
Pria itu langsung memborgol tangan Rini lalu membawanya dari dalam gudang menuju ruang tamu,dimana Bram sudah di borgol juga,Bram seperti orang gila,dari tadi dia hannya tersenyum kadang dia tertawa,entah apa yang lucu hingga pria itu menendang tubuh Bram hingga terjatuh kelantai.
"Apa kamu terlalu bahagia karena semua kejahatan mu sudah terungkap,lihat istrimu itu,dia juga menderita karena memiliki suami serakah seperti mu." Ucap pria itu dengan tatapan sinis kepada Bram.
"Papa....Apa yang terjadi kenapa orang-orang ini menangkap kita,papa..Aku tidak mau di penjara papa...."
"Diam...Dasar anjing betina memangnya siapa yang ingin dipenjara..." Hardik Bram kepada istrinya hingga membuat Rini terdiam mendengar bentakan suaminya.
"Pak.....Pak...gawat...Wanita itu bunuh diri dia sudah mati...aku menemukan ini di kamarnya berserakan."
"APA_apa putriku Eva.......!!lepaskan tanganku eva...!!!" Mereka berdua berlari kedalam kamar lalu menghungi ambulan,Rini menangis histeris,mendengar ucapan pria itu,dan mereka juga menghungi polisi untuk segera datang kerumah Bram.
Mobil ambulan dan polisi dengan suara yang begitu ribut,hingga mengundang perhatian orang-orang di sekitar situ,Rini pingsan saat melihat dua orang perawat menandu tubuh Eva dan membawanya masuk ke mobil ambulan,sementara itu Rini juga di bawa ke rumah sakit karena dia tidak sadarkan diri saat melihat tubuh Eva yang sudah terbujur kaku.
Bram langsung di bawa ke kantor polisi,dia sudah seperti orang tidak waras karena dia selalu tertawa dengan semua kejadian yang menimpa keluarganya.
"Hahaha....Kami akan kaya,putriku Eva akan menikah dengan putra orang kaya...hahahaha,aku sudah bahagia jika benar-benar menjadi besan miliader." Ucap Bram,polisi yang membawanya tersenyum.
__ADS_1
"Kamu sudah gila ya...Kamu hampir membunuh anggota keluarga dari Anderson,kamu juga sudah membunuh salah satu supirnya,kenapa kamu bisa melakukan hal keji seperti ini,bahkan putrimu bunuh diri,mungkin saja dia mendapat tekanan darimu,kamu harus di penjara seumur hidupmu."
"Hahaha....Di penjara lebih baik aku mati pada harus di penjara,anakku mati kamu bilang,dia hannya tidur sebentar,dia terlalu lelah dengan semua masalahnya." Ucap Bram.Saat dia tersadar dari pikirannya tiba-tiba dia menagis meraung-raung di dalam mobil polisi,hingga para polisi itu saling menatap.
"Mungkin dia sudah mulai gila,masa kejayaannya sudah hancur,itu akibat perbuatanya yang begitu jahat.Bisa-bisanya dia memanipulasi semua kejahatan,bahkan dengan berani dia menyekap istri dari miliader Anderson,apa dia mau mati,perusahannya berdiri itu karena keluarga Anderson menopangnya selama ini,aku sudah menyelidikinya."Ucap salah satu polisi yang ikut menjaganya di belakang.
Bram langsung di tarik keluar dari mobil lalu seorang polisi memasukkan dia ke tahanan sementara yang ada di kantor polisi itu.Sementara Rini di jaga dua orang polisi wanita dia sudah mulai siuman.
"Bagaimana dengan Eva Bu polwan,apa dia bisa selamat?" Tanya Rini,dia langsung duduk di ranjang rumah sakit,wajahnya begitu pucat dan berantakan dia sudah tidak cocok seperti nyonya kaya pada umumnya.
"Maaf nyonya Rini putri anda tidak bisa di tolong,karena memang dia sudah meninggal bahkan dari tadi malam,mereka membawanya kesini hannya melakukan autopsi." Ucap seorang polisi wanita.
Bram dan Rini di bawa menghadiri pemakaman Eva,disana Carles dan Leon juga ikut,Tidak pernah terlintas dipikirannya kalau Eva akan mengakhiri hidupnya seperti itu,carles begitu kaget mendengar kabar itu,akhirnya dia datang tanpa membawa istrinya.
Rini terus menagis histeris dia belum bisa melepaskan Eva,dia merasa bersalah karena tidak membela Eva sedikit pun saat suaminya terus menerus menyalahkan dia.Sementara Bram hannya dia,dia tidak berbicara sedikit pun bahkan tidak menagis,dia hannya menatap tumpukan tanah yang ada di hadapannya.
"Turut berduka cita tuan Bram!! semoga pelajaran ini bisa membuat hidup kalian lebih baik." Ucap Carles lalu dia meninggalkan Bram dan istrinya yang tidak merespon ucapannya sedikit pun.
__ADS_1
Setelah semua orang mulai meninggalkan tempat itu,akhirnya polisi kembali membawa mereka ke kantor polisi,Rini masih sulit untuk meninggalkan tempat itu tapi polisi menariknya dengan paksa.
Sesampainya di kantor polisi,mereka kembali di masukan ke ruangan yang berbeda,yaitu ruangan sementara di kantor itu.Rini duduk di depan jeruji besi,dia tidak pernah menyangka kalau keluarganya akan hancur sedemikian rupa.Sekarang mereka sudah tidak punya apa pun,karena pada malam itu semua penunggu hutang sudah datang menyita rumah dan mobil mereka,sementara perusahan itu sudah di ambil alih oleh Carles karena mereka sudah memiliki banyak hutang juga kepada keluarga itu,dan Carles tidak pernah tau akan hal itu.
*****
Rebecca menunggu suaminya pulang dari rumah sakit menjenguk ibu mertua serta papa mertuanya yang kembali masuk rumah sakit karena kesehatan mertua lelakinya semakin memburuk saat mengetahui keluarga bram yang sudah menyekap istrinya bahkan nyaris membunuhnya.Pria paruh baya itu sangat syok mengetahui semua kenyataan kejahatan Bram.
Carles sampai di rumahnya,kedua orang tuanya di jaga beberapa penjaga,dan juga perawat khusus untuk kedua orang tuanya.Mendengar mobil suaminya sudah masuk ke halaman rumah,dia bergegas menghampiri suaminya.
"Sayang,kenapa kamu harus keluar kamar,ini sudah malam,toh aku akan masuk ke kamar juga." Ucap Carles dia membawa istrinya masuk ke dalam kamar lalu membersihkan tubuhnya yang sudah lengket.Rebecca menyiapkan pakaian untuk suaminya.
"Mas,bagaimana keadaan mama,besok aku harus menjenguk mereka,terus...apa yang terjadi kepada eva hingga dia nekat melakukan bunuh diri,aku merasa bersalah jadinya." Ucap Rebecca dia duduk di pinggiran ranjang,menunggu suaminya yang masih mengenakan pakaian yang sudah disiapkan oleh Rebecca.
"Mama sudah mulai mendingan begitu juga dengan Cecep,hannya papa yang masih terlihat sangat syok atas kejadian yang menimpa mama,dia tidak menyangka sahabat lama nya itu benar-benar ingin menghancurkan keluarganya." Ucap Carles,dia menenangkan Rebecca yang dari kemarin terus menerus menyalahkan dirinya sendiri.
"Sudahlah sayang,sampai kapan kamu merasa bersalah,ini semua sudah menjadi takdirnya,yang tidak bisa ku mengerti sampai hari ini,adalah kenapa kamu dan dia bisa mirip seperti itu,bahkan nyaris tidak bisa di bedakan,aku bisa membedakan kalian karena dari awal aku sudah jatuh hati padamu." Ucap Carles,dia terlihat bingung.
__ADS_1
** bersambung**