
Rebecca menarik napas panjang,dia tidak menyangka memiliki kisah hidup yang seperti ini,bagaimana bisa dia memiliki wajah kembar dengan seorang wanita yang bahkan tidak memiliki ikatan darah sedikit pun dengannya.
"Sudahlah sayang,kamu istirahat saja,jangan pikirkan apa pun,semua ini sudah resiko yang harus mereka jalani upah dari perbuatannya yang begitu kejam kepada supir kita yang pergi,bahkan mama dan Cecep hampir menjadi tumbalnya juga." Ucap Carles menenangkan rebecca,dia memiringkan tubuhnya lalu mengelus perut buncit istrinya.
"Aku hannya berharap kedepannya kita bisa semakin bahagia dengan memiliki anak-anak yang hebat nantinya." Ucap Carles kembali.Rebecca hannya tersenyum kecil,semangatnya seperti hilang begitu saja karena semua masalah yang terjadi belakangan ini.
****
Keesokan paginya di ruang tahanan,seorang polisi memberikan sarapan kepada Bram,dia tidak bergeming sedikit pun saat polisi menyapanya dengan ramah dia hannya diam saja dengan tatapan kosong.
"Sudahlah tuan Bram silahkan sarapan dulu,agar tuan punya tenaga untuk menyesali semua perbuatan tuan kepada keluarga Anderson,bahkan dengan tega tuan sudah merampas nyawa orang lain." Ucap polisi,setelah itu dia keluar dari dalam dan mengunci kembali tempat itu.Bram terlihat menitikkan air mata saat polisi meninggalkan dia,tidak tau apa yang dia pikirkan hingga dia menitikkan air mata entah karena dia sedih atau menyesal untuk semua perbuatannya.
Begitu juga dengan Rini,semalaman dia tidak tidur sama sekali dia hannya terlihat bingung dan sesekali tertawa di tengah malam.
"Eva....Kenapa kamu meninggalkan mama nak,kamu tega melakukan ini kepada mama hu....hu...hu...harusnya kamu membawaku pergi bersama mu." Tiba-tiba Rini menagis sesenggukan di ruangannya lalu diam dan kembali terlihat bingung.
"Hahahaha......ini semua karena Rebecca wanita sialan itu aku akan membunuhmu bajingan,aku akan bunuh kamu...dasar pelacur murahan kamu sudah menghancurkan putriku dasar biadap kamu....." Tiba-tiba Rini menjerit seperti orang kerasukan sehingga beberapa polwan masuk ke ruangannya dan menenangkannya.
__ADS_1
"Bu...Rini kami akan memasukkan kamu ke rumah sakit jiwa jika kamu bersikap seperti itu disini,ini kantor polisi kamu tidak ijinkan untuk membuat keributan di tempat ini." Ucap seorang polisi.Dan saat itu Rini kembali tenang,mereka meninggalkan sarapan untuk Rini di ruangan itu dan mereka keluar.
Pada saat itu Rebecca dan suaminya datang mengunjungi Rini dan suaminya,dari semalam dia tidak tenang selalu merasa bersalah dengan semua yang terjadi kepada keluarga Bram,walaupun Carles sudah mengatakan kalau itu semua tidak ada hubungannya kepadanya.
"Maaf tuan Carles,apa kalian ingin menjenguk keluarga Bram? silahkan duduk tuan,Bram dan istrinya terlihat sangat terpukul apalagi istrinya begitu depresi setelah kepergian putrinya,dia selalu menjerit-jerit memanggil putrinya." Ucap seorang polisi lalu mengantar mereka ke sebuah ruangan lalu mempersilahkan mereka duduk,setelah itu dia keruangan Bram dan istrinya.
Dua orang polisi datang membawa Rini dan Bram tangan mereka di borgol,Rebecca yang melihat keadaan Rini dan suaminya semakin merasa bersalah.Rini dan Bram duduk di hadapan Carles dan Rebecca,wajah Bram terlihat datar sementara itu Rini memandang sinis ke arahnya.
"Nyonya....Apa kabar mu? Aku turut berduka cita yang sedalam-dalamnya,aku minta maaf nyonya, tuan jika aku punya kesalahan apa pun kepada keluarga tuan dan nyonya,aku sangat berharap tuan mendapat hidup yang lebih baik ke depannya." Ucap rebecca,dia sangat takut berhadapan dengan bram dan Rini apalagi melihat wajah kedua orang itu.
"Hahaha.....Kamu minta maaf,setelah kamu merampas kebahagian anakku kamu meminta maaf kepada kami dasar ular betina kamu mati saja kamu." Rini langsung berdiri lalu menyerang Rebecca dengan menarik rambutnya sekuat tenaga.
"Lepaskan rambutnya,dasar orang gila kamu,sepertinya kamu pantas dibuang ke ruangan sakit jiwa." Ucap Carles.Dia berusaha melepaskan tangan Rini dari kepala Rebecca tapi Rini semakin menarinya hingga membuat Rebecca semakin kesakitan.
Dua orang polisi wanita datang menghampiri mereka dan membantu melepaskan tangan Rini tapi dia semakin erat memegangnya.
"Kamu harus mati,bersama anakku,kamu sudah membuat keluargaku hancur berantakan rasakan ini hahaha." Ucap Rini.Tidak sabar melihat Rebecca yang terus mengerang kesakitan akhirnya Carles memukul wajah Rini hingga dia terdorong lalu melepaskan tangannya dari rambut rebecca yang sudah jatuh beberapa helai.
__ADS_1
" Buang dia ke rumah sakit jiwa mungkin dia sudah gila karena ambisinya tidak berjalan sesuai rencananya." Ucap Carles,wajah Rebecca merah padam menahan sakit yang luar biasa.Sementara Bram dari tadi tidak bergeming sedikit pun melihat semua kejadian yang terjadi di sampingnya.Bahkan sampai polisi membawanya kembali masuk ke ruangannya dia tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
Carles membawa Rebecca keluar dari kantor polisi,sepanjang jalan Rebecca hannya diam rambutnya terlihat berantakan,wajahnya juga terlihat sangat merah.
"Sayang apa yang kamu pikirkan? Aku sudah bilang berapa kali kamu tidak bersalah,malah kamu ngotot ingin minta maaf biarkan lah,lihat mamaku,dia hampir mati akibat perbuatan Keluarga itu,apa kamu masih ingin mengalahkan dirimu sendiri." Ucap Carles.Rebecca menoleh ke arah suaminya lalu tersenyum.
"Benar sayang ini bukan salahku,mereka dari awal sudah salah,mereka berniat menipu mu,dengan mengirim Eva keluar negri karena hamil di luar nikah,iya benar kata kamu ini bukan kesalahan ku."Ucap Rebecca,dia menenangkan pikirannya dan tidak mau lagi menyalahkan diri sendiri.
Akhirnya mobil yang mereka bawa sampai di gedung rumah sakit tempat ibu mertuanya di rawat,Rebecca sudah dari kemarin ingin mengunjungi mertuanya tapi karena situasi yang belum menyakinkan Carles melarangnya keluar dari dalam rumah.
Rebecca membuka pintu ruangan mama mertuanya,wanita paruh baya itu terlihat sedang menonton berita selebriti mungkin dia sudah bosan beberapa hari di rumah sakit apalagi tidak ada yang menemaninya mengobrol.
"Mama...Bagaimana kabar mu pagi ini ma..Apa keadaan mama sudah semakin membaik?" Tanya Rebecca dia berlari kecil menghampiri mama mertuanya dan memeluknya.Carles sangat bahagia melihat pemandangan itu,dia bahagia karena Rebecca bisa dengan cepat mengambil hati mamanya dulu.
"Seperti yang kamu lihat ini sayang,kaki mama masih belum bisa berjalan mama sudah sangat bosan disini,kalau mama sudah sembuh dan kembali ke rumah mama akan mengajakmu shoping,mama sudah rindu jalan.Bagaimana kabar calon cucu mama ini apa dia sehat-sehat saja."Tanya Marta dia menyentuh perut buncit membantunya membuat Rebecca tersipu malu.
"Hah...Lihat dia merespon mama,dia menendang tangan mama,aduh...jadi tidak sabar ingin melihatnya lahir ke dunia ini." Ucap Marta mereka bertiga tertawa lepas.
__ADS_1
*** Bersambung***