Cinta Tulus Si Gadis Desa

Cinta Tulus Si Gadis Desa
bab 41 ~ Tetangga sialan ~


__ADS_3

Carles dan Rebecca cukup tercengang melihat orang-orang yang sudah berkumpul di halaman rumahnya,pemilik kos juga ada disana wajahnya terlihat panik,mungkin mereka mengira Rebecca wanita yang tidak benar.Saat mendengar ucapan seorang wanita seketika Carles emosi.


"Jangan sembarangan kalau bicara,kalian bisa aku tuntut dengan tuduhan pencemaran nama baik!!"


"Alaahh...belagu kamu,tampang saja orang kaya,wajah tampan, tapi seleranya wanita seperti ini,dari awal warga disini sudah curiga kalau kedua perempuan ini tidak benar,makanya pak Danu kalau menerima anak-anak kos itu harus melihat orangnya jangan asal terima saja." Ucap seorang wanita,sepertinya dia di provokator di lingkungan itu makanya dia yang terlihat emosi dari tadi.Saat itu Mona juga sudah kembali dari kerjaanya,dia cukup kaget melihat orang-orang yang berkumpul di halaman mereka,


"Ada apa ini pak Danu,kenapa kalian berkumpul disini,apa ada sesuatu yang terjadi?" Tanya Mona,matanya langsung tertuju kepada Carles yang masih berdiri di depan pintunya.


"Kakak siapa pria ini,apa dia suami kakak?" Tanya Mona,Rebecca mengangguk,wajahnya terlihat ketakutan mungkin dia syok karena hampir di grebek para tetangganya.


"Lihat kalian semua dengar,pria ini suaminya jadi kalian bisa kembali jangan membuat keributan disini!!"


"Alah...Mana tau kita siapa itu,kita kan tidak melihat kalau mereka sudah menikah mungkin saja mereka mau me_


"Sepertinya anda mencari masalah dengan saya,kamu ingin berurusan dengan saya,kamu tidak tau siapa aku,detik ini juga semua lahan disini bisa ku beli,jangan suka berfikiran kotor kepada orang yang belum kamu kenal sebelum kamu tau siapa itu lawan mu." Ucap Carles dia berjalan mendekati wanita itu lalu menekan setiap ucapannya membuat wanita itu ketakutan dan gemetaran.


"Ma_maaf,aku tidak bermaksud untuk mencari masalah aku hannya tidak ingin tempat ini tercemar,maafkan aku." Ucap wanita itu dengan nada terbata-bata.


"Bagaimana pemilik kontarakan aku beli saja rumah mu ini,dengan harga tiga kali lipat lebih tinggi dari harga pasaran,aku sangat muak melihat manusia-manusia provokator seperti ini,kamu menjual rumah mu ini?"Sekaligus aku ingin membeli rumah wanita ini,agar provokator seperti dia bisa pergi dari tempat ini."

__ADS_1


"Sudahlah mas,ibu itu juga tidak sengaja,maaf ya bapak-bapak maafkan suami saya,dia hannya sedang emosi saja kalian bisa pergi." Ucap Rebecca,para tetangga yang ada di halaman langsung pergi dari rumah itu,mereka takut dengan wajah Carles yang sangat menakutkan.


"Maafkan kami ya nak,bukan maksud kami untuk membuat keributan,dan maaf untukmu nak,aku tidak menjual kontarakan ku ini berapa pun harganya, karena ini adalah harta peninggalan istriku,aku tidak mau menjualnya." Ucap pak Danu pemilik rumah kontrakan itu.


Carles akhirnya luluh saat pemilik kontarakan memberikan alasan,dia juga mengerti keadaan pria itu,mungkin karena dia sudah merasakan,bagaimana sakitnya di tinggal istri.


"Sayang,kamu ikut aku sekarang,aku tidak membiarkan kamu tinggal di rumah kumuh seperti ini,bagaimana bisa calon anakku tinggal di tempat kotor seperti ini,sekarang susun semua barang-barang mu dan ikut bersama ku."


"Aku tidak akan pergi jika Mona tidak ikut bersama ku." Ucap rebecca,sekali lagi Mona merasa hidupnya sangat bahagia,karena sikap Rebecca yang begitu peduli dan perhatian dengannya.


"Aku tidak ada bilang kalau dia tidak bisa ikut dengan kita,makasih ya kamu sudah menyelamatkan hidup istriku,sepertinya dia sangat menyukai mu,jadi kamu harus ikut dengan kami." Ucap Carles,Mona mengangguk setuju karena biar bagaimana pun Rebecca adalah keluarga satu-satunya baginya.


Mona sangat kagum melihat kemewahan rumah ini,dia belum pernah melihat rumah semewah ini di tambah perabotan yang sangat mendukung untuk rumah itu.Mona berjalan ke arah jendela,dari dalam dia melihat penampakan kolam renang yang sangat indah.


"Kakak,suami mu bekerja dimana,hingga memiliki rumah mewah seperti ini,dari awal aku sudah menduga kalau kakak bukan orang sembarangan.Saat Kakak menjual kalung berlian milik kakak aku sangat yakin kakak menyembunyikan sesuatu dari ku." Ucap Mona,dia kembali mengelilingi rumah,dan meninggalkan Rebecca yang sudah duduk di sopa.


"Sayang apa kamu suka dengan rumah ini?"


"Aku sangat suka mas,cuma aku khawatir jika suatu saat keluarga Bram menemukan aku,mas bisa nga aku minta tolong kepadamu,bawa nenek yang di rumah Leon kesini_"

__ADS_1


"Iya aku sudah tau kalau wanita tua itu nenekmu,sepertinya dia sangat merindukan kamu,dia menanyakan kamu kemarin saat aku mengantar Leon kesana."Leon enggan memberitahu kalau Leon juga mengalami kecelakaan sama sepertinya dia takut Rebecca semakin khawatir nantinya.


"Benarkan!!..Nenek maafkan aku!! aku melangkah terlalu jauh hingga nenek dan aku mengalami penderitaan seperti ini,padahal aku sudah berjanji kepadanya kalau aku akan menjaganya sampai dia tua,ternyata aku berbohong." Ucap Rebecca,wajahnya terlihat sangat sedih.Sudah lama sekali dia dan neneknya tidak bertemu.


Hari sudah semakin sore sebentar lagi malam akan tiba kembali,setelah Mona berbenah rumah,yang sebenarnya sudah bersih dia menemui Carles dan Rebecca yang masuk berbincang di ruang tamu,mungkin mereka memuaskan kerinduan mereka yang sudah lama tidak bertemu,Mona tidak melihat mereka melakukan sesuatu yang aneh makanya dia berani mendekati mereka.


"Bang...Kita makan apa hari ini,kulkas belum ada isinya,jadi belum ada yang mau di masak,Kakak Rebecca terbiasa makan malam sebelum jam delapan malam." Ucap Mona,dia berdiri di hadapan tidak jauh dari mereka.


"Hmm,hari ini kita makan di restoran saja bagaimana,sudah lama kita tidak makan di restoran sayang,makasih Mona kamu sudah sangat perhatian kepadaku istriku,aku sangat terharu kepada mu." Ucap Carles,Mona hannya tersenyum kecil menanggapi ucapan carles.


"Mas aku lagi malas keluar rumah aku mau kita istrahat saja." Ucap Rebecca.Akhirnya carles memesan makanan dari restoran.


****


Sementara itu keluarga besar Anderson sedang makan malam,Marta terlihat tidak bersemangat untuk makan mungkin karena memikirkan Carles yang tidak pulang dari pagi sampai hari ini sudah malam.


"Ada apa dengan mu? Kamu memikirkan anak gila itu,habiskan makanan mu atau aku juga akan marah kepada mu." Ucap Anderson,tatapannya begitu sinis membuat Eva sedikit takut dengan suasana yang sangat mencekam di meja makan.


"Papa....Itu anak kita satu-satunya,papa tega membiarkan dia di luar sana sendirian?Ucap Marta air matanya sudah membasahi wajahnya.

__ADS_1


*** Bersambung***


__ADS_2