setelah itu dia membuka ponselnya dan mengirim rekaman pembicaraan Carles dan mertuanya sewaktu di perusahan.
*****
"Dasar bajingan berani sekali bocah tengil itu menyebut putriku dengan sebutan ******,hannya Karena wanita kampung itu masih hidup,branggggg...." Anderson melempar pot bunga yang ada di mejanya ke dinding hingga hancur berantakan.
"Sabar pa...Mama juga tidak terima putriku di sebut dengan kata ******,ini semua karena ketiga anak buah mu yang tidak berguna ini,bagaimana bisa untuk melenyapkan wanita seperti itu mereka tidak mampu." Sungut Rini,dia menatap sinis ke arah ketiga anak buah suaminya.
"Maafkan kamu nyonya,tuan,kami tidak tau wanita itu bisa selamat setelah kami membuangnya di tebing yang sangat tinggi,tuan bisa melihat video ini,aku yakin seseorang sudah menyelamatkannya." Jawab salah seorang dari mereka.
"Tidak perlu menyesal,mungkin wanita itu masih di lindungi saat itu,sekarang aku ingin kalian bertiga mencuri Rebecca lalu membawanya kepadaku hidup atau mati,jika kalian berhasil aku akan membelikan kalian mobil,agar kalian punya mobil sendiri." Ucap Bram dengan tatapan sinis.
__ADS_1
Bram tidak terima dengan kata-kata penghinaan dari Carles kepada putrinya,apalagi saat dia menyebutnya putrinya ****** dan penipu.
*** Bersambung**