
Eva sangat kaget mendengar ucapan papanya yang menyalahkannya,dia tidak terima ditekan seperti itu.
"Pa..Kok papa ngalahin aku,seharusnya papa mencari solusi yang lebih baik bukan malah menyalahkan aku." Ucap Eva tidak kalah emosi dengan Bram papanya.
"Solusi apa lagi yang harus kucari!!! kamu tau mereka menjaga wanita kampungan itu dengan sangat ketat,Carles mungkin sudah membaca rencana-rencana kita,kalau saja kamu becus jadi anak,papa tidak akan melangkah sejauh ini." Bram sangat frustasi,dia terlihat sangat gelisah dan,wajahnya penuh dengan emosi.
"Awas saja mereka lalai sedikit saja menjaga wanita itu,aku akan lempar dia menjadi santapan buaya di danau yang penuh buaya." Bram mengumpat dan melampiaskan emosi.Pada saat mereka sedang berbicara dengan serius tiba-tiba pintu di ketuk,mereka bertiga saling memandang,Karena mereka tidak ada janji dengan siapa pun.
"Siapa?"
"Coba buka pintu,mana tau orang penting!" Ucap Bram,Rini berjalan menuju pintu lalu dia membuka pintu,dia sangat kaget saat melihat lima polisi berdiri di depan pintu.
"Selamat siang Bu? apa benar ini rumah keluarga Bram?" Tanya seorang polisi wajah Rini langsung berubah pucat,dia gemetaran saat melihat kedatangan beberapa anggota polisi ke rumah mereka.
"Be_benar pak!ada apa kemari? silahkan masuk suami saya ada di dalam." Ucap Rini,dia berjalan kedalam rumah di ikuti oleh dua pria dan tiga lagi berjaga di luar.
"Selamat malam pak..ini dengan keluarga Bram? kami ingin bertanya sedikit kepada bapak,katanya nyonya Marta Anderson sebelumnya datang berkunjung dua hari yang lalu,dan sampai sekarang beliau belum kembali,apa benar nyonya Marta ada berkunjung ke rumah ini?" Tanya seorang polisi.Bram juga sangat kaget melihat kedatangan polisi ke rumahnya tapi dia berusaha terlihat tenang,karena jika dia gugup maka polisi akan semakin curiga kepadanya.
"Maaf pak,kami tidak pernah bertemu dengan nyonya Marta sebelumnya,dan kami juga tidak ada agenda bertemu dengannya mungkin uang membuat laporan ada kekeliruan." Jawab bram,polisi itu terlihat menelusuri ruangan rumah dengan pandangannya.
__ADS_1
"Yang membuat laporan ini,adalah Charles Anderson,anak dari Marta Anderson,jadi tidak mungkin ada kekeliruan,baik lah kalau begitu kami permisi pak,kami akan mencarinya di lain tempat,terima kasih untuk waktunya." Ucap polisi itu lalu beranjak keluar dari dalam rumah diikuti oleh Rini,dia menatap mobil polisi itu sampai hilang di perempatan jalan.
Rini masuk kedalam ruangan,dia mendaftarkan bokongnya di sopa,baik Bram Rini atau Eva mereka semua terlihat tegang,keadaan mereka semakin sulit dan menakutkan,mereka takut perbuatan mereka akan membuat mereka hancur pada akhirnya.
"Pa....
"Diam....Kamu bisa diam tidak,kepalaku pusing,ini semua gara-gara anak tolol sialan ini,bisa-bisanya dia kalah sama wanita kampung seperti Rebecca,dasar bodoh." Maki bram,dia menatap sinis kepada Eva anak mereka satu-satunya.
Rini dan Eva hannya bisa diam melihat kemarahan Bram,mereka sangat takut membantah ucapan pria itu,karena jika sudah marah dia akan terlihat seperti setan.
"Kita harus menyembunyikan Marta dan supirnya ke gudang bawah tanah,aku takut jika kita membuatnya di gudang ini,para polisi itu datang dan menggeledah rumah ini,sepertinya untuk sementara semua pelayan kita suruh pulang,aku takut para polisi mengintrogasi mereka juga." Ucap Bram pada akhirnya,dia memecahkan keheningan di antara mereka semua.
Keesokan paginya di rumah besar carles mereka mulai menunggu sarapan datang,Carles dan rebecca sudah duduk di tempat masing-masing,menunggu Anderson keluar dari kamarnya.
"Mas..Sepertinya papa sangat terpukul atas kehilangan mama,aku merasa kasihan dengannya, tapi aku takut mendekatinya karena sampai hari ini sepertinya sulit baginya menerima kehadiranku."Ucap Rebecca dengan nada sedih.
"Sudah jangan di pikirkan cepat atau lambat dia akan menyesali kebodohannya untuk menerima Eva menjadi menantunya,dari dulu aku menolaknya dengan tegas tapi papa adalah tipe pria yang ucapan nya tidak bisa di bantah.Kamu tenang saja duduk santai di rumah suami mu ini akan menyelesaikan semuanya dengan santai." jawab Carles,dia mengelus rambut istrinya dan saat itu Anderson datang bergabung bersama mereka.
Carles menetap papanya dengan iba,bagaimana tidak,terlihat jelas wajah pria itu sangat frustasi pinggiran matanya sudah menghitam,mungkin dia tidak bisa tidur memikirkan istrinya yang belum pulang sampai hari ini.
__ADS_1
"Hari ini juga aku akan pulang kerumah,disini perasaan ku tidak tenang,aku terus kepikiran dengan mamamu,bahkan semalam aku memimpikan dia.Mama mu meminta tolong kepadaku,dia sedang di sekap seseorang,di sebuah hutan." Ucap Anderson dia menyeka keringat dingin yang membasahi dahinya membayangkan istrinya sedang menderita.
" Pa...Aku sudah bilang,papa tidak aman di rumah sendirian bahkan mama saja bisa hilang kalau papa kembali ke rumah papa juga bisa di sekap oleh mereka,karena yang mereka inginkan adalah harta keluarga ini."
"Omong kosong,kamu selalu menceritakan omong kosong kepadaku,aku sudah muak dengan omong kosong mu itu_
"Okeh...Papa pulang ke rumah sekarang,aku tidak peduli jika sesuatu terjadi kepada papa,dari dulu papa memang sangat sulit di kasih tau." Ucap Carles dia begitu emosi dengan sikap papanya yang sangat keras kepala.Carles meninggalkan papanya di meja makan,akhirnya Rebecca juga menyusul suaminya.
"Permisi pa..Aku ingin menyusul Carles." Ucap Rebecca,Anderson mengabaikan ucapan menantunya,dia hannya diam di meja makan.
"Sayang...Kamu marah sama papa..jangan seperti itu,dia juga terlihat sangat frustasi,namanya orang tua memang seperti itu,semakin tua biasanya orang tua akan terlihat semakin cepat marah dan egois kamu harus sabar,jika sesuatu terjadi kepada papa pasti kamu juga akan menyesal." Ucap Rebecca sambil memasang dasi suaminya,yang ingin berangkat kerja.
"Kamu semakin hebat sekali sayang,kamu di rumah ya jaga calon bayi kita ,hari ini pelatih mu akan datang,dia akan mengajarimu senam orang hamil." Ucap Carles dia mengelus perut istrinya yang sudah mulai membesar.
"Siap sayang,terima kasih ya,kamu juga jaga diri,hati-hati bertindak,jangan terlalu anarkis kepada keluarga bram,bagaimana hasil pemeriksan polisi tadi malam?"
"Aku belum tau,mereka belum menghubungiku,nanti aku singgah di kantor mereka,biasanya kerja polisi ini sedikit lamban,tapi kita lihat saja," Jawab Carles dia mengambil tas kerjanya,lalu dia menuruni anak tangga di ikuti oleh Rebecca.
"Sepertinya kita harus pindah kamar,tidak baik ibu hamil naik turun tangga aku akan menyuruh pelayan memindahkan barang-barang kita ke dalam kamar yang ada di bawah." ucap Carles.
__ADS_1
*** bersambung***