Cinta Tulus Si Gadis Desa

Cinta Tulus Si Gadis Desa
bab 31 ~ Leon sang asisten ~


__ADS_3

Eva beranjak dari atas ranjang,dia menghampiri Carles yang masih berdiri di depan pintu,mungkin dia sangat syok melihat keberadaan Eva,hampir saja dia tertipu,karena memang sekilas wajah Eva dan Rebecca sama sekali tidak ada perbedaan.


"Apa yang kamu lakukan di kamarku ini wanita murahan,rencana busuk apa yang ingin kamu jalankan,hingga kamu melakukan hal sejauh ini? enyah kamu dari hadapanku,sebelum aku memanggil security untuk menyeretnya dari kamar ini!!!" Carles terlihat sangat marah apalagi saat dia melihat Eva memakai baju tidur yang di belokannya untuk Rebecca.


"Sayang.....Jangan seperti itu!!! Aku ini istrimu apa karena aku kehilangan calon bayi kita hingga kamu sampai frustasi seperti ini?"


"KELUAR....!!!!" Carles memekik,dia semakin emosi saat Eva menyinggung tentang bayi mereka.Terlihat sekali kemarahan di wajah Carles,urat-urat wajahnya yang menonjol semakin menunjukkan kalau dia sedang sangat emosi saat ini.Eva sangat ketakutan mendengar teriakan Carles,dia bergegas ingin meninggalkan Carles di dalam kamar sendirian.


"Tunggu...!" Wajah Eva seketika berubah senang karena dia mengira Carles berubah pikiran,Carles mendekati Eva lalu,


"Lepaskan baju yang kamu pakai ini,karena kamu bukan pemilik yang sebenarnya,jangan pernah coba untuk menyentuh semua barang-barang istriku yang ada di kamar ini mengerti kamu!!" Eva menatap sinis Carles dia sakit hati,cemburu dan terluka,dia tidak sanggup saat pria yang sangat dicintainya dari dulu sekarang berubah mencintai wanita yang mirip dengannya.


"Aku tidak tau sampai kapan kamu seperti ini,kamu harus sadar jika aku ini istrimu,aku akan menghubungi mama dan melaporkan semua perbuatan mu kepadaku," Ucap Eva,dia lalu masuk kedalam kamar dan mencari pakaiannya yang dia pakai tadi siang.


Eva keluar dari dalam kamar,wajahnya merah padam menahan emosi di hatinya.Saat dia menuruni tangga dia melihat semua pelayan yang berdiri di bawah tangga dan menatap ke lantai atas.


"Apa yang kalian lakukan disini,kalian kepo dengan masalah rumah tangga orang lain,dasar orang-orang yang tidak punya pendidikan,pergi ke kamar masing-masing." Bentak Eva,dia menyemprot semua pelayan yang menurutnya terlalu kepo.


Eva mendaratkan bokongnya di atas sopa,lalu dia menarik napas panjang,rasanya terlalu sakit hati mendengar ucapan Carles barusan,

__ADS_1


"Bagaimana bisa gadis kampung itu begitu cepat membuatnya jatuh cinta,kalau begini aku bisa tidak tahan,kalau aku hannya di anggap patung di rumah mewah ini lebih baik aku mengalah saja aku juga punya harga diri." Suara hati Eva.Dia beranjak dari tempat duduk dan kemabli ke kamar tamu yang ada di lantai bawah.


****


Carles menatap langit-langit kamar,dia membayangkan wajah istrinya yang begitu damai,dia benar-benar merindukan istrinya aroma tubuh istrinya yang membuatnya begitu jatuh cinta kepada wanita itu.


"Sayang...Kamu dimana kamu masih hidup kan,aku sangat merindukan kamu,aku tidak bisa hidup tampa kamu sayang,pulang lah aku menunggu mu disini semoga alam dan sang pencipta menjagamu di mana pun kamu berada saat ini."Ucap Carles,dia menyeka air matanya yang jatuh tampa dia sadari,begitu berat baginya berpisah dengan wanita yang sudah menemaninya beberapa bulan ini.


***


Semantara itu di rumah mewah keluarga Rini mendengar percakapan suaminya dengan orang lain dari telpon,Rini sangat yakin suaminya merencanakan sesuatu yang dia tidak tau.


"Sudah seorang istri tidak perlu harus tau semua urusan pria,kamu hannya menikmati semua kerja kerasku,sekarang mari kita tidur dan menunggu hasilnya besok pagi." Ucap Bram dengan senyum yang sangat menyeramkan.Meteka berdua langsung berjalan menuju tempat tidur dan mulai istrahat.


Malam pun berganti pagi,Leon terbangun dari tidurnya saat mendengar alarm jamnya,hari ini entah kenapa dia merasa tidak tidak enak,hatinya selalu berdebar entah apa yang membuat seperti itu.Leon langsung masuk ke dalam kamar mandi,lalu mulai membersihan tubuhnya dan berganti pakaian kantor.


"Kamu sudah bangun nak?" Tanya Marni,semenjak cucunya Rebecca mengunjunginya terakhir kalinya,sampai hari ini dia tidak pernah melihat cucunya lagi,dia sudah sangat merindukan cucunya itu tapi dia tidak berani menanyakan kepada Leon karena dia merasa tidak enak hati.


"Tuan Leon,apa kamu kurang enak badan? kenapa wajahmu begitu pucat,bahkan sepertinya tuan sangat lesu." Tanya Marni.Semenjak dia tinggal di rumah keluarga Leon,dia yang mengurus semua rumah karena ibunya Leon harus berjualan setiap hari di pasar.Dan Marni merasa sangat nyaman tinggal di sana karena selalu ada yang menemaninya kalua malam hari.

__ADS_1


"Tidak nenek,aku hannya kurang enak badan saja."


"Ya sudah nga usah berangkat kerja tuan,kan bisa libur untuk istrahat di rumah."


"Sudahlah nenek aku berangkat saja,terima kasih untuk kopinya ya nenek." Jawab Leon lalu menghabiskan seluruh isi gelasnya dan segera meninggalkan rumah.


Leon menyetir dengan kecepatan rendah,dia tau harus ini pasti akan macet karena ada perbaikan jalan di depan mereka sudah hampir semingguan.Leon terus menyetir hingga akhirnya dia melewati kemacetan,karena jalan sudah lumayan sepi dia mempercepat laju kendaraannya,hingga Tampa disadarinya sebuah mobil dari arah berlawanan menabrak mobilnya.


"Aaahh...brakk...." Leon berusaha menghindari mobil itu,tapi dia mengingat jelas pria yang membawa mobil itu sepertinya sedang berusaha untuk membunuhnya dengan menabraknya dengan sangat keras hingga leon tidak bisa mengelak sedikit pun kepalanya terbentur ke stang mobilnya lalu mobilnya terbalik dan meledak.


Sebum mobilnya meledak Leon masih berusia untuk keluar dari dalam mobil tapi Karena pintu sangat susah di buka dan orang-orang takut mendekati mobil akhirnya Leon terkunci di dalam mobil dan ikut meledak.Untunh ledakan mobilnya tidak terlalu keras sehingga walau tubuh Leon terbakar hangus dan dia tidak sadarkan diri Leon masih bernapas.


Kemacetan panjang terjadi disana,dan orang langsung memvideokan kejadian,serta menelepon ambulan untuk membawa Leon ke rumah sakit.Leon melihat berita yang sedang viral melalui ponselnya dia sangat kaget saat melihat mobil yang kecelakaan itu milik asistennya dan dia jelas melihat tubuh Leon yang hangus terbakar.


"Dasar sialan apa yang terjadi dengan keluargaku hingga bolak-balik terjadi kecelakaan,sepertinya ini ada unsur kesengajaan." Ucap carles dia melempar ponsel yang ada di tangannya ke atas ranjang dan dia segera bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan asistennya.


Carles sangat ketakutan jika sesuatu yang buruk terjadi kepada asistennya bagaimana pun marah nya dia kepada pria itu,dia tidak akan sanggup jika kehilangan orang-orang yang sangat dekat dengannya.


*** Bersambung***

__ADS_1


__ADS_2