
Setelah selesai dokter memeriksa kesehatan Anderson dia kembali tidur setelan dokter menyuntikkan vitamin ke tubuhnya.Selema ini dia mengalami insomnia berat karena dia terus menerus memikirkan istrinya yang belum pulang.
"Tuan ada beberapa pria di depan ingin menemui tuan." Seorang pelayan datang menghampiri mereka ke dalam kamar Anderson.Carles langsung bergegas menemui tamunya dan diikuti oleh Rebecca sementara dokter masih melihat keadaan Anderson.Dia adalah dokter Boby sudah lama menjadi dokter pribadi keluarga kaya itu,jadi kadang dia sudah menganggap Anderson sebagai orang tau angkatnya.
"Selamat sore menjelang malam tuan Carles!!"
"Tidak usah basa-basi,laporkan apa pun yang kalian ketahui tentang mamaku,karena itu yang terpenting untuk saat ini."
"Maaf tuan Carles,mungkin jawaban kami tidak akan memuaskan hati tuan saat ini,kami sudah mencari sedetail mungkin ke arena lokasi tuan Bram kami tidak menemukan jejak apa pun,mungkin kami butuh waktu sedikit lebih lama untuk mencarinya,sepertinya pria ini lagi banyak masalah dia terus mengamuk di rumahnya menyulitkan kami untuk masuk kedalam rumahnya." Ucap salah satu pria yang datang menemui Carles malam ini.Carles menghela napas berat,dia semakin khawatir jika sesuatu terjadi kepada mamanya tapi tidak mungkin dia melakukan semuanya dengan gegabah karena itu bisa semakin menyulitkan mereka.
"Baiklah kalian bisa keluar,pergunakan waktu kalian sebisa mungkin,aku sangat berharap kepada kalian." Ucap Carles ketiga pria itu mengangguk lalu pergi meninggalkan kediaman Carles Anderson.
Carles beranjak dari tempat duduknya,dia hendak menemui dokter kembali,dan saat itu dokter Bobi sudah keluar dari kamar papanya.
"Bagaimana keadaan papaku,apa dia baik-baik saja?"
__ADS_1
"Iya,tidak ada yang perlu di khawatirkan doa hannya insomnia,mungkin karena terlalu banyak pikiran,aku sudah menyuntikkan vitamin,tolong lebih di jaga kandungan makanya,dikurangi makanan manis dan yang mengandung kafein,karena itu membuat dia sulit tidur." Jawab sang dokter,carles hannya mengangguk,dia juga terlalu frustasi memikirkan ibunya yang belum ada kabar samapi hari ini.
"Baiklah dokter,terima kasih aku akan mentransfer bayaran mu,selalu tepat waktu saat aku membutuhkan tenaga mu." Jawab Carles.Akirnya Bobi pamit dari kediaman Carles Anderson karena malam sudah mulai larut dan dia masih banyak pasien yang harus di tanganinya.
Sementara itu di kediaman Bram,keadaan rumah itu semakin mencekam,Eva semakin tidak berani bertemu orang tuanya,dia sangat ketakutan melihat wajah papanya yang begitu menyeramkan.Rumah itu terlihat sangat sepi karena mereka tidak memaki jasa pelayan atau apa pun itu,semua di kerjakan oleh Rini sementara Eva hannya mengurung diri di dalam kamar,dia terlihat sangat menyedihkan karena orang tuanya selalu menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi di keluarga itu.
"Ma...Kamu sudah memberikan makan kedua tikus di gudang,jangan sampai mereka mati,itu akan membuat semua rahasia kita akan terbongkar papa tidak siap masuk penjara,lebih baik papa mati dari pada harus masuk penjara." Ucap Bram dengan suara sudah terlihat lebih tenang.
"Belum pa..Ini aku mau antar dulu makanan mereka,papa juga duduklah di meja makan aku akan menyiapkan makanan untuk papa." Jawab Rini,mereka akhirnya menuju dapur,walaupun pembantu tidak ada ruangan itu tetap bersih karena Rini melakukan semaunya,dia takut suaminya akan memakinya jika ada kesalahan sedikit pun.
"Papa makan sendiri dulu ya...Aku akan memberikan makan kedua hewan itu,rasnaya aku ingin mencampur makanan ini dengan racun agar mereka segera menghadapi sang pencipta,lelah sekali harus mengurusi mereka." Ucap Rini dia berjalan menuju gudang dan membawa makanan serta minuman.
"Papa maafkan aku,jika aku tidak bisa seperti yang kalian harapkan,selamat tinggal ma..pa..jaga diri kalian baik-baik aku tidak mau selamanya kalian menekan aku,Karen aku tidak bisa mengambil hati Carles Anderson." Ucap Eva,tiba-tiba matanya ngantuk berat jantungnya berdebar dengan cepat serta kepalanya sedikit pusing dan akhirnya dia tidur dan tidak bisa mengingat apa pun lagi.
Saat Rini hampir sampai di gudang tiba-tiba nasi yang ada di piring jatuh begitu saja hingga semua berserakan di lantai,Rini sangat kesal,dia mengingat kembali semua makanan itu dan kemabli membuatnya di piring dia sudah malas kembali ke dapur untuk mengambil makanan yang bersih.
__ADS_1
"Untuk apa aku memikirkan itu,toh bukan aku yang makan,biarlah yang penting mereka bisa makan." Ucap Rini lalu membuka pintu gudang perlahan-lahan dan dia melihat Cecep dan marta terbangun dan menatap sinis kepadanya.
"Kalian tidak tidur ini ada makanan,kalian makanlah,walaupun ini makanan sampah yang barusan aku pungut,makan saja ini." Ucap Rini,tangan Cecep perlahan-lahan mengambil balok kayu dia bersiap ingin menyerang Rini.Saat Rini hendak meninggalkan ruangan itu tiba-tiba Cecep berdiri dan
" Bug....." Cecep memukul punggung Rini sekuat tenaga hingga dia jatuh pingsan di dalam gudang,setelah itu Marta dan Cecep berlahan mengambil kunci dari tangan Marta lalu meninggalkan ruangan itu.
"Nyonya kita harus hati-hati kita,mungkin Bram selalu waspada di luar sana,lebih baik kita mengunci biadap ini di gudang agar dia merasakan apa yang kita rasakan." Ucap Cecep.Mereka keluar dari dalam gudang perlahan-lahan berjalan keluar menuju pintu gudang dan akhirnya mereka sampai di dalam rumah.Keadaan rumah Bram sangat mencekam,sepi dan tidak terlihat adanya tanda-tanda kalau ada orang yang tinggal di rumah itu.
Cecep mengintip dari dalam,dia melihat Bram yang masih makan di dapur,tiba-tiba pintu berbunyi krekk...Cecep sangat ketakutan dan juga gemetaran,begitu juga dengan Marta yang ada di belakangnya.
"Ma...Kamu sudah memberikan binatang itu makan,cepatlah aku sudah siap makan." terdengar suara Bram yang sedang berbicara,melihat tidak yang keluar dari gudang Bram merasa penasaran..dia datang perlahan-lahan menuju pintu keluar dari gudang.
Cecep dan Marta semakin ketakutan dan gemetaran,mereka takut Bram memergoki mereka,yang sudah bisa keluar dari gudang kematian itu.
"Mama....Kamu belum siap memberikan mereka makan?" Cecep dan Marta menutup mulut dan bersembunyi di sudut yang agak gelap agar bram tidak memergoki mereka.
__ADS_1
"Kemana sih dia,apa perlu aku naik keatas!!" Lama sekali kalau mereka tidak mau makan biarkan saja mati." Sungut Bram,dia melangkah masuk kedalam gudang.
*** Bersambung***