Cinta Tulus Si Gadis Desa

Cinta Tulus Si Gadis Desa
Bab 44 ~ Curiga ~


__ADS_3

Carles sampai di rumah dengan keadaan sehat,pria yang mengikutinya berhenti jauh dari rumahnya,mereka memantau keadaan rumah Carles dari kejauhan.


"Tuan di depan rumahnya begitu banyak penjaga,aneh..Mungkin kah pria kaya itu sudah mulai curiga dengan kita?Kenapa rumahnya di jaga begitu ketat."


"Plak...Kamu bisa diam tidak,napas mu sangat bauk menjauh dariku,dasar bocah tengil,kamu membuat mood ku buruk saja." Ucap seorang pria yang di panggil bos oleh kedua anak buahnya.Pria yang mendapat pukulan di kepalanya langsung terdiam,dia mengusap kepalanya karena merasa sakit akibat pukulan bosnya.


Sementara penjaga rumah Carles,mulai curiga dengan mobil yang terparkir jauh dari rumah tuan mereka,


"Hati-hati dengan mobil yang ada di depan sana,mobil itu sedikit mencurigakan,karena mobil itu berhenti saat tuan kita sampai di rumah ini,kita harus hati-hati." Bonar ketua penjaga rumah, langsung mengingatkan keempat orang anak buahnya.Mereka berlima adalah orang yang pandai bela diri,Carles sengaja membayar mahal orang seperti itu untuk menjaga rumahnya,bahkan dia mendapat mereka berlima dari sebuah yayasan khusus.


"Baik tuan." Ucap keempat anak buahnya dengan serempak,Bonar masuk kedalam rumah menemui Carles yang sedang duduk di ruang tamu bersama istrinya.


"Tuan..."


"Kita ke ruangan ku,kamu disini dulu sayang,aku ada urusannya dengannya." Ucap Carles,dia beranjak dari tempat duduknya lalu memasuki ruang kerjanya.


"Ada apa kamu ingin menemui ku?"


"Tuan sepertinya seseorang mengikuti mobil tuan tadi,mereka sedang memantau rumah ini dari kejauhan,tuan apa yang harus kami lakukan."


"Hancurkan mereka semua jika mereka berani melangkahkan kakinya memasuki area rumah ini,jangan kasih ampun mereka,aku ingin melihat sehebat apa Bram untuk menantang ku."Ucap Carles dengan senyum yang sangat menakutkan.


"Baik tuan,aku mohon pamit." Ucap Bonar,lalu dia pergi meninggalkan Carles di ruang kerjanya.


Sementara itu,Eva baru saja sampai di rumah orang mertuanya,dia sebenarnya sudah sangat malas bertemu kedua mertuanya karena mereka selalu menyudutkannya.


"Kamu sudah pulang?"

__ADS_1


"Sudah ma,maafkan aku ma,karen aku terlambat pulang,aku sedang sedih ma...hiks...hiks..hiks..Carles ma...Carles,dia sudah punya wanita lain ma... Bahkan dia sudah tinggal serumah dengan wanita itu,hu...hu...hu."


"Apa....Dari mana kamu tau berita ini,Jangan sembarang bicara,dan jangan sembarang menuduh."


"Benar..Pa....aku tidak berbohong,seorang wanita memanfaatkan keadaan pa..Wanita itu sangat mirip denganku,aku tidak tau kenapa dia bisa mirip denganku...wanita itu mengaku kalau dia adakah aku,bahkan wanita itu sudah hamil pa...hu...hu...hu...dan bodohnya Carles mempercayai ucapan wanita itu pa..." Eva pura-pura menangis untuk menyakinkan kedua mertuanya,dia terpaksa melakukan itu,karena dia tidak mau suatu saat semua kebohongannya akan terbongkar.


"Dasar anak kurang ajar,bisa-bisanya ada yang memanfaatkan keadaan keluarga kita ini,ini tidak bisa di biarkan,aku harus memberi perhitungan kepada pria itu apa kamu tau dimana wanita itu tinggal?" Tanya Anderson dengan wajah penuh kemarahan,dia sangat marah saat Eva dengan pandai membalikkan semua fakta.


"Kamu masuk kamar dan istirahatlah aku akan menyelesaikan semuanya." Ucap Anderson,sementara itu Marta hannya diam dengan semua ucapan Eva,yang menurutnya kurang masuk akal.


"Bagus,rekaman ini sungguh bagus sekarang tinggal aku kirim kepada kedua orang tuaku." Ucap Eva,ternyata semua pembicaraan mereka barisan sengaja dia rekam lalu dia kirim kepada orang tuanya.


Bram dan Rini sedang menikmati teh diruang tamu,Rini sedang melihat-lihat majalah fashion,matanya terbelalak saat melihat tas mewah keluaran terbaru merek Chanel,dia menelan ludah melihat harga tas baru itu.


"Pa...Belikan aku tas ini ya,bagus banget aku janji ini yang terakhir aku beli tas mahal."


drtttt....drtttt....


Rini mengambil ponselnya,Karena ada beberapa pesan masuk,saat dia membuka pesan suara itu dia cukup kaget mendengar obrolan mereka bertiga.


" Kenapa Eva harus berbohong seperti itu,ada apa?" Bram dan Rini saling menatap mereka bingung karena tiba-tiba Eva bersandiwara kepada kedua mertuanya.


"Tanyakan ma ada apa? Aku tidak mau gegabah,Eva biasanya selalu gegabah dalam segala hal jangan sampai rencana kita gagal hannya karena kebodohannya." Ucap Bram.Rini langsung mengirim pesan kepada Eva.


[ Apa yang terjadi sehingga kamu mengarang cerita seperti itu? ]


Rini menunggu pesan balasan dari Eva,dia sedikit khawatir,bahkan pikirannya sudah kemana-mana?

__ADS_1


[ Rebecca masih hidup,dan sekarang dia tinggal bersama Carles,semua rencana kita akan semakin berantakan karena wanita kampungan itu,suruhan papa itu tidak bisa di percaya.Besok kita bertemu ma!!"]


Bram dan Rini sangat kaget,saat mereka membaca pesan yang dikirim Eva,bahkan Bram terlihat panik,dia lalu menghubungi ketiga anak buahnya menyuruh mereka datang kerumahnya.


"Sialan bisa-bisanya,mereka menipuku setelah mereka mendapat banyak uang dariku." Sungut Bram,dia meneguk habis minumannya,sekarang pikirannya menjadi tidak tenang,dia takut semua kebohongannya akan terungkap,bukan cuma dia yang akan menderita,perushannya mungkin juga akan bangkrut.


****


Rebecca membantu pelayan untuk menyiapkan makan malam,mereka terlihat sangat bahagia.


"Sayang kamu duduk saja,biarkan pelayan yang melakukannya."


"Tidak papa nak,nenek yang menyuruhnya,seorang ibu hamil tidak bagus terus menerus duduk,sesekali dia harus beraktifitas agar bayinya tidak stres."


"Benarkah nenek seperti itu,besok aku akan mencari seseorang yang bisa mengajarimu olahraga khusus ibu hamil,ya sudah kamu duduk saja sayang pelayan merasa tidak nyaman,jika kamu terus bersama mereka.Mona apa semuanya sudah siap?"


"Sudah bang,kita makan." Ucap Mona,mereka menikmati makan malam dengan sangat khidmat.Kesehatan Mona semakin hari semakin membaik bahkan tubuhnya sudah mulai berisi mungkin karena setiap hari dia menikmati makanan yang bervitamin.


Setelah mereka selesai makan,mereka segera pergi keruang tamu,Carles menemani keluarga kecilnya untuk berbincang karena hannya malam dia bisa menemani istrinya bahkan perhatian kepada istrinya,karena siang hari dia sibuk dengan segala bisnisnya.


"Bang...Tidak bisakah aku bekerja dikantor Abang,jadi OB pun tidak masalah bang,aku sangat bosan di rumah terus menerus bang,tampa kegiatan."Ucap Mona,mereka bertiga langsung menoleh ke arah Mona,


"Kamu juga bekerja disini,kamu bisa menemani kakakmu,kalau kamu bekerja siapa yang menemaninya disini sudah kamu butuh berapa uang minta saja kepadaku." Carles dengan tegas menolak keinginan Mona.


"Baiklah bang,terima kasih karena sudah menganggap ku sebagai keluarga." Ucap Mona dengan perasaan yang sangat terharu.


*** Bersambung***

__ADS_1


__ADS_2