
Bram keluar dari dalam rumahnya seperti biasa,dia terlihat biasa saja seperti tidak ada kejadian apa pun begitu juga dengan Eva dan Rini mereka melanjutkan obrolan mereka.
Bram sebelumya Sudan menyimpan mobil milik keluarga Anderson di sebuah gudang bawah tanah,mereka melakukan semuanya dengan sangat rapi,dan sebelum melakukan aksinya mereka sudah mematikan cctv terlebih dahulu.
"Ma..Aku malas banget kembali kerumah, bagaimana pun juga mungkin keluarga itu akan sibuk untuk mencari mama mertua ku yang mungkin pelan-pelan akan mati sendiri hahaha.." Ucap Eva dengan tawa yang cukup mengerikan,ternyata di balik wajahnya yang sangat cantik selain dia wanita ******,dia juga memiliki hati yang sangat jahat.
"Kamu harus tetap kesana sayang,kamu harus menunjukkan sikapmu yang baik kepada mertuamu,agar dia semakin mendukung mu di rumah itu,kamu tau hannya dia satu-satunya orang yang mendukung mu di rumah itu." Ucap Rini.
*****
Sementara itu di rumah keluarga Anderson,hari sudah semakin sore Anderson belum juga melihat kedatangan istrinya dia sudah semakin kesal kepada istri dan juga supirnya karena dari tadi siang mereka berangkat sampai saat ini belum pulang.
"Kemana sih mereka,masak aku pulang lebih dulu dari mereka,lebih aku menghubungi supir sialan itu." Anderson mengambil ponselnya lalu mencari nomor supirnya,dia semakin kesal karena nomor supirnya tidak aktif.Lalu dia menghubungi nomor istrinya dan ternyata nomornya juga tidak aktif.Anderson merasa ada yang aneh tiba-tiba nomor supir dan istrinya tidak aktif membuatnya curiga.
"Aneh....Ada apa dengan mereka berdua,kenapa nomor ponsel mereka berdua sama-sama tidak aktif?" Dan pada saat itu Eva juga baru sampai di rumah,dia menghampiri mertuanya yang terlihat bingung di ruang tamu.
"Selamat malam pa..Kenapa wajah papa terlihat bingung?"
"Tidak papa,apa kamu melihat mama mertua mu sepanjang hari ini?"
"Hmm...Aku melihat mereka tadi di mall,dia jalan berdua dengan supir,aku meninggalkan mereka di mall karena aku pulang ke rumah orang tuaku."Ucap Eva mencari kebohongan lain dan mulai mencuci otak mertuanya.
"Sudahlah kamu masuk kedalam kamar mu,aku akan menunggu mereka disini!!" Ucap Anderson.Dia mencoba mengingat-ingat perlakuan istrinya dan menurutnya tidak ada yang perlu dicurigai karena Cecep juga sudah lama bekerja senang mereka bahkan tidak pernah melakukan sesuatu yang tidak terpuji.
__ADS_1
"Tidak mungkin,aku tidak percaya kalau mama berbuat hal seperti itu,mungkin pikiranku terlalu berlebihan,istriku sudah menemaniku dalam susah dan sedih mana mungkin dia serong dariku." Ucap Anderson berusaha menepis pikiran kotornya.Dia beranjak dari tempat duduknya lalu pergi ke kamarnya disana dia mulai menenangkan pikirannya,dia tidak mau berpikiran negatif.
Malam sudah semakin larut,Anderson keluar dari dalam kamarnya menuju balkon,dia menatap kebawah berharap istrinya pulang malam ini.Tidak bisa dia bayangkan kalau istrinya sampai selingkuh dengan supirnya sendiri.
Dia terus menghisap rokoknya,padahal dia sudah lama tidak menyentuh rokok tetapi karena pikirannya terlalu suntuk akhirnya dia mengambil rokok dari penyimpanan rokoknya dan sudah menghisap sampai beberapa batang.
"Kemana sih kamu ma...Aku minta maaf,bukan aku tidak mencintai anakku,bahkan aku mencintainya melebihi apa pun,aku hannya tidak ingin melihatnya seperti anak kecil,karena suatu saat dia akan menjadi pemimpin di semua perusahan milikku.Kalau dia terlalu cengeng mungkin saja dia tidak akan sanggup." Ucap Anderson.Semakin malam perasaanya semakin gelisah dan pikirannya semakin melayang jauh,dia sama sekali tidak bisa memejamkan matanya.
Mesjid sudah berbunyi yang artinya hari sudah mulai pagi,Anderson langsung masuk ke kamar mandi dan mencuci wajahnya sedikit pun dia tidak bisa memejamkan matanya karena dia terus memikirkan istrinya yang tidak pulang bersama supirnya.
Anderson keluar dari dalam kamarnya,dia sudah melihat semua pelayan sibuk dengan pekerjaan mereka,dia beranjak ke meja makan dan meminta kopi dari pelayan.
"Selamat pagi tuan,anda ingin makan atau minum?"
"Maaf tuan kami tidak ada yang tau." Jawab pelayan.Ingin sekali Anderson menanyakan gerak-gerik istrinya di rumah,dengan sang supir tapi dia merasa sedikit enggan dia menjaga harga dirinya di hadapan pelayannya.
"Sudahlah mungkin dia ke rumah Carles." Anderson mengusir pelayan dengan cara mengibaskan tangannya,dia tiba-tiba teringat dengan Carles,lalu dia segera menghungi carles.
Sementara itu Carles masih tertidur dengan sangat nyenyak karena ini sangat terlalu pagi untuk bangun bagi seorang pria.tiba-tiba Carles kaget mendengar setingan ponselnya dia mengambil lalu mematikan ponselnya,tidak lama terdengar lagi bunyi ponselnya dengan kesal Carles mengangkat ponselnya dan dia mendengar makian dari sebrang sana.
📞Ya...brengsek berani sekali kamu mengabaikan panggilanku,apa kamu mau mati...Apa ibumu sedang bersama mu
Carles langsung membuka matanya dengan sempurna dan melihat nama yang menghubunginya.
__ADS_1
📞 Tidak...Kemarin dia kesini hannya sebentar,setelah selesai berbicara dengan kami dia langsung pulang,ada apa memangnya,tunggu saja mungkin dia sama teman-temannya.
Anderson memutuskan panggilan dari Carles,karena dia tidak bisa memberikan jawaban yang dia harapkan.
Carles bangun dia sudah tidak melihat istrinya di sampingnya,dia sudah tau istrinya pasti sudah bangun.
"Cepat sekali bumil yang satu ini bangun,apa dia tidak betah tidur di sampingku,sepertinya aku harus memberinya pelajaran." Ucap Carles,dia beranjak dari tempat duduknya lalu turun ke bawah dan mencari istrinya.
Setelah sampai di bawah dia melihat istrinya menonton ibu-ibu yang sedang olah raga,dia juga memakai pakaian olah raga khusus ibu hamil.
"Sayang,kamu sedang apa,untuk apa melakukan hal ini? Kamu membutuhkan seseorang untuk memandu mu? Kenapa kamu tidak memberitahu kepadaku kalau kamu membutuhkan guru olahraga?" Carles mengejarnya dengan banyak pertanyaan membuat konsentrasi Rebecca hilang begitu saja,padahal dia menonton sambil menghapal gerakannya agar bisa mempraktekkannya setelah selesai menonton.
"Aahh...Kamu menganggu konsentrasi ku sayang,kamu membuatku kesal saja,kenapa kamu bangun begitu pagi?"
"Papa menghubungiku,menanyakan keberadaan mama,dia mengira mama tidur disini!!"
"Loh...Memangnya mama kemana sayang?Kamu tidak bertanya balik,sampai-sampai papa menghubungimu pagi-pagi sekali? Kamu kan tau mas semalam mereka dari sini,dan kita menceritakan semuanya,jangan-jangan mama pergi kerumah keluarga Bram dan_
"Sudah-sudah jangan berpikiran aneh-aneh,aku jadi takut mendengarnya." Ucap Carles,entah kenapa perasaanya menjadi tidak enak saat dia mendengar ucapan istrinya.
"Sayang,aku pergi dulu kerumah mama,aku ingin tau lebih pasti,aku lupa kalau sekarang hidup kita sedang di posisi tidak nyaman." Ucap Carles.Dia langsung pergi setelah pamit kepada istrinya,bahkan mandi saja belum atau sekedar ganti pakaian.
*** Bersambung***
__ADS_1